Politik

Info Haji

Parlemen

Hukum

Ekbis

Nasional

Peristiwa

Galeri

Otomotif

Olahraga

Opini

Daerah

Dunia

Keamanan

Pendidikan

Kesehatan

Gaya Hidup

Calon Dewan

Indeks

Survei IPO: Dedi Mulyadi Unggul, Prabowo dan Anies Bersaing di Posisi Berikutnya

Laporan: Tim Redaksi
Minggu, 25 Oktober 2026 | 22:39 WIB
Survei IPO menyebut Gubernur Jabar Dedi Mulyadi ungguli Presiden Prabowo Subianto - RMN -
Survei IPO menyebut Gubernur Jabar Dedi Mulyadi ungguli Presiden Prabowo Subianto - RMN -

RAJAMEDIA.CO — Jakarta — Nama Dedi Mulyadi memimpin pilihan spontan responden jika pemilihan presiden dilaksanakan saat ini. Dalam paparan survei Indonesia Political Opinion (IPO), Gubernur Jawa Barat tersebut memperoleh 33,7%, unggul dari Presiden Prabowo Subianto yang meraih 14,5% dan Anies Baswedan sebesar 11,3%.
 

Temuan ini menunjukkan Dedi Mulyadi berada di posisi teratas dalam simulasi pilihan spontan atau top of mind. Sementara itu, Prabowo dan Anies menempati posisi berikutnya dengan selisih 3,2 poin persentase.
 

Hasil tersebut menjadi salah satu gambaran tentang dinamika preferensi politik masyarakat dalam survei IPO bertajuk Refleksi dan Evaluasi Publik: Dua Tahun Kabinet Merah Putih.
 

Dedi Mulyadi Memimpin dengan 33,7%
 

Berdasarkan grafik IPO yang menanyakan siapa tokoh yang akan dipilih responden jika pemilihan presiden dilaksanakan hari ini, Dedi Mulyadi memperoleh 33,7%.
 

Posisi tersebut menempatkannya jauh di atas tokoh-tokoh lain yang tercantum dalam daftar survei.
 

Prabowo Subianto berada di urutan kedua dengan 14,5%, disusul Anies Baswedan sebesar 11,3%.
 

Selisih antara Dedi Mulyadi dan Prabowo mencapai 19,2 poin persentase. Sementara jarak antara Prabowo dan Anies sebesar 3,2 poin persentase.
 

Angka tersebut menggambarkan distribusi pilihan spontan responden pada saat survei dilakukan. Namun, hasil top of mind tidak dapat langsung disamakan dengan hasil pemilihan presiden yang sesungguhnya.
 

Sejumlah Tokoh Lain Masuk Daftar Pilihan
 

Selain tiga nama teratas, survei IPO juga mencatat sejumlah tokoh lain yang disebut responden.
 

Agus Harimurti Yudhoyono memperoleh 4,3%, disusul Ganjar Pranowo sebesar 4,1% dan Gibran Rakabuming Raka sebesar 3,7%.
 

Berikutnya, Mahfud MD mencatat 2,9%, Pramono Anung 2,5%, Serly Tjoanda 2,0%, dan Erick Thohir 1,9%.
 

Tokoh-tokoh lainnya memperoleh angka di bawah 2%. Dalam grafik tersebut, kategori tidak tahu, tidak menjawab, atau rahasia (TT/TJ/RHS) tercatat sebesar 15,8%.
 

Sebaran pilihan ini memperlihatkan bahwa selain nama-nama teratas, masih terdapat sejumlah tokoh lain yang disebut responden dalam simulasi tersebut.
 

Prabowo dan Anies Berada di Posisi Berikutnya
 

Posisi Prabowo dan Anies menarik untuk dicermati karena keduanya berada di urutan kedua dan ketiga dalam simulasi pilihan spontan.
 

Prabowo memperoleh 14,5%, sedangkan Anies mencatat 11,3%. Selisih tersebut menunjukkan Prabowo unggul 3,2 poin persentase dalam kategori top of mind yang ditampilkan pada grafik IPO.
 

Meski demikian, angka ini tidak otomatis menggambarkan kekuatan elektoral final masing-masing tokoh. Pilihan spontan berbeda dari simulasi ketika responden disodori daftar nama kandidat.
 

Karena itu, pembacaan terhadap posisi para tokoh perlu mempertimbangkan jenis pertanyaan yang digunakan dalam survei.
 

Simulasi dengan Daftar Nama Menunjukkan Angka Berbeda
 

Dalam paparan IPO yang sama, terdapat pula simulasi pertanyaan berbeda, yakni pilihan presiden ketika responden diberikan daftar nama.
 

Pada simulasi tersebut, Dedi Mulyadi memperoleh 32,0%, Prabowo Subianto 18,4%, dan Anies Baswedan 12,6%.
 

Perbedaan angka antara kedua grafik menunjukkan bahwa format pertanyaan dapat menghasilkan distribusi pilihan yang berbeda. Pada simulasi dengan daftar nama, angka Prabowo dan Anies lebih tinggi dibandingkan hasil top of mind.
 

Oleh karena itu, kedua hasil tersebut perlu disajikan secara terpisah dan tidak dicampur dalam satu perbandingan tanpa penjelasan mengenai metode pertanyaannya.
 

Membaca Hasil Survei secara Proporsional
 

Survei IPO bertajuk Refleksi dan Evaluasi Publik: Dua Tahun Kabinet Merah Putih dilaksanakan pada 12–20 Oktober 2026 dengan melibatkan 1.200 responden. Paparan metodologi menyebutkan penggunaan metode multistage random sampling, dengan margin of error sekitar ±2,9 poin persentase pada tingkat kepercayaan 95%.
 

Hasil survei merupakan potret preferensi responden pada periode pengumpulan data, bukan prediksi pasti hasil pemilihan presiden mendatang.
 

Dinamika politik, perkembangan kinerja para tokoh, isu nasional, serta perubahan preferensi pemilih dapat memengaruhi peta dukungan ke depan.
 

Untuk saat ini, temuan IPO menempatkan Dedi Mulyadi di posisi teratas dalam pilihan spontan responden, diikuti Prabowo Subianto dan Anies Baswedan.
 

RAJA MEDIA — Cepat, Tegas, Terpercaya.rajamedia

Komentar: