Politik

Info Haji

Parlemen

Hukum

Ekbis

Nasional

Peristiwa

Galeri

Otomotif

Olahraga

Opini

Daerah

Dunia

Keamanan

Pendidikan

Kesehatan

Gaya Hidup

Calon Dewan

Indeks

Din Syamsuddin: Kesyahidan Ali Khamenei Jadi Amunisi Baru Iran Hancurkan Israel-AS

Laporan: Zulhidayat Siregar
Selasa, 03 Maret 2026 | 11:15 WIB
Pemimpin tertinggi Iran, Asy-Syahid Ayatollah Ali Khamenei - ist
Pemimpin tertinggi Iran, Asy-Syahid Ayatollah Ali Khamenei - ist

RAJAMEDIA.CO - Jakarta, Geopolitik - Guru Besar Politik Islam Global FISIP UIN Jakarta, M. Din Syamsuddin, mengecam keras serangan militer yang dilakukan Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran, terlebih dengan menargetkan para pemimpin negara Mullah tersebut, terutama pemimpin tertingginya Ayatollah Ali Khamenei.


Dia menegaskan tindakan kedua negara tersebut melanggar hak-hak asasi manusia, hukum internasional, dan bahkan merupakan sebagai bentuk terorisme yang nyata. "Tentu manusia berhati nurani mengecam pembunuhan Ayatullah Ali Khamenei dan beberapa jenderal Iran sebagai perbuatan keji dan kejam," jelas Din, Selasa (3/3/2026).


Menariknya, dia menilai, kesyahidan pemimpin spiritual Iran itu tidak akan melemahkan negara tersebut. Justru akan menjadi amunisi baru bagi Iran untuk melancarkan serangan balasan terhadap Israel dan kepentingan Amerika Serikat di kawasan Timur Tengah.


Selain mengerahkan kemampuan persenjataan besar yang dimilikinya, yang kenyataan melebihi data yang terbuka di publik, Iran menemukan semangat baru untuk berperang. "Hari-hari ke depan Tel Aviv dan pangkalan militer Amerika Serikat di kawasan akan semakin hancur," ungkap Ketua Poros Dunia Wasatiyyat Islam ini.


Hal itu akan membuat Israel dan Amerika Serikat akan kewalahan menghadapi situasi. Dengan demikian, dalam analisa Din, boleh jadi kedua negara itu akan mencari cara untuk menyerah atau menawarkan genjatan senjata.


Terlebih, sambung Ketua World Peace Forum ini, gugurnya Ayatollah Ali Khamenei pun akan mengkonsolidasikan kekuatan rakyat Iran. Karena marah, rakyat Iran yang memiliki masa lampau yang jaya dan daya juang tinggi akan bangkit dan setia berada di belakang Korps Garda Revolusi Iran (IRGC).


Sehingga, katanya menekankan, pihak oposisi pemerintah yang selama ini mendapat dukungan dari Amerika Serikat bakal tergilas oleh soliditas dan kekuatan rakyat Iran tersebut. rajamedia

Komentar: