Politik

Info Haji

Parlemen

Hukum

Ekbis

Nasional

Peristiwa

Galeri

Otomotif

Olahraga

Opini

Daerah

Dunia

Keamanan

Pendidikan

Kesehatan

Gaya Hidup

Calon Dewan

Indeks

Harga Melonjak! Puan Minta Pemerintah Gerak Cepat Lindungi Rakyat

Laporan: Halim Dzul
Kamis, 23 April 2026 | 07:29 WIB
Ketua DPR RI Puan Maharani - Foto: Humas DPR -
Ketua DPR RI Puan Maharani - Foto: Humas DPR -

RAJAMEDIA.CO - Jakarta, Legislator — Tekanan ekonomi global mulai terasa di dapur rakyat. Lonjakan harga minyak goreng dan BBM bikin napas rumah tangga kian sesak. Ketua DPR RI Puan Maharani pun angkat suara: pemerintah harus segera turun tangan.
 

Dampak Global, Rakyat Kena Imbas
 

Puan menegaskan dinamika geopolitik dunia kini menghantam ekonomi nasional. Harga energi naik, bahan pokok ikut terdorong.
 

“Ini jelas memberatkan rakyat, terutama kelompok ekonomi kecil,” tegasnya, Rabu (22/4/2026).
 

Minyak Goreng: Kebutuhan Wajib, Bukan Opsional
 

Kenaikan harga minyak goreng terjadi di lebih dari separuh wilayah Indonesia. Masalahnya, komoditas ini bukan barang yang bisa ditunda.
 

Setiap kenaikan langsung mengubah pola belanja keluarga. Porsi pengeluaran membengkak hanya untuk satu kebutuhan pokok.
 

“Dampaknya nyata—ruang belanja harian makin sempit,” kata Puan.
 

BBM Naik, Beban Kian Berat
 

Meski kenaikan BBM baru menyasar jenis nonsubsidi, efeknya tetap terasa luas.
 

Di lapangan, banyak masyarakat kesulitan mendapatkan BBM subsidi. Akibatnya, mereka terpaksa membeli BBM nonsubsidi yang lebih mahal.
 

“Yang berhak justru terdorong ke harga yang lebih tinggi,” ujarnya.
 

Risiko Berantai, Harga Bisa Ikut Naik Semua
 

Puan mengingatkan, jika tidak segera dikendalikan, kenaikan ini bisa memicu efek domino.
 

Ekspektasi pasar bisa mendorong harga barang lain ikut naik. Situasi makin rumit karena ketidakpastian geopolitik global masih tinggi.
 

“Kita belum tahu konflik ini akan berhenti atau berlanjut,” katanya.
 

DPR: Mitigasi Harus Cepat dan Tepat
 

Puan mendesak pemerintah segera mengambil langkah pengendalian dan mitigasi. Tujuannya jelas: kebijakan yang diambil tidak boleh menambah beban rakyat.
 

Kenaikan harga bukan sekadar angka—ini soal daya tahan keluarga. Jika tak diantisipasi, bukan hanya dapur yang goyah, tapi juga stabilitas ekonomi masyarakat kecil.rajamedia

Komentar: