Politik

Info Haji

Parlemen

Hukum

Ekbis

Nasional

Peristiwa

Galeri

Otomotif

Olahraga

Opini

Daerah

Dunia

Keamanan

Pendidikan

Kesehatan

Gaya Hidup

Calon Dewan

Indeks

Siti Aisyah: Indonesia Darurat Narkoba, Pencegahan Harus Menyentuh Desa hingga Anak-anak

Laporan: Halim Dzul
Selasa, 03 Februari 2026 | 19:47 WIB
Anggota Komisi III DPR RI Siti Aisyah - Humas DPR -
Anggota Komisi III DPR RI Siti Aisyah - Humas DPR -

RAJAMEDIA.CO - Jakarta – Anggota Komisi III DPR RI Siti Aisyah menegaskan bahwa Indonesia saat ini berada dalam kondisi darurat narkoba yang mengancam sendi-sendi sosial bangsa hingga ke lapisan paling bawah masyarakat. Ia mendorong hadirnya pencegahan narkoba secara menyeluruh, tidak lagi parsial dan reaktif.
 

Pernyataan itu disampaikan Siti Aisyah dalam Rapat Kerja Komisi III DPR RI bersama Kepala BNN RI dan Kepala BNN Provinsi se-Indonesia di Gedung Nusantara II, Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Selasa (3/2/2026).
 

Lapas Penuh Napi Narkoba, Alarm Keras bagi Negara
 

Siti Aisyah menggambarkan kondisi darurat narkoba melalui situasi lembaga pemasyarakatan yang mengalami kelebihan kapasitas ekstrem. Menurutnya, hampir seluruh lapas di Indonesia kini didominasi oleh narapidana kasus narkotika.
 

“Dengan kondisi Indonesia yang darurat narkoba, karena hari ini lapas over capacity. Ada yang 100 persen, 200 persen, bahkan tidak bisa lagi menampung kejahatan narkoba. Dan isinya, Pak, 70 sampai 80 persen adalah kasus narkoba,” tegasnya.
 

Ia menilai kondisi tersebut bukan hanya persoalan penegakan hukum, tetapi mencerminkan kegagalan sistem pencegahan yang harus segera dibenahi secara serius.
 

Narkoba Merambah Desa, Jerat Buruh dan Petani
 

Lebih jauh, legislator Fraksi PDI Perjuangan itu mengungkapkan bahwa peredaran narkoba kini telah masuk ke desa-desa, menyasar kelompok masyarakat rentan seperti buruh tani dan pekerja serabutan.
 

Ia menyoroti pola baru peredaran narkoba melalui skema utang, di mana narkoba dibayar dengan hasil kerja. Pola ini, menurutnya, telah menjebak banyak warga desa dalam lingkaran kemiskinan, kecanduan, dan kriminalitas.
 

“Hal ini berdampak langsung pada meningkatnya tindak kriminal di pedesaan. Di lapangan saya temukan, banyak barang rumah tangga yang dijual hanya untuk membeli narkoba,” ungkapnya.
 

Anak SD Terpapar Narkoba, Situasi Makin Mengkhawatirkan
 

Yang paling mengkhawatirkan, kata Siti Aisyah, adalah masuknya narkoba ke kalangan anak-anak. Ia mengaku menerima laporan langsung dari para guru sekolah dasar terkait murid kelas lima yang sudah terpapar narkoba, bahkan terjerat utang pembelian narkoba.
 

“Kondisi ini sudah sangat mengkhawatirkan. Artinya, narkoba sudah masuk ke ruang paling dasar pendidikan kita,” katanya.
 

BNN Harus Jadi Leading Sector Hingga Desa
 

Atas kondisi tersebut, Siti Aisyah menegaskan pentingnya penguatan peran Badan Narkotika Nasional (BNN) sebagai leading sector, khususnya dalam pencegahan dan rehabilitasi berbasis wilayah.
 

“Karena hari ini narkoba sudah sampai ke desa-desa. Tidak mungkin masyarakat harus ke ibu kota provinsi hanya untuk rehabilitasi,” pungkasnya.
 

Ia menekankan, negara harus hadir lebih dekat dengan masyarakat melalui pendekatan pencegahan, rehabilitasi, dan edukasi yang menyentuh langsung akar persoalan, jika ingin benar-benar keluar dari status darurat narkoba.rajamedia

Komentar: