Politik

Info Haji

Parlemen

Hukum

Ekbis

Nasional

Peristiwa

Galeri

Otomotif

Olahraga

Opini

Daerah

Dunia

Keamanan

Pendidikan

Kesehatan

Gaya Hidup

Calon Dewan

Indeks

Narkoba Kepung Generasi Muda! Polisi, BNN, hingga Sekolah Serentak Turun Tangan!

Laporan: Halim Dzul
Minggu, 19 April 2026 | 20:27 WIB
Anggota Komisi III DPR RI, Mangihut Sinaga - Humas DPR -
Anggota Komisi III DPR RI, Mangihut Sinaga - Humas DPR -

RAJAMEDIA.CO - Manado, Lgislator — Alarm bahaya narkoba kembali berbunyi keras. Peredarannya kian meluas, menyusup hingga ke lapisan paling rentan: generasi muda. Kondisi ini tak lagi bisa dianggap biasa. Negara diminta bergerak lebih cepat, lebih tegas, dan lebih terkoordinasi.
 

Anggota Komisi III DPR RI, Mangihut Sinaga, angkat suara. Ia menegaskan, perang melawan narkoba bukan tugas satu institusi, melainkan tanggung jawab bersama—aparat, pemerintah, hingga anak muda itu sendiri.
 

Ancaman Nyata, Efeknya Diam-diam Mematikan
 

Dalam kunjungan kerja spesifik Komisi III ke Manado, Kamis (16/4/2026), Mangihut mengingatkan bahwa narkoba adalah ancaman laten yang sering tak disadari dampaknya.
 

“Narkoba ini ada di mana-mana. Dampaknya memang tidak langsung terasa, tapi beberapa tahun ke depan bisa berujung penderitaan bahkan kematian,” tegasnya.
 

Pertemuan itu melibatkan jajaran strategis: Kapolda Sulut, Kejati, hingga Badan Narkotika Nasional Provinsi Sulut. Semua sepakat, ancaman ini sudah masuk kategori darurat.
 

Apresiasi untuk Polisi, Tapi Perang Belum Selesai
 

Mangihut tetap memberi kredit pada aparat kepolisian yang selama ini aktif dalam penegakan hukum. Namun, ia mengingatkan: keberhasilan penindakan belum cukup.
 

Peredaran narkoba masih masif. Artinya, strategi harus diperluas—bukan hanya menangkap pelaku, tapi memutus mata rantai dari hulu ke hilir.
 

Kesadaran Publik Masih Lemah
 

Salah satu akar masalah, kata Mangihut, adalah rendahnya kesadaran masyarakat tentang bahaya narkoba jangka panjang.
 

Di banyak daerah, narkoba tidak lagi dianggap ancaman serius. Justru ini yang membuat peredarannya terus tumbuh diam-diam.
 

“Ini yang harus kita ubah. Edukasi harus diperkuat, terutama di lingkungan pendidikan,” ujarnya.
 

Sekolah Jadi Garda Depan Pencegahan
 

Mangihut menekankan pentingnya menjadikan sekolah dan kampus sebagai benteng utama.
 

Generasi muda bukan hanya kelompok paling rentan, tapi juga penentu arah masa depan bangsa. Jika mereka terjerumus, dampaknya bukan sekadar individu—tapi sistemik.
 

Pengawasan, penyuluhan, dan pembinaan harus digencarkan secara konsisten.
 

Tangis di Kampung Halaman
 

Momen paling emosional datang saat Mangihut bercerita tentang kunjungannya ke Sumatera Utara—kampung halamannya.
 

Ia mengaku tak kuasa menahan air mata melihat tingginya peredaran narkoba di daerah tersebut.
 

“Saya prihatin. Ini nyata di depan mata. Kita tidak bisa menutup mata lagi,” ungkapnya.
 

Seruan Tegas: Ini Soal Masa Depan Bangsa
 

Bagi Mangihut, isu narkoba bukan sekadar persoalan hukum. Ini soal masa depan Indonesia.
 

Ia meminta sinergi lebih kuat antara kepolisian, BNN, pemerintah daerah, dan masyarakat. Pembinaan generasi muda harus berjalan beriringan dengan penindakan hukum.
 

“Kita bicara calon pemimpin bangsa ke depan. Kalau mereka rusak karena narkoba, apa yang tersisa?” pungkasnya.rajamedia

Komentar: