Prof. Din Syamsuddin: Santri MBS Harus Kokoh dalam Islam, Luas dalam Kebangsaan!
RAJAMEDIA.CO - Jampang, Boogor — Tokoh muslim nasional sekaligus mantan Ketua Umum PP Muhammadiyah, Prof. Dr. Din Syamsuddin, M.A., menegaskan bahwa santri Muhammadiyah harus tampil sebagai pribadi yang kokoh dalam keislaman, namun sekaligus luas dalam wawasan kebangsaan.
Pesan tersebut disampaikan dalam amanat pada acara Pelepasan Wisuda Angkatan VI dan Milad ke-10 Muhammadiyah Boarding School (MBS) Ki Bagus Hadikusumo.
Dalam suasana khidmat peringatan satu dasawarsa berdirinya pesantren, Din Syamsuddin menyebut momentum tersebut sebagai capaian sejarah penting dalam perjalanan MBS Ki Bagus Hadikusumo sebagai pusat kaderisasi umat dan bangsa.
Satu Dasawarsa Perjalanan Kaderisasi
Mengawali amanatnya, Din Syamsuddin mengungkapkan rasa syukur atas perjalanan sepuluh tahun MBS Ki Bagus Hadikusumo yang dinilainya sebagai waktu cukup untuk membuktikan eksistensi dan arah perjuangan sebuah lembaga pendidikan.
_1768805419.jpg)
“Satu dasawarsa bukan waktu yang singkat, namun juga bukan waktu yang terlalu lama untuk menunjukkan keberhasilan. Hari ini kita menyaksikan lahirnya kader-kader masa depan,” ujar Din.
Beban Sejarah Nama Ki Bagus Hadikusumo
Din menegaskan, nama besar Ki Bagus Hadikusumo yang disematkan pada pesantren ini bukan sekadar simbol, melainkan amanah sejarah. Ki Bagus Hadikusumo dikenal sebagai tokoh perumus Pancasila dan pemimpin Muhammadiyah yang teguh dalam prinsip keislaman dan kebangsaan.
“Santri yang lulus dari sini harus memiliki gen perjuangan Ki Bagus Hadikusumo—kokoh dalam Islam, tetapi juga luas dalam wawasan kebangsaan,” tegasnya.
Mencetak Intelek Ulama dan Ulama Intelek
Dalam amanatnya, Din Syamsuddin menyampaikan kekagumannya atas kemampuan santri, khususnya prestasi di bidang astronomi meski dengan keterbatasan sarana. Menurutnya, hal tersebut mencerminkan semangat Iqra yang sejati.
“Di Muhammadiyah, kita tidak ingin hanya mencetak orang yang tahu agama, tetapi Intelek yang Ulama dan Ulama yang Intelek. Al-Qur’an dan sains harus berjalan beriringan,” katanya.
Ia menilai MBS Ki Bagus Hadikusumo memiliki potensi besar menjadi pusat keunggulan pendidikan yang memadukan keislaman, keilmuan, dan kemodernan.
Pesan Tegas untuk Wisudawan
Kepada para wisudawan Angkatan VI, Din Syamsuddin menyampaikan tiga pesan utama. Pertama, jangan berhenti belajar, karena wisuda hanyalah terminal kecil dalam perjalanan panjang menuntut ilmu. Kedua, jaga akhlak karimah, sebab kecerdasan tanpa akhlak hanya akan melahirkan kerusakan. Ketiga, militansi kader, yakni menjadi kader Muhammadiyah yang mencerahkan dan memberi solusi bagi masyarakat.
“Tunjukkan di mana pun kalian berada, bahwa kalian adalah lulusan MBS Ki Bagus Hadikusumo yang beradab,” pesannya.
Apresiasi untuk Pengasuh Pesantren
Din Syamsuddin juga memberikan apresiasi khusus kepada Mudir Pesantren KH. Endang Mintarja, KH. Nur Ahmad, KH. Ahsin, jajaran pimpinan, dan seluruh asatidz yang dinilainya telah menanam investasi dunia-akhirat melalui pendidikan santri.

“Mengelola pesantren di era modern penuh tantangan. Sepuluh tahun ini baru permulaan. Mari kita songsong dasawarsa kedua dengan optimisme yang lebih besar,” ujarnya.
Doa dan Harapan Pengembangan Pesantren
Menutup amanatnya, Din Syamsuddin mendoakan agar MBS Ki Bagus Hadikusumo terus berkembang dan menjadi kebanggaan umat serta bangsa. Ia juga menyampaikan doa agar rencana pembangunan klinik kesehatan bekerja sama dengan RSIJ dapat segera terwujud sebagai bagian dari penguatan layanan pesantren.
“Teruslah maju MBS Ki Bagus Hadikusumo. Nashrun minallahi wa fathun qarib,” pungkasnya.![]()
Peristiwa 3 hari yang lalu
Daerah | 1 hari yang lalu
Nasional | 5 hari yang lalu
Nasional | 1 hari yang lalu
Parlemen | 5 hari yang lalu
Opini | 3 hari yang lalu
Nasional | 6 hari yang lalu
Hukum | 4 hari yang lalu
Nasional | 5 hari yang lalu
Olahraga | 6 hari yang lalu
