Politik

Info Haji

Parlemen

Hukum

Ekbis

Nasional

Peristiwa

Galeri

Otomotif

Olahraga

Opini

Daerah

Dunia

Keamanan

Pendidikan

Kesehatan

Gaya Hidup

Calon Dewan

Indeks

Pengajian Ramadhan ‘Aisyiyah Yogyakarta: Dakwah Tak Hanya Soal Ibadah, Tapi Juga Menjaga Bumi

Laporan: Zulhidayat Siregar
Sabtu, 14 Maret 2026 | 16:37 WIB
Pengajian Ramadhan 1447 Hijriah dengan tema “Gerakan Dakwah ‘Aisyiyah Menjaga Kesalehan Ekologis”, Sabtu (14/3/2026). - Foto: Rahma -
Pengajian Ramadhan 1447 Hijriah dengan tema “Gerakan Dakwah ‘Aisyiyah Menjaga Kesalehan Ekologis”, Sabtu (14/3/2026). - Foto: Rahma -

RAJAMEDIA.CO - Yogyakarta — Pimpinan Daerah 'Aisyiyah Kota Yogyakarta menggelar Pengajian Ramadhan 1447 Hijriah dengan tema “Gerakan Dakwah ‘Aisyiyah Menjaga Kesalehan Ekologis”, Sabtu (14/3/2026).
 

Kegiatan yang berlangsung di Auditorium Lantai 4 Universitas Ahmad Dahlan, Yogyakarta, ini dihadiri jamaah dari berbagai unsur Pimpinan Cabang dan Ranting ‘Aisyiyah se-Kota Yogyakarta.
 

Forum keagamaan tersebut tidak hanya menjadi ruang penguatan spiritual di bulan suci Ramadhan, tetapi juga mengangkat isu penting: bagaimana dakwah Islam dapat berkontribusi langsung dalam menjaga kelestarian lingkungan hidup.
 

Pengajian Ramadhan Perkuat Dakwah dan Ukhuwah
 

Acara dimulai sekitar pukul 08.45 WIB dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an oleh Qori Ayuk Novian Putri yang melantunkan QS. Al-Baqarah ayat 183–187.
 

Selanjutnya para jamaah bersama-sama menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya dan Mars ‘Aisyiyah yang dipandu oleh Dra. Ellyzia Nur.

Ketua PDA Kota Yogyakarta, Rowiyah, dalam sambutannya menyampaikan rasa syukur atas terselenggaranya kegiatan tersebut.
 

Menurutnya, pengajian Ramadhan bukan hanya agenda rutin tahunan, tetapi juga momentum untuk memperkuat ukhuwah serta semangat dakwah di tengah masyarakat.
 

“Pengajian Ramadhan ini menjadi ruang penguatan keimanan sekaligus refleksi bahwa menjaga lingkungan hidup merupakan bagian dari tanggung jawab keagamaan dan kemanusiaan kita bersama,” ujar Rowiyah.
 

Krisis Lingkungan Jadi Tantangan Umat
 

Sesi utama pengajian dipandu oleh moderator Feni Dwi Handayani selaku Sekretaris PDA Kota Yogyakarta.
 

Narasumber pertama, Lailatis Syarifah dari Majelis Pembinaan Kader Pimpinan Pusat ‘Aisyiyah, memaparkan materi berjudul “Membangun Lingkungan Berkeadaban.”
 

Ia menjelaskan bahwa krisis lingkungan saat ini telah menjadi persoalan global yang mencakup kerusakan tanah, pencemaran air, hingga perubahan iklim.

Menurutnya, dalam perspektif Islam, lingkungan hidup merupakan ruang yang menopang keberlangsungan kehidupan sekaligus menjaga keseimbangan ekosistem.
 

“Menjaga lingkungan hidup bukan sekadar urusan sosial atau pembangunan, tetapi merupakan bagian dari ibadah. Islam menempatkan manusia sebagai khalifah di bumi yang memiliki tanggung jawab moral dan spiritual untuk menjaga keseimbangan alam,” ujarnya.
 

Lailatis juga menegaskan bahwa kerusakan lingkungan yang terjadi saat ini tidak lepas dari kegagalan manusia dalam menjalankan amanah sebagai khalifah di bumi.
 

EcoJihad: Gerakan Merawat Bumi
 

Narasumber kedua, Hening Parlan, Wakil Ketua Lembaga Lingkungan Hidup dan Penanggulangan Bencana Pimpinan Pusat ‘Aisyiyah, menyampaikan materi berjudul “EcoJihad: Merawat Bumi Menjaga Kesalehan Ekologi dengan Aksi Berdampak.”
 

Ia menjelaskan bahwa gerakan lingkungan dalam ‘Aisyiyah terus berkembang melalui berbagai program seperti Green ‘Aisyiyah.
 

Program tersebut mendorong kader dan masyarakat untuk melakukan aksi nyata menjaga lingkungan, mulai dari penanaman pohon, pengelolaan sampah dengan konsep 3R (Reduce, Reuse, Recycle), hingga pengembangan energi bersih di Amal Usaha Muhammadiyah.
 

“EcoJihad adalah ajakan untuk bersungguh-sungguh merawat bumi. Jihad ekologis berarti melawan kerusakan lingkungan dan menghadirkan aksi nyata untuk memulihkan alam sebagai bagian dari ibadah,” jelas Hening.
 

Ia juga menegaskan bahwa perempuan memiliki peran strategis dalam gerakan pelestarian lingkungan.
 

“Perempuan dapat menjadi motor penggerak perubahan menuju gaya hidup yang lebih ramah lingkungan, mulai dari rumah tangga hingga komunitas,” tambahnya.
 

Dakwah Lingkungan Jadi Gerakan Bersama
 

Dalam sesi tanya jawab, sejumlah peserta berbagi pengalaman tentang gerakan pelestarian lingkungan yang telah dilakukan di tingkat cabang dan komunitas ‘Aisyiyah.
 

Para peserta sepakat bahwa gerakan menjaga lingkungan tidak harus terbatas pada satu majelis tertentu, tetapi dapat melibatkan seluruh lini kegiatan organisasi.
 

Menanggapi hal tersebut, Hening Parlan menjelaskan bahwa 'Aisyiyah telah mengembangkan berbagai pelatihan bagi mubalighot lingkungan sekaligus membuka ruang kolaborasi bagi cabang dan ranting untuk mengembangkan program edukasi sesuai kebutuhan masyarakat.
 

Pengajian Ramadhan ini sekaligus menegaskan bahwa dakwah ‘Aisyiyah tidak hanya memperkuat spiritualitas umat, tetapi juga menghadirkan kontribusi nyata dalam menjaga kelestarian bumi.
 

“Jika iman kita kuat, maka kepedulian terhadap bumi juga harus kuat. Merawat bumi berarti menjaga kehidupan, dan itu adalah bagian dari amanah Allah kepada manusia,” pungkas Hening.
 

Melalui kegiatan ini, PDA Kota Yogyakarta berharap kesadaran ekologis semakin tumbuh di kalangan warga ‘Aisyiyah sehingga gerakan dakwah yang dilakukan mampu menghadirkan perubahan nyata bagi kelestarian lingkungan dan keberlanjutan kehidupan.rajamedia

Komentar: