Politik

Info Haji

Parlemen

Hukum

Ekbis

Nasional

Peristiwa

Galeri

Otomotif

Olahraga

Opini

Daerah

Dunia

Keamanan

Pendidikan

Kesehatan

Gaya Hidup

Calon Dewan

Indeks

Jeda Ramadan

Nuzulul Quran

Oleh: Abdul Mu'ti
Jumat, 06 Maret 2026 | 10:52 WIB
Mendikdasmen RI, Abdul Mu'ti
Mendikdasmen RI, Abdul Mu'ti

RAJAMEDIA.CO - SECARA bahasa, nuzulul Qur'an adalah turunnya Al-Qur'an. Di Indonesia, nuzulul Qur'an diperingati oleh umat Islam dan menjadi hari besar agama yang diselenggarakan oleh Pemerintah.


Sependek pengetahuan penulis, peringatan seperti itu hanya ada di Indonesia saja. Hal demikian, menunjukkan betapa besar komitmen dan dukungan Pemerintah terhadap umat beragama, termasuk umat Islam.


Dari sudut pandang historis dan teologis, ada empat proses turunnya Al-Qur'an. Pertama, turunnya Al-Qur'an dari sidrat al-muntaha ke langit dunia. Al-Qur'an turunnya sekaligus dengan susunan lengkap. Sebagian ahli tafsir menyebut peristiwa itu sebagai Lailatul Qadar.


Kedua, proses turunnya Al-Qur'an dari langit dunia kepada Nabi Muhammad SAW dengan perantaraan Malaikat Jibril. Al-Qur'an turun secara berangsur-angsur selama lebih dari 22 tahun (610-6232 M). Surat Al-Alaq (96): 1-5 turun pertama kali pada 17 Ramadan ketika Nabi Muhammad ber-tahannus di Gua Hira. Ayat terakhir diturunkan adalah Surat Al-Maidah [5]:3 ketika Nabi Muhammad sedang melaksanakan Haji Wada (perpisahan). Wahyu pertama ini sekaligus menandai diangkatnya Muhammad sebagai Rasulullah.


Ketiga, proses ketika Rasulullah Muhammad menyampaikan wahyu yang diterima kepada para sahabat dan memerintahkan mereka untuk menulis di berbagai media. Para sahabat menulis dalam bentuk simbol-simbol di media yang beragam seperti pelepah kurma, tulang, dsb. Para sahabat yang mendengar dari Nabi Muhammad mengajarkan kepada sahabat lain. Proses ini menjadi awal tradisi membaca dan menulis, tradisi belajar dan awal pendidikan di dunia Islam.


Keempat, proses dimana umat Islam melaksanakan tilawatil Qur'an. Menurut Abdullah Yusuf Ali (1872 -1953) dalam The Meaning of The Holy Qur'an (1995), tilawatil Qur'an memiliki empat kesatuan proses: membaca, memahami, mengamalkan secara pribadi, dan mendakwahkan, membumikan, dan membuktikan kebenaran Al-Qur'an dalam kehidupan.


Secara historis dan teologis, tiga proses pertama telah usai.  Yang harus dilakukan adalah proses keempat. Proses ini tiada pernah berakhir.


Ramadan adalah bulan nuzulul Qur'an dan tilawatil Qur'an, bulan edukasi dimana kita belajar dan mengajarkan Al-Qur'an. Nabi Muhammad bersabda: "Yang terbaik di antara kalian adalah yang belajar dan mengajar Al-Qur'an (HR. Bukhari dari Usman bin Affan).rajamedia

Komentar: