Politik

Info Haji

Parlemen

Hukum

Ekbis

Nasional

Peristiwa

Galeri

Otomotif

Olahraga

Opini

Daerah

Dunia

Keamanan

Pendidikan

Kesehatan

Gaya Hidup

Calon Dewan

Indeks

Kabar Duka! Heli Jatuh di Hutan Kalbar: 8 Nyawa Melayang, Tak Ada yang Selamat

Laporan: Tim Redaksi
Jumat, 17 April 2026 | 21:01 WIB
Petugas gabungan sedang mengevakuasi korban heli yang jatuh di hutan Kalbar - Foto: Dok TIm Sar -
Petugas gabungan sedang mengevakuasi korban heli yang jatuh di hutan Kalbar - Foto: Dok TIm Sar -

RAJAMEDIA.CO — Jakarta —  Kabar duka datang dari langit Kalimantan Barat. Helikopter jenis Airbus Helicopter EC130 T2 dengan registrasi PK-CFX dilaporkan jatuh di kawasan hutan Kabupaten Sekadau. Delapan orang yang berada di dalamnya—terdiri dari awak dan penumpang—dinyatakan meninggal dunia.
 

Direktur Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan Lukman F. Laisa memastikan, tim SAR gabungan telah menemukan lokasi jatuhnya pesawat.
 

“Seluruh penumpang dan awak pesawat dinyatakan meninggal dunia,” ujarnya, Jumat (17/4/2026).
 

Kronologi: Dari Lepas Landas hingga Hilang Kontak
 

Helikopter yang dioperasikan PT Matthew Air Nusantara itu terbang dari Helipad PT Cipta Mahkota menuju Helipad PT Graha Agro Nusantara 1.
 

Penerbangan dimulai pukul 07.37 WIB. Namun sekitar pukul 08.39 WIB, pesawat mengirimkan sinyal darurat dari wilayah hutan Kalimantan Barat.
 

Tak lama berselang, pukul 09.15 WIB, helikopter dinyatakan hilang kontak.
 

Situasi kemudian meningkat ke status darurat setelah AirNav Indonesia menerbitkan notifikasi DETRESFA pada pukul 10.43 WIB—indikasi kondisi membahayakan.
 

Daftar Korban: Pilot hingga Penumpang Asing
 

Helikopter tersebut diawaki:
 

1. Pilot: Capt. Marindra Wibowo 

2. Engineer: Harun Arasyid 
 

Serta enam penumpang, termasuk satu warga negara Malaysia:
 

3. Patrick K. (Malaysia) 

4. Victor T 

5. Charles L 

6. Joko C 

7.Fauzie O 

8. Sugito 
 

Seluruhnya dipastikan menjadi korban dalam tragedi ini.
 

Evakuasi Masih Berlangsung
 

Saat ini, Kemenhub terus berkoordinasi dengan berbagai pihak, termasuk Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan dan unsur TNI AU untuk proses evakuasi serta penanganan lanjutan di lokasi kejadian.
 

Medan berat berupa hutan menjadi tantangan tersendiri dalam proses tersebut.
 

Imbauan: Jangan Berspekulasi
 

Kemenhub mengimbau masyarakat untuk tidak berspekulasi terkait penyebab kecelakaan sebelum hasil investigasi resmi diumumkan.
 

Fokus saat ini adalah evakuasi korban dan pengumpulan data awal.
 

Duka untuk Dunia Penerbangan
 

Tragedi ini kembali menjadi pengingat betapa tingginya risiko dalam dunia penerbangan, khususnya di wilayah dengan kondisi geografis ekstrem.
 

Pemerintah memastikan investigasi akan dilakukan secara menyeluruh untuk mengungkap penyebab pasti kecelakaan.
 

Langit Kalbar berduka. Indonesia berbelasungkawa.rajamedia

Komentar: