Jelang Nataru, Pemerintah Perkuat Pasokan Pangan dan Operasi Pasar
RAJAMEDIA.CO — Jakarta — Pemerintah memperkuat pasokan dan distribusi pangan untuk menjaga stabilitas harga menjelang Natal dan Tahun Baru (Nataru). Langkah ini dilakukan untuk mengantisipasi lonjakan permintaan, dampak El Niño, serta ketidakpastian ekonomi global.
Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan mengatakan, pemerintah menyiapkan operasi pasar, perdagangan antardaerah, pemantauan harga, dan pengawasan distribusi pangan guna memastikan kebutuhan masyarakat tetap terpenuhi.
“Menjelang Natal dan Tahun Baru, kita harus bersiap dari jauh-jauh hari agar punya cukup waktu untuk mengantisipasi berbagai kemungkinan. Kita perkuat cadangan pangan pemerintah, siapkan persediaan logistik dan distribusi sebaik-baiknya,” ujar Zulkifli dalam Rapat Koordinasi Terbatas (Rakortas) Bidang Pangan, dikutip Kamis (29/10/2026).
Operasi Pasar dan Distribusi Antardaerah
Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian mengungkapkan, kenaikan harga cabai merah dan cabai rawit masih terjadi di sejumlah daerah. Kondisi tersebut dipengaruhi gagal panen di beberapa sentra produksi akibat cuaca ekstrem dan kemarau panjang.
Untuk mengatasi persoalan itu, pemerintah memfasilitasi perdagangan antardaerah bagi komoditas cabai merah, cabai rawit, daging ayam ras, dan telur ayam ras. Pasokan dari daerah surplus diarahkan ke wilayah yang mengalami kekurangan.
Pemerintah daerah bersama Perum Bulog juga menggelar operasi pasar di 134 daerah yang mengalami kenaikan harga beras. Penyaluran beras program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) diperkuat untuk menjaga keterjangkauan harga bagi masyarakat.
Antisipasi El Niño, Produksi Beras Diperkuat
Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menyampaikan, stok beras nasional berada pada tingkat tertinggi sepanjang sejarah. Meski demikian, pemerintah tetap mengantisipasi risiko cuaca ekstrem melalui optimalisasi lahan, perbaikan irigasi, dan penggunaan benih tahan kekeringan.
Cadangan Beras Pemerintah akan dimanfaatkan untuk mendukung intervensi pasar. Distribusinya diperkuat melalui koordinasi dengan Bulog dan pemerintah daerah.
Kemendagri bersama Kementerian Pertanian juga mengerahkan lima tim untuk memantau 100 daerah penerima bantuan benih cabai, pupuk, dan sarana produksi pertanian. Pemantauan ini bertujuan memastikan bantuan dapat mendukung peningkatan produksi dan menjaga ketersediaan pasokan.
Harga Telur dan Ketahanan Industri Pangan
Pemerintah turut menyoroti disparitas harga telur ayam ras di tingkat peternak dan konsumen. Dukungan pasokan pakan, termasuk jagung melalui skema SPHP, disiapkan untuk membantu peternak kecil.
Selain itu, pemerintah merencanakan pembangunan pabrik tepung telur bersama badan usaha milik negara (BUMN). Rencana tersebut ditujukan untuk memperkuat industri pangan dalam negeri sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap impor.
Waspadai Tekanan Harga Global
Di pasar internasional, harga pangan menghadapi tekanan akibat konflik geopolitik, kenaikan biaya energi dan pupuk, perubahan iklim, serta pembatasan ekspor sejumlah negara.
Kondisi tersebut berpotensi meningkatkan biaya produksi dan logistik, yang pada akhirnya dapat memengaruhi harga pangan di negara pengimpor, termasuk Indonesia.
Pemerintah menilai penguatan produksi domestik dan diversifikasi sumber pasokan menjadi langkah penting untuk menjaga ketahanan pangan.
Berbagai kebijakan tersebut disiapkan agar pasokan tetap terjaga dan harga pangan terkendali menjelang Nataru hingga Ramadan mendatang. Efektivitas distribusi dan ketepatan intervensi pasar akan menjadi faktor penting untuk melindungi daya beli masyarakat.
RAJA MEDIA – Cepat, Tegas, Terpercaya.![]()
Politik 2 hari yang lalu
Olahraga | 6 hari yang lalu
Politik | 5 hari yang lalu
Politik | 3 hari yang lalu
Politik | 4 hari yang lalu
Olahraga | 2 hari yang lalu
Olahraga | 22 jam yang lalu
Hukum | 6 hari yang lalu
Olahraga | 1 minggu yang lalu
Parlemen | 21 jam yang lalu




