Politik

Info Haji

Parlemen

Hukum

Ekbis

Nasional

Peristiwa

Galeri

Otomotif

Olahraga

Opini

Daerah

Dunia

Keamanan

Pendidikan

Kesehatan

Gaya Hidup

Calon Dewan

Indeks

Gus Ipul Murka! Pelaku Pelecehan Santriwati di Pati Diminta Dihukum Seumur Hidup

Laporan: Firman
Minggu, 17 Mei 2026 | 06:03 WIB
Menteri Sosial Saifullah Yusuf - Foto: Dok Kemensos -
Menteri Sosial Saifullah Yusuf - Foto: Dok Kemensos -

RAJAMEDIA.CO - Jakarta - Menteri Sosial Saifullah Yusuf atau Gus Ipul angkat suara keras terkait kasus dugaan pelecehan seksual terhadap santriwati di Pondok Pesantren Ndolo Kusumo, Pati, Jawa Tengah.
 

Gus Ipul meminta aparat penegak hukum menjatuhkan hukuman paling berat kepada pelaku. Bahkan, menurutnya, hukuman seumur hidup layak dipertimbangkan demi memberikan efek jera.
 

“Kita mengutuk keras kejadian itu. Kita minta pelaku dihukum sekeras-kerasnya, seberat-beratnya, seumur hidup kalau perlu supaya ini menjadi pembelajaran bagi kita semua,” kata Gus Ipul dalam keterangannya, Sabtu (16/5/2026).
 

Pernyataan keras itu menjadi sinyal bahwa pemerintah tidak ingin lagi kasus kekerasan seksual di lingkungan pendidikan dianggap persoalan biasa.
 

Korban Akan Didampingi Sampai Tuntas
 

Di tengah sorotan publik terhadap kasus tersebut, Gus Ipul memastikan pemerintah akan fokus penuh pada pemulihan korban.
 

Ia menegaskan negara harus hadir memberikan perlindungan, rehabilitasi, hingga pemberdayaan bagi para santriwati yang menjadi korban.
 

“Kita semua berdiri di sisi korban, kami dengan Pak Bupati akan bekerjasama untuk memberikan perlindungan, rehabilitasi dan pemberdayaan,” ujarnya.
 

Menurut Gus Ipul, pemulihan korban bukan hanya soal pendampingan psikologis, tetapi juga memastikan masa depan pendidikan mereka tidak terputus akibat trauma dan tekanan sosial.
 

Pendidikan Korban Harus Tetap Berjalan
 

Pemerintah juga tengah menyiapkan langkah lanjutan terkait keberlanjutan pendidikan para santriwati korban pelecehan seksual tersebut.
 

Keputusan teknis nantinya akan dibahas bersama pemerintah daerah, Kementerian Agama Republik Indonesia, dan instansi terkait lainnya.
 

“Pada dasarnya adalah kita ingin akses pendidikan pada anak-anak kita tetap bisa diperoleh, mereka bisa bersekolah yang paling aman, paling nyaman dan paling memungkinkan,” tutur Gus Ipul.
 

Ia menegaskan jangan sampai korban justru kehilangan hak pendidikan akibat kasus yang mereka alami.
 

Pemerintah Petakan Kondisi Keluarga Korban
 

Gus Ipul menambahkan, pemerintah akan melihat kondisi masing-masing keluarga korban sebelum menentukan bentuk penanganan lanjutan.
 

Langkah itu penting agar proses pemulihan benar-benar sesuai dengan kebutuhan para korban.
 

“Jadi Insya Allah, itu akan dipikirkan bersama dan kita akan melakukan pendampingan sampai tuntas,” tegasnya.
 

Alarm Keras untuk Dunia Pendidikan
 

Kasus pelecehan seksual di lingkungan pesantren kembali menjadi alarm keras bagi dunia pendidikan di Indonesia.
 

Publik kini menuntut keberanian lembaga pendidikan, aparat hukum, dan pemerintah untuk tidak lagi menutup-nutupi kasus serupa.
 

Pesan Gus Ipul jelas: pelaku harus dihukum berat, korban harus dilindungi, dan lingkungan pendidikan harus kembali menjadi tempat yang aman bagi anak-anak.rajamedia

Komentar: