Politik

Info Haji

Parlemen

Hukum

Ekbis

Nasional

Peristiwa

Galeri

Otomotif

Olahraga

Opini

Daerah

Dunia

Keamanan

Pendidikan

Kesehatan

Gaya Hidup

Calon Dewan

Indeks

Komisi IV Warning Disdik Kota Bekasi: Coding & AI Harus Jalan, Guru Jangan Kekurangan!

Laporan: Halim Dzul
Selasa, 03 Maret 2026 | 14:09 WIB
Ketua Komisi IV DPRD Kota Bekasi, Adelia -
Ketua Komisi IV DPRD Kota Bekasi, Adelia -

RAJAMEDIA.CO - Kota Bekasi — Arah pembangunan pendidikan 2027 mulai dipetakan. Bukan sekadar formalitas tahunan, forum perencanaan kali ini ditegaskan sebagai ruang konsolidasi serius untuk menjawab persoalan klasik hingga tantangan digital masa depan.
 

Ketua Komisi IV DPRD Kota Bekasi, Adelia, menghadiri Kegiatan Perencanaan Perangkat Daerah Dinas Pendidikan Kota Bekasi Tahun 2027, Rabu (18/2/2026), di Aula Disdik Kota Bekasi.
 

Mengusung tema “Sinergitas Perencanaan Dinas Pendidikan dalam Mewujudkan Layanan Pendidikan Berkualitas, Merata dan Berdaya Saing Tahun 2027”, forum ini dihadiri jajaran pejabat dinas dan para pemangku kepentingan sektor pendidikan.
 

Kompas Pembangunan, Bukan Tumpukan Berkas
 

Adelia menegaskan, dokumen perencanaan tidak boleh berhenti sebagai kewajiban administratif. Ia menyebut, perencanaan harus menjadi “kompas” yang menunjukkan arah keberpihakan terhadap masa depan generasi Kota Bekasi.
 

“Perencanaan harus mencerminkan keseriusan kita membangun kualitas pendidikan. Ini bukan sekadar rutinitas birokrasi, tapi arah kebijakan yang menentukan masa depan anak-anak Bekasi,” tegasnya.
 

Forum sinergitas ini, lanjutnya, menjadi ruang strategis untuk mengidentifikasi isu-isu krusial pendidikan 2027 sekaligus memperkuat koordinasi antarbidang agar program yang disusun tidak berjalan sendiri-sendiri.
 

Coding dan AI Harus Jalan, Bukan Wacana
 

Salah satu sorotan tajam Adelia adalah rencana penerapan coding dan Artificial Intelligence (AI) di sekolah-sekolah.
 

Menurutnya, era digital tak bisa ditunda. Program ini tidak boleh hanya menjadi jargon atau materi seminar.
 

“Coding dan AI bukan lagi wacana. Ini harus mulai diimplementasikan secara menyeluruh agar siswa kita siap menghadapi kompetisi global,” ujarnya.
 

Namun ia mengingatkan, digitalisasi pendidikan harus dibarengi pengawasan dan penguatan karakter siswa agar teknologi tidak disalahgunakan.
 

Krisis Guru Mengintai
 

Di tengah semangat transformasi digital, persoalan klasik kembali mencuat: kekurangan guru.
 

Adelia mengungkapkan, ratusan guru di Kota Bekasi akan memasuki masa pensiun tahun ini, sementara kebutuhan tenaga pengajar belum sepenuhnya terpenuhi.
 

“Kita tidak bisa menutup mata. Regenerasi guru dan kesejahteraan mereka harus jadi prioritas bersama antara Disdik dan DPRD,” katanya.
 

Ia mendorong solusi jangka pendek maupun jangka panjang agar proses belajar mengajar tidak terganggu dan hak-hak guru tetap terpenuhi.
 

Sekolah Rusak Jangan Dibiarkan
 

Selain kekurangan guru, kondisi sarana dan prasarana sekolah juga menjadi perhatian. Masih banyak bangunan sekolah yang memerlukan rehabilitasi.
 

Adelia menegaskan, pembenahan fasilitas harus menjadi prioritas demi menjamin keselamatan dan kenyamanan siswa.
 

“Jangan sampai kita baru bergerak setelah terjadi hal yang tidak diinginkan,” tandasnya.
 

Tinggalkan Ego Sektoral
 

Menutup pernyataannya, Adelia mengajak seluruh jajaran Disdik dan pemangku kepentingan menjadikan forum ini sebagai ruang dialog terbuka, kritis, dan solutif.
 

Ia menekankan pentingnya meninggalkan ego sektoral serta mengedepankan perencanaan berbasis data.
 

Komisi IV DPRD Kota Bekasi, tegasnya, akan terus mendukung setiap kebijakan yang berpihak pada pemenuhan hak anak dan peningkatan kesejahteraan guru.
 

“Kalau ingin pendidikan Bekasi berdaya saing, perencanaannya harus berani, terukur, dan benar-benar berpihak,” pungkasnya.rajamedia

Komentar: