Politik

Info Haji

Parlemen

Hukum

Ekbis

Nasional

Peristiwa

Galeri

Otomotif

Olahraga

Opini

Daerah

Dunia

Keamanan

Pendidikan

Kesehatan

Gaya Hidup

Calon Dewan

Indeks

Refleksi Ramadhan

Menuju Manusia Sempurna

Oleh: Dahnil Anzar Simanjuntak
Senin, 09 Maret 2026 | 10:34 WIB
Wamenhaj RI, Dahnil Anzar Simanjuntak
Wamenhaj RI, Dahnil Anzar Simanjuntak

RAJAMEDIA.CO - Murtadha Muthahhari, dalam buku Manusia Sempurna (Perfect Man) menerjemahkan manusia sempurna atau "insan kamil" sebagai manusia yang mengembangkan nilai-nilai Islam. Atau mengutip Ibnu Arabi, manusia yang berusaha mendekati dan mencontoh sifat-sifat Allah SWT atau Asma Allah secara seimbang. Manusia sempurna atau insan kamil, bagi Muthahhari, adalah manusia yang mengembangkan semua kualitas yang baik secara seimbang. Kualitas itu dapat berupa cinta kasih, intelektual, keberanian, kejujuran, dan kreativitas.


Sahabat! Ramadhan bulan konstruktif bagi usaha melahirkan manusia sempurna. Bak laboratorium, Ramadhan melalui ibadah puasa melatih moral mencapai dan mendekatkan diri menuju manusia sempurna. Agaknya sulit mencapai cita menjadi manusia sempurna. Namun usaha menuju manusia sempurna akan merangkai kesempurnaan dalam ketidaksempurnaan. Dan kita harus mampu menangkap substansi Ramadhan melalui puasa untuk mencapai kesempurnaan akhlak atau moral tersebut, tidak sekadar mendapatkan lapar dan haus, tanpa makna perubahan substansi menuju kesempurnaan.


Dari sisi pandang Islam. Ada dua cara untuk menuju manusia sempurna. Pertama, adalah mempelajari dan menghayati bagaimana Al-Quran dan As-Sunnah mendefenisikan manusia sempurna. Atau kita dapat defenisikan bagaimana Al-Quran mengajarkan kita sebagai umat Islam menjadi muslim sempurna, di mana kita mampu mencapai kesempurnaan dalam keimanan yang termanifestasi melalui pikir dan laku kita.


La'allakum tattaqun (2:183) yang bermakna 'supaya/agar kalian bertakwa' merupakan pesan pencapaian menuju manusia sempurna yang akan diperoleh melalui ibadah puasa. Karena itu apabila puasa kita tidak mampu menjadikan kita sebagai muslim, menuju akhlak dan moral manusia sempurna, maka gagallah puasa kita, yang tersisa adalah lapar dan haus.


Sahabat! Cara kedua menuju manusia sempurna adalah melihat model manusia sempurna yang sempurna. Manusia yang kesempurnaannya dijaga Allah SWT dalam kesempurnaan yang sesungguhnya, dan bukan mahluk imaginer, idealitis-absurb, dan bukan dongeng. Beliau adalah Nabi Muhammad SAW. Beliau adalah contoh manusia sempurna dalam Islam.


Untuk menuju manusia sempurna kita sebagai muslim tinggal mengikuti pikir dan laku yang dicontohkan oleh Nabi Muhammad SAW. Kita memang tidak pernah bertemu langsung dengan manusia sempurna tersebut.


Oleh sebab itu salah satu usaha menuju manusia sempurna adalah lewat kemauan keras untuk belajar, membaca, dan menelusuri pikir dan laku Nabi Muhammad SAW melalui kitab-kitab Sirah Nabawiyah dan Hadist-Hadist-nya. Membaca dan mempelajari Sirah Nabawiyah dan Hadist merupakan usaha untuk mendapat gambaran dan informasi bagaimana model manusia sempurna yang dicontohkan Allah SWT melalui Nabi Muhammad SAW.


Sahabat! Usaha menuju manusia sempurna dalam setiap tahunnya mendapat media konstruktif melalui puasa. Maka makna substansi puasa yang mengubah standar moral kita menjadi lebih jujur, berani, disiplin, kreatif dan sikap moral lainnya seharusnya mampu kita tangkap.


Maka untuk mendesain rangkaian usaha kita menuju manusia sempurna tersebut, bisa kita maksimalkan selama bulan Ramadhan ini. Yakni mempelajari Al-Quran dan As-Sunnah agar kita paham bagaimana menjadi manusia sempurna, manusia yang mengikuti semua perintah Allah SWT dan menjauhi semua larangan-Nya.


Al-Quran diturunkan sebagai petunjuk bagi manusia bukan sebagai jimat. Al-Quran untuk orang hidup dan bagi kehidupan, bukan untuk orang mati. Ketika semua sisi kehidupan kita selalu memiliki dimensi Qurani, maka menuju manusia sempurna dalam ketidaksempurnaan adalah cita Ramadhan yang terwujud. Dan Allah SWT adalah yang Maha Sempurna.


Catatan: Tulisan Wamenhaj Dahnil Anzar Simanjuntak ini dikutip dari salah satu bukunya yang berjudul “Menggembirakan Puasa” (2017).rajamedia

Komentar:
BERITA LAINNYA
Wamenhaj RI, Dahnil Anzar Simanjuntak
Ramadhan dan Konsumerisme
Minggu, 08 Maret 2026
Wamenhaj RI, Dahnil Anzar Simanjuntak - Repro
Moral Berkemajuan
Kamis, 05 Maret 2026
Wamenhaj RI, Dahnil Anzar Simanjuntak
Akhlak yang Anggun
Rabu, 04 Maret 2026
Wamenhaj RI, Dahnil Anzar Simanjuntak
Puasa dan Moral Kedermawanan
Selasa, 03 Maret 2026
Wamenhaj RI, Dahnil Anzar Simanjuntak - ist
Puasa untuk Pemimpin Kaum Tertindas
Minggu, 01 Maret 2026
Wamenhaj RI, Dahnil Anzar Simanjuntak, menyampaikan ceramah Ramadhan di Masjid Cut Meutia, Menteng, Jakarta Pusat, pada Rabu malam lalu (25/2).
Puasa dan Konsumsi Jalan Tengah
Sabtu, 28 Februari 2026