Politik

Info Haji

Parlemen

Hukum

Ekbis

Nasional

Peristiwa

Galeri

Otomotif

Olahraga

Opini

Daerah

Dunia

Keamanan

Pendidikan

Kesehatan

Gaya Hidup

Calon Dewan

Indeks

Nurul Arifin: Pilot Tempur Jaga Langit Indonesia, Tunjangannya Masih Terlalu Kecil!

Laporan: Halim Dzul
Minggu, 14 Juni 2026 | 14:32 WIB
Anggota Komisi I DPR RI Nurul Arifin - Humas DPR -
Anggota Komisi I DPR RI Nurul Arifin - Humas DPR -

RAJAMEDIA.CO — Makassar, Legislator — Anggota Komisi I DPR RI Nurul Arifin melontarkan sorotan tajam terhadap kesejahteraan pilot tempur TNI Angkatan Udara (TNI AU). Menurutnya, penghasilan yang diterima para penerbang tempur saat ini belum mencerminkan beratnya tanggung jawab dan tingginya risiko yang mereka hadapi dalam menjaga kedaulatan udara Indonesia.
 

Pernyataan itu disampaikan Nurul saat mengikuti Kunjungan Kerja Spesifik Komisi I DPR RI di Markas Komando Operasi Udara II Makassar, Sulawesi Selatan, Jumat (12/6/2026).
 

"Pilot tempur menjaga langit Indonesia setiap hari. Karena itu kesejahteraan mereka harus mendapat perhatian serius. Nilai yang diterima saat ini menurut kami masih sangat kecil dibanding tugas yang diemban," ujar Nurul.
 

Anggaran TNI AU Dinilai Masih Terbatas
 

Nurul juga menyoroti besaran anggaran TNI AU yang dinilai belum sebanding dengan luas wilayah udara Indonesia yang harus diamankan.
 

Berdasarkan pembahasan pagu indikatif di Komisi I DPR RI, anggaran TNI AU saat ini hanya berada di kisaran Rp11 triliun.
 

Dari jumlah tersebut, sekitar 60 persen terserap untuk belanja pegawai.
 

Artinya, hanya sekitar 40 persen yang dapat digunakan untuk operasional, pemeliharaan, modernisasi alutsista, hingga kebutuhan strategis lainnya.
 

"Kalau dibandingkan dengan luas wilayah Indonesia dan tantangan yang harus dihadapi, angka itu masih terlalu kecil," tegas politisi Partai Golkar tersebut.
 

Alih Teknologi Pesawat Tempur Berjalan Baik
 

Di tengah sorotan soal anggaran, Nurul menyampaikan kabar positif terkait pengadaan pesawat tempur baru TNI AU.
 

Menurutnya, proses transfer teknologi dan pengetahuan dari produsen pesawat kepada personel TNI AU berjalan dengan baik.
 

Setiap pembelian pesawat tempur telah dibarengi program pelatihan teknis sehingga teknisi Indonesia mampu melakukan perawatan secara mandiri.
 

"Masalah spare part dan maintenance biasanya sudah disertai alih teknologi dan knowledge dari pihak pabriknya," jelas Nurul.

Teknisi TNI AU Dinilai Mumpuni
 

Nurul menilai kualitas sumber daya manusia TNI AU, khususnya para teknisi dan personel perawatan, sudah sangat baik.
 

Mereka dinilai mampu beradaptasi dengan cepat terhadap teknologi baru yang melekat pada generasi pesawat tempur modern.
 

Menurutnya, pengalaman panjang para teknisi dalam menangani berbagai jenis alutsista membuat proses adaptasi tidak mengalami hambatan berarti.
 

"Kalau ada teknologi baru, mereka bisa cepat menyesuaikan diri karena sudah terbiasa menangani berbagai sistem pesawat tempur," katanya.
 

Minta Kemenhan Prioritaskan Pilot Tempur
 

Di akhir kunjungan, Nurul berharap Kementerian Pertahanan dapat mendistribusikan anggaran secara lebih proporsional, terutama untuk meningkatkan kesejahteraan para penerbang tempur.
 

Menurutnya, pilot tempur merupakan salah satu profesi militer dengan tingkat risiko tertinggi sehingga sudah semestinya memperoleh perhatian khusus dari negara.
 

Ia menegaskan bahwa peningkatan tunjangan bagi pilot tempur bukan sekadar soal penghargaan, melainkan investasi untuk menjaga kesiapan pertahanan udara nasional.
 

"Jika ada peningkatan anggaran, kami berharap diprioritaskan untuk menambah tunjangan para pilot tempur TNI AU agar sejalan dengan beratnya tugas yang mereka jalankan," pungkasnya.rajamedia

Komentar: