Prabowo Resmikan Akad Massal 62.710 Rumah Subsidi, Rekor FLPP Pecah Sepanjang Sejarah!
RAJAMEDIA.CO – Sidoarjo – Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto resmi memulai akad massal 62.710 unit KPR Rumah Subsidi dan KUR Perumahan yang digelar serentak di 36 provinsi, Kamis (30/7/2026).
Acara dipusatkan di Perumahan Puri Delta City Side, Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur, dan diikuti 7.100 debitur secara langsung maupun virtual dengan total nilai pembiayaan mencapai Rp880 miliar.
Presiden hadir didampingi Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait serta Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY).

"Bismillahirrahmanirrahim. Pada siang hari ini, Kamis 30 Juli 2026, saya Prabowo Subianto, Presiden Republik Indonesia, secara resmi menyatakan akad massal 62.000 unit KPR dimulai," ujar Presiden Prabowo.
62 Ribu Keluarga Sambut Mimpi Memiliki Rumah
Presiden Prabowo mengaku bangga karena pemerintah mampu menghadirkan kebahagiaan bagi puluhan ribu keluarga Indonesia melalui program rumah subsidi.
Menurutnya, kepemilikan rumah bukan sekadar pembangunan fisik, tetapi juga investasi masa depan keluarga Indonesia.

"Adalah kehormatan dan kebahagiaan bagi saya untuk hadir dalam acara ini. Saya terutama bangga bahwa pemerintah dapat memberi kebahagiaan kepada 62.000 keluarga warga negara kita," kata Prabowo.
Ia menegaskan, pemerintah akan terus memperluas program perumahan agar semakin banyak masyarakat berpenghasilan rendah dapat memiliki hunian yang layak.
"Kita menghendaki seluruh warga Indonesia bisa punya rumah yang layak. Prestasi yang sudah kita capai signifikan, tetapi masih banyak yang harus kita kerjakan," tegasnya.
Ara: Rekor FLPP Pecah di Era Prabowo
Menteri PKP Maruarar Sirait mengungkapkan, penyaluran rumah subsidi melalui skema Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) pada masa pemerintahan Presiden Prabowo mencatatkan sejarah baru.

Menurut Ara, selama program FLPP berjalan sejak 2010, baru pada era Presiden Prabowo penyaluran rumah subsidi mencapai angka tertinggi.
"Selama 15 tahun, dari 2010 sampai 2025, baru pada masa Presiden Prabowo menjadi yang tertinggi. Tahun 2023 sebanyak 228 ribu unit, sedangkan tahun 2025 mencapai 278 ribu unit. Ini rekor sepanjang sejarah FLPP," ungkap Ara.
BPHTB Gratis, PBG Nol Rupiah, DP Cuma 1 Persen
Ara menjelaskan, lonjakan penyaluran rumah subsidi merupakan hasil berbagai kebijakan pro-rakyat yang diterbitkan Presiden Prabowo.
Di antaranya:
1. Pembebasan Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan (BPHTB).
2. Persetujuan Bangunan Gedung (PBG) gratis bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR).
3. Perpanjangan insentif PPN Ditanggung Pemerintah (PPN DTP).
4. Suku bunga KPR subsidi tetap 5 persen, meski BI Rate berada di level 5,75 persen.
5. Uang muka (DP) hanya 1 persen dan sudah termasuk perlindungan asuransi.
"Suku bunga rumah subsidi tetap 5 persen meski BI Rate 5,75 persen. DP hanya satu persen dan sudah termasuk asuransi," jelasnya.
Tenor Sampai 40 Tahun
Pemerintah juga menghadirkan kebijakan baru berupa tenor KPR subsidi hingga 40 tahun.
Kebijakan tersebut merupakan hasil sinergi antara BP Tapera, Kementerian Keuangan, dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) guna memberikan cicilan yang lebih ringan bagi masyarakat.

Dengan tenor yang lebih panjang, masyarakat memiliki fleksibilitas lebih besar dalam menentukan kemampuan mencicil rumah.
Gen Z Kini Bisa Punya Rumah
Dalam dialog virtual bersama Presiden, sejumlah penerima manfaat menyampaikan rasa syukur mereka.
Salah satunya Sarah (23), pedagang kios kelontong asal Banda Aceh.
Ia mengaku Program KPR Sejahtera FLPP telah mewujudkan impian generasi muda untuk memiliki rumah pertama.
"Terima kasih kepada Bapak Presiden. Berkat Program KPR Sejahtera FLPP, kami generasi Z bisa memiliki rumah impian. Semoga Bapak selalu diberi keberkahan dan kesehatan," ucap Sarah.
Prabowo Tinjau Langsung Rumah Warga
Sebelum prosesi akad massal dimulai, Presiden Prabowo menyempatkan diri meninjau dua rumah subsidi yang telah dihuni warga di Perumahan Puri Delta City Side.

Dua rumah tersebut ditempati oleh Rosmini, seorang pedagang sembako, dan Rahma Yuliani, yang bekerja sebagai satpam.
Kunjungan itu menjadi simbol komitmen pemerintah memastikan program rumah subsidi benar-benar memberikan manfaat nyata bagi masyarakat berpenghasilan rendah.
RAJA MEDIA — Cepat, Tegas, Terpercaya.![]()
Olahraga | 5 hari yang lalu
Parlemen | 1 hari yang lalu
Nasional | 3 hari yang lalu
Hukum | 4 hari yang lalu
Opini | 5 hari yang lalu
Parlemen | 6 hari yang lalu
Parlemen | 3 hari yang lalu
Hukum | 6 hari yang lalu
Olahraga | 2 hari yang lalu