Politik

Info Haji

Parlemen

Hukum

Ekbis

Nasional

Peristiwa

Galeri

Otomotif

Olahraga

Opini

Daerah

Dunia

Keamanan

Pendidikan

Kesehatan

Gaya Hidup

Calon Dewan

Indeks

Miris! Ibu Melahirkan di Jalan Rusak—Komisi IX DPR: Negara Jangan Kalah oleh Akses

Laporan: Halim Dzul
Jumat, 03 April 2026 | 06:54 WIB
Anggota Komisi IX DPR RI, Netty Prasetiyani - Humas DPR -
Anggota Komisi IX DPR RI, Netty Prasetiyani - Humas DPR -

RAJAMEDIA.CO — Jakarta. Legislator — Sebuah peristiwa menyentak nurani datang dari Desa Kopeang, Mamuju, Sulawesi Barat. Seorang ibu terpaksa melahirkan di tengah perjalanan—bukan karena pilihan, tapi karena jalan rusak menghalangi akses ke fasilitas kesehatan.
 

Anggota Komisi IX DPR RI, Netty Prasetiyani, angkat suara keras. Baginya, kejadian ini bukan sekadar insiden—tapi cermin nyata ketimpangan layanan dasar.
 

Netty: Nyawa Ibu Jangan Ditentukan Jalan Rusak
 

Peristiwa itu terjadi karena ambulans tak mampu menjangkau lokasi. Sang ibu akhirnya dibawa dengan kendaraan sederhana—dan melahirkan sebelum tiba di puskesmas.
 

Meski ibu dan bayi selamat, Netty menegaskan ini alarm serius.
 

“Keselamatan ibu dan bayi tidak boleh ditentukan oleh kondisi jalan,” tegasnya, Kamis (2/4/2026).
 

Masalahnya Bukan Sekadar Faskes
 

Menurut Netty, persoalan ini tak bisa dilihat sempit sebagai kurangnya fasilitas kesehatan.
 

Masalah utamanya justru kombinasi:
 

1. Infrastruktur jalan yang buruk 

2. Akses layanan darurat yang terbatas 

3. Minimnya fasilitas kesehatan dekat warga 
 

Artinya, sistem pelayanan kesehatan belum terintegrasi dengan baik di lapangan.
 

Desa Butuh Puskesmas Layak dan Siap Siaga
 

Netty mendorong penguatan layanan kesehatan tingkat pertama, terutama di desa.
 

Puskesmas pembantu harus:
 

1. Memiliki sarana memadai 

2. Siap menangani persalinan 

3. Didukung tenaga kesehatan kompeten 
 

Tanpa itu, risiko keterlambatan penanganan akan terus terjadi.
 

Perbaikan Jalan Harus Jadi Prioritas
 

Selain layanan kesehatan, Netty menekankan pentingnya infrastruktur dasar.
 

Jalan bukan sekadar akses ekonomi—tapi jalur penyelamat nyawa.
 

Ia mendesak percepatan perbaikan jalan di wilayah terdampak agar kejadian serupa tak terulang, terutama bagi ibu hamil dalam kondisi darurat.
 

Butuh Sinergi Pusat dan Daerah
 

Netty juga menyoroti pentingnya koordinasi lintas sektor:
 

1. Kementerian Kesehatan Republik Indonesia 

2. Kementerian Dalam Negeri Republik Indonesia 
 

Keduanya harus memastikan pemerintah daerah benar-benar hadir sebagai ujung tombak pelayanan.
 

“Sinergi pusat dan daerah adalah kunci menghadirkan layanan yang merata,” ujarnya.
 

Target Nasional: Layanan Merata hingga Pelosok
 

Penguatan layanan kesehatan ibu dan anak, kata Netty, sudah masuk dalam agenda besar nasional melalui Rencana Induk Bidang Kesehatan 2025–2029.
 

Fokusnya:
 

- Akses cepat 

- Pelayanan aman 

- Standar layak di seluruh wilayah 
 

“Kita harus pastikan layanan kesehatan ibu bisa diakses dengan cepat, aman, dan bermartabat,” tegasnya.
 

Ketika seorang ibu harus melahirkan di jalan rusak, yang gagal bukan hanya infrastruktur—tapi sistem. Negara tak boleh kalah oleh medan. Karena dalam urusan nyawa, setiap detik dan setiap akses adalah segalanya.rajamedia

Komentar: