Politik

Info Haji

Parlemen

Hukum

Ekbis

Nasional

Peristiwa

Galeri

Otomotif

Olahraga

Opini

Daerah

Dunia

Keamanan

Pendidikan

Kesehatan

Gaya Hidup

Calon Dewan

Indeks

TB Hasanuddin Tolak BOC AS: Jangan Gadaikan Langit Indonesia!

Laporan: Halim Dzul
Rabu, 29 April 2026 | 14:42 WIB
Anggota Komisi I DPR RI TB Hasanuddin - Humas DPR -
Anggota Komisi I DPR RI TB Hasanuddin - Humas DPR -

RAJAMEDIA.CO — Jakarta, Polkam — Anggota Komisi I DPR RI TB Hasanuddin menolak tegas usulan Blanket Overflight Clearance (BOC) dari Amerika Serikat. Skema itu dinilai berbahaya karena membuka peluang pesawat militer asing melintasi wilayah Indonesia tanpa mekanisme izin berulang.
 

Menurut TB Hasanuddin, kebijakan semacam itu bukan sekadar urusan teknis penerbangan, melainkan menyangkut harga diri bangsa, kedaulatan negara, dan posisi strategis Indonesia di mata dunia.
 

“Bagi bangsa Indonesia, kedaulatan adalah harga mati yang harus dipertahankan sampai titik darah penghabisan. Semangat ini sejalan dengan perjuangan kemerdekaan dan ajaran Jenderal Sudirman,” ujarnya di Jakarta, Rabu (29/4/2026).
 

Langit RI Bukan Ruang Bebas Negara Asing
 

Politikus PDI Perjuangan itu menegaskan setiap negara memiliki hak penuh mengatur wilayah udaranya sesuai kepentingan nasional. Karena itu, Indonesia tidak bisa menjadikan praktik negara lain sebagai patokan dalam menentukan kebijakan strategis.
 

Ia mengingatkan, kedaulatan telah dijamin dalam UUD 1945 dan menjadi fondasi berdirinya negara.
 

“Negara dibentuk karena memiliki kedaulatan. Jika kedaulatan itu dikompromikan, maka eksistensi negara akan melemah,” tegasnya.
 

Bertentangan Politik Luar Negeri Bebas Aktif
 

TB Hasanuddin juga menilai pemberian akses udara terlalu longgar kepada militer negara lain bertentangan dengan prinsip politik luar negeri bebas aktif yang selama ini dijaga Indonesia.
 

Indonesia, kata dia, tidak boleh terlihat berpihak pada blok kekuatan tertentu karena dapat mengganggu keseimbangan diplomasi regional.
 

“Pemberian akses udara terlalu longgar akan menggeser posisi Indonesia dari negara non-blok. Kondisi ini berbahaya bagi independensi kebijakan luar negeri nasional,” katanya.
 

Bisa Picu Curiga Negara Tetangga
 

Menurutnya, kebijakan BOC berpotensi menimbulkan instabilitas kawasan. Negara-negara tetangga bisa menaruh curiga jika wilayah udara Indonesia terlalu mudah diakses kekuatan militer asing.
 

Kondisi itu justru bisa meningkatkan ketegangan dan membuka ruang konflik baru di kawasan Asia Tenggara.
 

“Alih-alih menciptakan stabilitas, kebijakan ini justru berpotensi memancing konflik dan meningkatkan risiko keamanan kawasan. Hal ini harus menjadi perhatian serius pemerintah,” ujarnya.
 

Tak Ada Untungnya, Justru Rugi Besar
 

TB Hasanuddin menegaskan tidak ada keuntungan ekonomi maupun militer yang sebanding dengan nilai kedaulatan negara. Jika BOC diberikan, Indonesia justru berisiko kehilangan posisi tawar dalam percaturan global.
 

Ia pun meminta pemerintah berhati-hati dan tidak gegabah mengambil keputusan terkait permintaan tersebut.
 

Kedaulatan Tidak Bisa Ditawar
 

Penolakan ini menjadi sinyal kuat dari parlemen bahwa wilayah udara Indonesia bukan ruang bebas yang bisa dibuka atas nama kepentingan negara lain.
 

Bagi DPR, langit Indonesia adalah simbol kedaulatan—dan itu tidak untuk ditawar.rajamedia

Komentar: