Politik

Info Haji

Parlemen

Hukum

Ekbis

Nasional

Peristiwa

Galeri

Otomotif

Olahraga

Opini

Daerah

Dunia

Keamanan

Pendidikan

Kesehatan

Gaya Hidup

Calon Dewan

Indeks

Satu Dasawarsa Berdiri, MBS Ki Bagus Hadikusumo Kian Mantap Mencetak Ulama Muda

Pelepasan Wisuda Angkatan VI

Laporan: Zaki
Sabtu, 17 Januari 2026 | 19:38 WIB
Dirjen Pendidikan Vokasi Tatang Muttaqin, Ketua PWM DKI Jakarta Dr. H. Ahmad Abu Bakar, tokoh Muslim nasional Prof. Dr. Din Syamsuddin, serta Pimpinan BAZNAS RI Dr. H. Rizaludin Kurniawan hadir di acara Milad MBS Ki Bagus Hadikusumo ke - 10 - Istimewa -
Dirjen Pendidikan Vokasi Tatang Muttaqin, Ketua PWM DKI Jakarta Dr. H. Ahmad Abu Bakar, tokoh Muslim nasional Prof. Dr. Din Syamsuddin, serta Pimpinan BAZNAS RI Dr. H. Rizaludin Kurniawan hadir di acara Milad MBS Ki Bagus Hadikusumo ke - 10 - Istimewa -

RAJAMEDIA.CO - Bogor – Pesantren Muhammadiyah Boarding School (MBS) Ki Bagus Hadikusumo menandai satu dekade pengabdiannya dalam dunia pendidikan Islam dengan menggelar Pelepasan Wisuda Angkatan VI yang dirangkaikan dengan Milad ke-10, Sabtu (17/1/2026). 
 

Acara yang berlangsung khidmat ini menjadi momentum refleksi perjalanan pesantren sekaligus peneguhan komitmen mencetak kader ulama dan pemimpin masa depan.
 

Mengusung tema “Satu Dasawarsa MBS Ki Bagus Hadikusumo Terdepan Menyiapkan Kader Ulama dan Pemimpin Masa Depan”, kegiatan digelar di Kampus MBS Ki Bagus Hadikusumo, Jampang, Bogor, dan dihadiri tokoh nasional, pimpinan Muhammadiyah, akademisi, hingga para wali santri.
 

Syukur Satu Dekade, Doa untuk Para Pendiri
 

Mudir Pesantren MBS Ki Bagus Hadikusumo, KH. Endang Mintarja, dalam sambutannya menyampaikan rasa syukur atas perjalanan 10 tahun pesantren yang dirintis dengan penuh keterbatasan namun sarat semangat dakwah dan pendidikan.

Ia juga mengenang para pendiri pesantren, khususnya almarhum KH. Husni Thoyar, yang telah meletakkan fondasi kuat bagi lahirnya MBS Ki Bagus Hadikusumo sebagai pesantren kader Muhammadiyah.
 

“Sepuluh tahun ini bukan perjalanan yang singkat. Banyak doa, pengorbanan, dan keikhlasan yang menjadi energi utama MBS hingga bisa berdiri seperti hari ini,” ujar KH. Endang.
 

Prestasi Santri Jadi Bukti Kualitas
 

Tak hanya refleksi, Milad ke-10 ini juga menjadi ajang pembuktian capaian akademik dan karakter santri. KH. Endang menegaskan, santri MBS Ki Bagus Hadikusumo telah menunjukkan kualitas unggul, mulai dari kemampuan membaca kitab kuning (kitab gundul) hingga prestasi sains tingkat nasional, termasuk medali emas bidang astronomi.

Menariknya, prestasi tersebut diraih di tengah keterbatasan sarana, seperti minimnya alat observasi astronomi.
 

“Ini membuktikan bahwa keterbatasan fasilitas tidak menghalangi lahirnya prestasi, selama ada semangat belajar dan pembinaan yang istiqamah,” tegasnya.
 

Dukungan Kampus dan Lembaga Nasional
 

Dalam kesempatan itu, Mudir Pesantren juga menyampaikan apresiasi kepada berbagai pihak yang selama ini mendukung pengembangan MBS, di antaranya Universitas Muhammadiyah Jakarta (UMJ), ITB Ahmad Dahlan, UHAMKA, serta RS Islam Jakarta.
 

Kehadiran tokoh-tokoh nasional turut menegaskan posisi strategis MBS Ki Bagus Hadikusumo dalam ekosistem pendidikan Muhammadiyah. Tampak hadir antara lain Dirjen Pendidikan Vokasi Tatang Muttaqin, Ketua PWM DKI Jakarta Dr. H. Ahmad Abu Bakar, tokoh Muslim nasional Prof. Dr. Din Syamsuddin, serta Pimpinan BAZNAS RI Dr. H. Rizaludin Kurniawan.
 

Wisuda, Harapan, dan Estafet Perjuangan
 

Rangkaian acara diawali dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an, dilanjutkan menyanyikan Indonesia Raya, Mars Muhammadiyah, dan Mars MBS Ki Bagus Hadikusumo, serta ditutup dengan pelantikan wisudawan Angkatan VI.
 

Menjelang penutupan, suasana haru mewarnai sesi foto bersama antara wali santri yang tergabung dalam Bravo Generation dengan Dewan Mudir. Momentum ini menjadi simbol estafet perjuangan—bahwa para lulusan MBS diharapkan siap melanjutkan peran sebagai kader dakwah, ulama, dan pemimpin umat di masa depan.
 

Satu dekade telah dilalui. MBS Ki Bagus Hadikusumo kini menatap masa depan dengan keyakinan: pendidikan berbasis iman, ilmu, dan akhlak adalah investasi peradaban.rajamedia

Komentar: