Dari Kitab Kuning hingga Sains, MBS Ki Bagus Hadikusumo Teguhkan Jati Diri Pesantren Muhammadiyah
RAJAMEDIA.CO - Jampang, Bogor — Mudir Pesantren Muhammadiyah Boarding School (MBS) Ki Bagus Hadikusumo, KH. Endang Mintarja, menegaskan bahwa pesantren Muhammadiyah hadir bukan sekadar sebagai lembaga pendidikan, melainkan sebagai pusat kaderisasi ulama dan pemimpin masa depan umat dan bangsa.
Hal itu disampaikan dalam sambutan Milad ke-10 MBS Ki Bagus Hadikusumo yang dirangkaikan dengan Pelepasan Wisuda Angkatan ke-6, Sabtu (17/1/2026).
Dalam suasana khidmat dan penuh rasa syukur, KH. Endang membuka sambutannya dengan menegaskan pentingnya ilmu sebagai puncak kesempurnaan manusia serta mengajak seluruh hadirin mendoakan para pendiri dan pejuang awal pesantren.
Mengalirkan Amal Jariyah Para Pendiri
KH. Endang menyampaikan penghormatan mendalam kepada para Dewan Mudir serta para pendiri MBS Ki Bagus Hadikusumo, khususnya almarhum KH. Husni Thoyar.
“Semoga Allah Taala menjadikan MBS ini sebagai amal jariyah beliau yang terus mengalir, dan kelak kita dipertemukan kembali di surga-Nya,” tuturnya.
Ia juga menyebut peran penting Dr. Edi Sukardi dan jajaran Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) DKI Jakarta yang sejak awal membidani kelahiran MBS dan hingga kini konsisten mendampingi perjalanan pesantren.
Disokong Perguruan Tinggi Muhammadiyah
Dalam laporannya, KH. Endang mengapresiasi dukungan lima perguruan tinggi Muhammadiyah dan amal usaha kesehatan yang menjadi mitra strategis MBS Ki Bagus Hadikusumo.
Universitas Muhammadiyah Jakarta (UMJ) disebut sebagai institusi yang secara historis turut melanjutkan embrio sekolah berbasis pesantren. Dukungan juga datang dari ITB Ahmad Dahlan, UHAMKA, Universitas Muhammadiyah Tangerang (UMT), serta Rumah Sakit Islam Jakarta (RSIJ).
“Kami berharap ke depan RSIJ dapat membangun klinik di lingkungan MBS, agar santri mendapat layanan kesehatan yang lebih dekat dan layak,” ujarnya.
Pesantren Cepat Tumbuh Tanpa Donatur Khusus
KH. Endang mengungkapkan, berdasarkan penilaian Pimpinan Pusat Muhammadiyah, MBS Ki Bagus Hadikusumo termasuk pesantren Muhammadiyah dengan perkembangan tercepat.
Menariknya, capaian tersebut diraih tanpa donatur tetap.
“Kami tidak punya donatur khusus. Semua ini hasil kerja keras, keikhlasan, dan gotong royong seluruh civitas MBS,” tegasnya.
Prestasi Kitab Kuning hingga Medali Emas Sains
Dalam sambutan yang disambut tepuk tangan hadirin, KH. Endang menyoroti prestasi santri yang mampu membaca kitab kuning (kitab gundul), sekaligus mematahkan stigma bahwa pesantren Muhammadiyah tidak menguasai turats keilmuan klasik.
“Ketika ditanya, ‘Muhammadiyah bisa baca kitab kuning?’ Anak-anak kita menjawab dengan prestasi,” katanya.
Tak hanya itu, santri MBS juga berhasil meraih medali emas bidang sains, khususnya astronomi, dalam ajang internal nasional Muhammadiyah.
Ironisnya, prestasi tersebut diraih di tengah keterbatasan sarana.
“Juara astronomi, tapi belum punya teropong. Semua masih manual. Mudah-mudahan ini jadi perhatian kita bersama,” ungkapnya dengan nada reflektif.
Meneguhkan Visi Pesantren Muhammadiyah
KH. Endang menutup sambutannya dengan menegaskan bahwa MBS Ki Bagus Hadikusumo akan terus istiqamah pada visi Muhammadiyah: mencetak kader ulama yang berilmu, berakhlak, dan pemimpin yang berintegritas.
“Ini bukti bahwa pesantren Muhammadiyah siap menatap masa depan umat dan bangsa,” pungkasnya.![]()
Olahraga | 6 hari yang lalu
Peristiwa | 1 hari yang lalu
Hukum | 5 hari yang lalu
Parlemen | 4 hari yang lalu
Nasional | 3 hari yang lalu
Hukum | 6 hari yang lalu
Olahraga | 6 hari yang lalu
Nasional | 5 hari yang lalu
Hukum | 5 hari yang lalu
