Politik

Info Haji

Parlemen

Hukum

Ekbis

Nasional

Peristiwa

Galeri

Otomotif

Olahraga

Opini

Daerah

Dunia

Keamanan

Pendidikan

Kesehatan

Gaya Hidup

Calon Dewan

Indeks

Gerindra Tembus 23,1%, PDIP dan Golkar Tertinggal! Ini Peta Elektabilitas Partai

Laporan: Firman
Senin, 26 Oktober 2026 | 22:56 WIB
Survei IPO menempatkan eletabiltas Gerindra tembus 23,1%, PDIP dan Golkar berebut posisi dua - Ilustrasi RMN -
Survei IPO menempatkan eletabiltas Gerindra tembus 23,1%, PDIP dan Golkar berebut posisi dua - Ilustrasi RMN -

RAJAMEDIA.CO — Jakarta — Partai Gerindra memimpin simulasi pilihan partai politik untuk pemilihan anggota DPR RI berdasarkan survei Indonesia Political Opinion (IPO). Gerindra memperoleh angka 23,1 persen, unggul dari PDI Perjuangan yang mencatat 11,6 persen dan Partai Golkar sebesar 10,7 persen.
 

Temuan tersebut menjadi bagian dari survei IPO bertajuk Refleksi dan Evaluasi Publik: Dua Tahun Kabinet Merah Putih. Responden ditanya partai atau calon anggota legislatif dari partai mana yang akan mereka pilih jika pemilihan anggota DPR RI dilaksanakan saat ini.
 

Hasilnya memperlihatkan Gerindra berada di posisi teratas dalam simulasi tersebut, sementara PDIP dan Golkar menempati urutan kedua dan ketiga.
 

Gerindra Unggul dengan 23,1 Persen
 

Berdasarkan grafik elektabilitas partai politik dalam rilis survei IPO, Gerindra memperoleh 23,1 persen. Angka ini hampir dua kali lipat perolehan PDI Perjuangan yang berada di posisi kedua dengan 11,6 persen.
 

Sementara itu, Partai Golkar mencatat 10,7 persen. Selisih antara Gerindra dan PDIP mencapai 11,5 poin persentase, sedangkan jarak Gerindra dengan Golkar sebesar 12,4 poin persentase.
 

Hasil tersebut menempatkan Gerindra sebagai partai dengan angka pilihan tertinggi di antara partai-partai yang tercantum dalam simulasi survei tersebut.
 

PKB, Demokrat, dan PAN Bersaing
 

Di bawah tiga partai teratas, Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) memperoleh 6,1 persen. Berikutnya, Partai Demokrat mencatat 5,9 persen dan Partai Amanat Nasional (PAN) sebesar 5,8 persen.
 

Ketiga partai tersebut berada dalam rentang perolehan yang relatif berdekatan. Selisih antara PKB dan Demokrat hanya 0,2 poin persentase, sementara Demokrat dan PAN terpaut 0,1 poin persentase.
 

Adapun Partai Keadilan Sejahtera (PKS) memperoleh 4,6 persen, disusul Partai NasDem sebesar 4,2 persen.
 

Partai Solidaritas Indonesia (PSI) tercatat meraih 2,9 persen, sedangkan Partai Persatuan Pembangunan (PPP) memperoleh 1,6 persen.
 

Partai Lain dan Responden yang Belum Menentukan Pilihan
 

Dalam grafik IPO, sejumlah partai lainnya memperoleh angka lebih rendah. Partai Gerakan Rakyat mencatat 0,9 persen, Partai Gelora 0,8 persen, dan Partai Hanura 0,2 persen.
 

Sementara itu, Partai Perindo, Partai Ummat, Partai Buruh, Partai Kebangkitan Nasional, dan Partai Garuda masing-masing tercatat 0 persen dalam paparan tersebut.
 

Kategori tidak tahu, tidak menjawab, atau merahasiakan pilihan (TT/TJ/RHS) mencapai 21,6 persen.
 

Besarnya kategori tersebut menunjukkan bahwa masih ada responden yang belum menyatakan pilihan atau tidak memberikan jawaban dalam simulasi yang ditampilkan. Namun, angka ini tidak dengan sendirinya menjelaskan alasan mereka belum menentukan pilihan.
 

Peta Elektabilitas Perlu Dibaca Proporsional
 

Perolehan Gerindra sebesar 23,1 persen menempatkannya di urutan teratas dalam simulasi pilihan partai untuk pemilihan anggota DPR RI pada survei IPO tersebut.
 

Meski demikian, hasil survei merupakan gambaran preferensi responden pada saat pengumpulan data, bukan hasil pemilihan yang sesungguhnya. Dinamika politik, perkembangan kinerja partai, aktivitas para kandidat, serta perubahan preferensi pemilih dapat memengaruhi pilihan masyarakat ke depan.
 

Karena itu, angka elektabilitas perlu dibaca sesuai pertanyaan survei dan metode yang digunakan. Hasil ini menunjukkan distribusi pilihan responden dalam simulasi, bukan jaminan hasil pemilu mendatang.
 

Metodologi Survei
 

Survei IPO bertajuk Refleksi dan Evaluasi Publik: Dua Tahun Kabinet Merah Putih dilaksanakan pada 12–20 Oktober 2026 dengan melibatkan 1.200 responden.
 

Paparan metodologi menyebutkan penggunaan metode multistage random sampling, dengan margin of error sekitar ±2,9 poin persentase pada tingkat kepercayaan 95 persen.
 

Hasil survei menggambarkan preferensi responden selama periode pengumpulan data dan perlu dipahami dalam konteks pertanyaan yang diajukan.
 

RAJA MEDIA — Cepat, Tegas, Terpercaya.rajamedia

Komentar: