Miris! Ibu Melahirkan di Jalan Rusak—Komisi IX DPR: Negara Jangan Kalah oleh Akses
RAJAMEDIA.CO — Jakarta. Legislator — Sebuah peristiwa menyentak nurani datang dari Desa Kopeang, Mamuju, Sulawesi Barat. Seorang ibu terpaksa melahirkan di tengah perjalanan—bukan karena pilihan, tapi karena jalan rusak menghalangi akses ke fasilitas kesehatan.
Anggota Komisi IX DPR RI, Netty Prasetiyani, angkat suara keras. Baginya, kejadian ini bukan sekadar insiden—tapi cermin nyata ketimpangan layanan dasar.
Netty: Nyawa Ibu Jangan Ditentukan Jalan Rusak
Peristiwa itu terjadi karena ambulans tak mampu menjangkau lokasi. Sang ibu akhirnya dibawa dengan kendaraan sederhana—dan melahirkan sebelum tiba di puskesmas.
Meski ibu dan bayi selamat, Netty menegaskan ini alarm serius.
“Keselamatan ibu dan bayi tidak boleh ditentukan oleh kondisi jalan,” tegasnya, Kamis (2/4/2026).
Masalahnya Bukan Sekadar Faskes
Menurut Netty, persoalan ini tak bisa dilihat sempit sebagai kurangnya fasilitas kesehatan.
Masalah utamanya justru kombinasi:
1. Infrastruktur jalan yang buruk
2. Akses layanan darurat yang terbatas
3. Minimnya fasilitas kesehatan dekat warga
Artinya, sistem pelayanan kesehatan belum terintegrasi dengan baik di lapangan.
Desa Butuh Puskesmas Layak dan Siap Siaga
Netty mendorong penguatan layanan kesehatan tingkat pertama, terutama di desa.
Puskesmas pembantu harus:
1. Memiliki sarana memadai
2. Siap menangani persalinan
3. Didukung tenaga kesehatan kompeten
Tanpa itu, risiko keterlambatan penanganan akan terus terjadi.
Perbaikan Jalan Harus Jadi Prioritas
Selain layanan kesehatan, Netty menekankan pentingnya infrastruktur dasar.
Jalan bukan sekadar akses ekonomi—tapi jalur penyelamat nyawa.
Ia mendesak percepatan perbaikan jalan di wilayah terdampak agar kejadian serupa tak terulang, terutama bagi ibu hamil dalam kondisi darurat.
Butuh Sinergi Pusat dan Daerah
Netty juga menyoroti pentingnya koordinasi lintas sektor:
1. Kementerian Kesehatan Republik Indonesia
2. Kementerian Dalam Negeri Republik Indonesia
Keduanya harus memastikan pemerintah daerah benar-benar hadir sebagai ujung tombak pelayanan.
“Sinergi pusat dan daerah adalah kunci menghadirkan layanan yang merata,” ujarnya.
Target Nasional: Layanan Merata hingga Pelosok
Penguatan layanan kesehatan ibu dan anak, kata Netty, sudah masuk dalam agenda besar nasional melalui Rencana Induk Bidang Kesehatan 2025–2029.
Fokusnya:
- Akses cepat
- Pelayanan aman
- Standar layak di seluruh wilayah
“Kita harus pastikan layanan kesehatan ibu bisa diakses dengan cepat, aman, dan bermartabat,” tegasnya.
Ketika seorang ibu harus melahirkan di jalan rusak, yang gagal bukan hanya infrastruktur—tapi sistem. Negara tak boleh kalah oleh medan. Karena dalam urusan nyawa, setiap detik dan setiap akses adalah segalanya.![]()
Pendidikan | 5 hari yang lalu
Ekbis | 2 hari yang lalu
Olahraga | 3 hari yang lalu
Keamanan | 5 hari yang lalu
Hukum | 3 hari yang lalu
Keamanan | 5 hari yang lalu
Hukum | 5 hari yang lalu
Nasional | 2 hari yang lalu
Politik | 19 jam yang lalu