Politik

Info Haji

Parlemen

Hukum

Ekbis

Nasional

Peristiwa

Galeri

Otomotif

Olahraga

Opini

Daerah

Dunia

Keamanan

Pendidikan

Kesehatan

Gaya Hidup

Calon Dewan

Indeks

Hekal Sentil Boros Anggaran: Jangan Ngorek Aspal Melulu!

Laporan: Firman
Kamis, 27 Februari 2025 | 09:57 WIB
Anggota Badan Anggaran (Banggar) DPR RI, Mohamad Hekal. --Foto: Dok DPR -
Anggota Badan Anggaran (Banggar) DPR RI, Mohamad Hekal. --Foto: Dok DPR -

RAJAMEDIA.CO - Jakarta, 27 Februari 2025 – Anggota Badan Anggaran (Banggar) DPR RI, Mohamad Hekal, menegaskan pentingnya efisiensi anggaran tanpa mengurangi kualitas layanan publik. Ia meminta pemerintah berhenti menghambur-hamburkan duit untuk proyek yang tidak esensial.
 

Hal ini disampaikannya dalam Rapat Dengar Pendapat Umum (RDPU) Banggar DPR RI bersama Wakil Dewan Ekonomi Nasional Mari Elka Pangestu, Kepala Lembaga Penyelidikan Ekonomi dan Masyarakat FEB UI Kiki Verico, serta Direktur Eksekutif INDEF Esther Sri Astuti, di Nusantara II, Senayan, Jakarta, Rabu (26/2). 
 

"Saya ini sebelum jadi anggota DPR sering geli sendiri. Kok di bulan-bulan tertentu pemerintah suka buang-buang duit buat ngorek-ngorek aspal, ngorek-ngorek trotoar. Barang yang nggak perlu-perlu dikerjain melulu," sentil Hekal.
 

Hekal memastikan efisiensi anggaran bukan upaya kontraksi ekonomi, melainkan untuk meningkatkan hasil (outcome) yang lebih maksimal.
 

"Mungkin Pak Kiki boleh menyampaikan kolaborasi sedikit tentang efisiensi yang berdampak kepada outcome yang lebih bagus, karena itu sebetulnya tujuan yang ingin kita capai. Bukan niatannya adalah untuk kontraksi ataupun malah manipulasi," ujarnya.
 

PPN Cuma Untuk Barang Mewah, Jangan Bikin Gaduh!
 

Dalam kesempatan yang sama, Hekal mengoreksi pernyataan Esther Sri Astuti dari INDEF yang menyebut kenaikan Pajak Pertambahan Nilai (PPN) berlaku secara luas.
 

"Saya harus koreksi juga, Ibu Esther. Jangan sebut-sebut soal jasa sekolah, jasa kesehatan, karena itu nggak ada. PPN yang naik cuma yang terkena PPnBM tadi. Jangan sampai ini menyebar dan jadi bahan demo-demo lagi," tegasnya.
 

Jangan Ngemis Investasi, Kita Ambil Peran!
 

Soal investasi, Hekal mendukung langkah pemerintah membentuk Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara). Ia menilai ini langkah strategis agar Indonesia tidak terus-terusan bergantung pada investasi asing.
 

"Daripada tiap tahun kita dengar menteri investasi cerita mau naikin investasi sekian-sekian, sekarang kita ambil peran. Jangan terus-terusan mengemis investasi dari luar," katanya.
 

Ia juga menekankan pentingnya peran BUMN dalam menyumbang dividen bagi negara, bukan malah jual aset saat butuh uang.
 

"Kalau dulu kesulitan uang, BUMN harus jual aset. Sekarang nggak ada cerita itu lagi. Malah kalau bisa, kita beli aset yang bisa generating, biar BUMN ini terus berkontribusi," tandasnya.
 

Dengan kebijakan efisiensi dan strategi investasi yang lebih agresif, Hekal optimistis ekonomi Indonesia bakal lebih kompetitif di tengah ketidakpastian global.rajamedia

Komentar: