Politik

Info Haji

Parlemen

Hukum

Ekbis

Nasional

Peristiwa

Galeri

Otomotif

Olahraga

Opini

Daerah

Dunia

Keamanan

Pendidikan

Kesehatan

Gaya Hidup

Calon Dewan

Indeks

Banggar DPRD Kota Bekasi Kaji Insentif Guru Ngaji, Skema Lewat Kesra

Laporan: Halim Dzul
Selasa, 03 Maret 2026 | 17:26 WIB
Anggota Badan Anggaran (Banggar) DPRD Kota Bekasi, Ahmadi -
Anggota Badan Anggaran (Banggar) DPRD Kota Bekasi, Ahmadi -

RAJAMEDIA.CO - Kota Bekasi — Fraksi PKB DPRD Kota Bekasi mulai pasang kuda-kuda anggaran. Isu kesejahteraan guru ngaji lekar kini masuk radar pembahasan serius. Targetnya jelas: insentif rutin Rp500 ribu per bulan untuk ribuan pengajar Al-Qur’an di pelosok kota.
 

Anggota Badan Anggaran (Banggar) DPRD Kota Bekasi, Ahmadi, menegaskan Fraksi PKB akan mendorong Pemerintah Kota Bekasi merealisasikan kebijakan tersebut.
 

“Berdasarkan asumsi, jumlah guru ngaji lekar di Kota Bekasi mencapai sekitar 4.200 orang. Fraksi PKB mendorong agar mereka mendapatkan insentif sebesar Rp500.000 per orang setiap bulan,” ujar Ahmadi usai menggelar reses di Kelurahan Jatiasih, Kecamatan Jatiasih, Senin (16/02/2026).
 

Anggaran Rp25 Miliar, Dinilai Masih Realistis
 

Jika dihitung, kebutuhan anggaran untuk program ini sekitar Rp25 miliar per tahun. Angka itu, menurut Ahmadi, masih rasional untuk ditanggung APBD Kota Bekasi.
 

Ia menyebut, insentif tersebut adalah bentuk kepedulian konkret terhadap para guru ngaji lekar yang selama ini menjadi garda terdepan pendidikan agama di lingkungan masyarakat.
 

“Wacana ini tentu harus dibahas di DPRD dan dikaji bersama Pemkot Bekasi agar tidak bertentangan dengan regulasi di atasnya,” tegasnya.
 

Disalurkan Lewat Kesra, Hindari Tumpang Tindih
 

Ahmadi menjelaskan, mekanisme penyaluran insentif direncanakan melalui satu pintu, yakni Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kesra). Skema ini dipilih agar tidak tumpang tindih dengan program Kementerian Agama.
 

Saat ini, Kemenag telah menyalurkan insentif kepada sekitar 1.400 guru formal. Sementara guru ngaji lekar yang belum terakomodasi dinilai masih cukup banyak dan membutuhkan perhatian daerah.
 

“Jangan sampai ada dobel anggaran. Karena itu harus satu pintu dan terdata dengan jelas,” katanya.
 

Langkah Fraksi PKB ini dipastikan akan menjadi perhatian dalam pembahasan APBD mendatang. Jika disetujui, ribuan guru ngaji lekar di Kota Bekasi berpeluang mendapatkan tambahan penghasilan rutin setiap bulan.
 

Kini bola ada di meja pembahasan anggaran. Akankah insentif ini benar-benar tembus APBD? Publik menunggu.rajamedia

Komentar: