Ara Gaspol! Piala Presiden 2026 Disiapkan Lebih Bersih, Lebih Tertib, Lebih Berdampak
RAJAMEDIA.CO — Jakarta — Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait ikut turun tangan mematangkan persiapan Turnamen Piala Presiden 2026. Bersama Menteri Pemuda dan Olahraga Erick Thohir, ia menghadiri rapat koordinasi di Kantor Kemenpora, menegaskan komitmen menjaga kualitas turnamen kebanggaan nasional tersebut.
Bukan tanpa alasan. Ara—sapaan akrab Maruarar—punya ikatan kuat dengan turnamen ini. Ia pernah menjadi Steering Committee (SC) Piala Presiden, sehingga memahami betul bagaimana menjaga kredibilitas dan standar penyelenggaraan.
Tujuh Edisi, Bukti Ekosistem Sehat
Ara menegaskan, konsistensi penyelenggaraan Piala Presiden selama tujuh edisi terakhir menjadi bukti bahwa turnamen ini memiliki fondasi yang kuat.
“Ekosistemnya sehat, transparan, dan memberi manfaat nyata bagi banyak pihak,” ujarnya, dikutip Jumat (17/4/2026).
Karena itu, edisi kedelapan pada 2026 harus naik kelas—tidak sekadar berjalan rutin, tapi menghadirkan kualitas yang lebih tinggi.
Target 2026: Lebih Tertib, Lebih Berkualitas
Dalam rapat tersebut, Ara menekankan tiga hal utama: kualitas pertandingan, ketertiban penyelenggaraan, dan dampak luas bagi masyarakat.

“Penyelenggaraan tahun kedelapan harus semakin baik, semakin tertib, dan semakin berkualitas,” tegasnya.
Ia ingin Piala Presiden tidak hanya menarik dari sisi sepak bola, tapi juga menjadi contoh event nasional yang profesional.
Stadion Bersih, Penonton Tertib
Sorotan khusus diberikan pada kondisi stadion dan perilaku penonton. Ara menegaskan pentingnya membangun budaya baru di sepak bola Indonesia.
“Stadion harus bersih, dan kesadaran penonton menjaga lingkungan harus meningkat,” katanya.
Pesan ini menjadi penting di tengah upaya membangun citra sepak bola Indonesia yang lebih modern dan berkelas.
UMKM Harus Ikut Menikmati
Tak hanya soal pertandingan, Ara juga mendorong dampak ekonomi dari turnamen ini.
Ia meminta agar pelaku UMKM diberi ruang lebih luas di sekitar venue pertandingan.
“Manfaat ekonominya harus dirasakan masyarakat,” ujarnya.
Dengan demikian, Piala Presiden bukan hanya milik klub dan pemain, tetapi juga menjadi penggerak ekonomi lokal.
Jaga Reputasi Turnamen Profesional
Dengan kolaborasi lintas kementerian dan stakeholder, Ara optimistis Piala Presiden 2026 bisa mempertahankan—bahkan meningkatkan—reputasinya.
“Turnamen ini harus tetap profesional, berkualitas, dan memberi manfaat nyata bagi sepak bola Indonesia,” pungkasnya.
Piala Presiden 2026 bukan sekadar turnamen. Ini panggung pembuktian—bahwa sepak bola Indonesia bisa dikelola dengan serius, bersih, dan berdampak luas.![]()
Parlemen | 5 hari yang lalu
Daerah | 2 hari yang lalu
Parlemen | 6 hari yang lalu
Parlemen | 6 hari yang lalu
Nasional | 4 hari yang lalu
Ekbis | 3 hari yang lalu
Politik | 4 hari yang lalu
Keamanan | 2 hari yang lalu
Peristiwa | 2 hari yang lalu