Ahmad Safei Warning! Jangan Suruh Guru Jadi Tukang Bersih Sekolah Rakyat
RAJAMEDIA.CO — Semarang, Legislator — Program Sekolah Rakyat yang digagas Presiden Prabowo Subianto mendapat dukungan penuh dari DPR RI. Namun, pemerintah diingatkan agar tidak mengabaikan persoalan pengelolaan aset dan pemeliharaan fasilitas yang berpotensi mengganggu kualitas pendidikan.
Anggota Komisi V DPR RI Ahmad Safei menegaskan, guru harus fokus mendidik siswa, bukan dibebani mengurus kebersihan dan perawatan gedung sekolah.
"Jangan sampai gurunya menjadi pembersih. Proses belajar mengajar harus dipisahkan dari urusan pemeliharaan," tegas Safei saat Kunjungan Kerja Spesifik Komisi V DPR RI ke Sekolah Rakyat di Kecamatan Tembalang, Semarang, dikutip Sabtu (18/7/2026).
Sekolah Besar Butuh Pengelolaan Profesional
Safei menyoroti kompleks Sekolah Rakyat yang berdiri di atas lahan sekitar enam hektare dengan sejumlah bangunan besar.
Menurutnya, fasilitas sebesar itu tidak mungkin dirawat secara optimal jika tidak didukung sistem pemeliharaan yang profesional dan berkelanjutan.
Karena itu, pemerintah diminta sejak awal menyiapkan mekanisme pengelolaan aset yang jelas agar kualitas bangunan tetap terjaga.
Maintenance Harus Ditangani Tim Khusus
Politikus Partai Golkar itu mengusulkan agar pemerintah membentuk unit khusus yang bertanggung jawab terhadap pemeliharaan gedung dan lingkungan sekolah.
Pengelolaan tersebut, kata dia, bisa dilakukan oleh pemerintah daerah maupun melalui tenaga profesional yang di-outsourcing.
"Maintenance seluruh gedung harus ditangani secara khusus. Mau oleh pemda atau outsourcing, tetapi harus dipisahkan dari tugas guru," ujarnya.
Safei mengingatkan, jika tanggung jawab itu dicampur dengan tugas mengajar, dikhawatirkan baik proses pendidikan maupun perawatan fasilitas akan sama-sama terbengkalai.
"Kalau dicampur, saya kira akan terbengkalai. Itu bahaya," katanya.
Penerimaan Murid Harus Tepat Sasaran
Selain soal fasilitas, Safei juga mengingatkan pemerintah agar pelaksanaan Program Sekolah Rakyat tidak mengganggu keberlangsungan sekolah reguler.
Ia meminta proses seleksi peserta didik benar-benar menyasar kelompok masyarakat miskin ekstrem, khususnya yang masuk kategori desil 1 dan desil 2, sesuai tujuan awal program.
Dengan demikian, keberadaan Sekolah Rakyat tidak justru mengurangi jumlah siswa di sekolah umum.
Program Bagus, Pelaksanaan Jangan Keliru
Safei menilai Program Sekolah Rakyat merupakan langkah strategis untuk memperluas akses pendidikan bagi masyarakat kurang mampu.
Namun, ia mengingatkan bahwa niat baik pemerintah harus diikuti dengan perencanaan yang matang, mulai dari penyediaan infrastruktur hingga sistem penerimaan peserta didik.
"Program Bapak Presiden ini sangat baik. Niatnya baik, tetapi pelaksanaannya harus hati-hati. Semua harus dikaji dengan baik agar benar-benar memberi manfaat bagi masyarakat," pungkasnya.
RAJA MEDIA — Cepat, Tajam, Terpercaya.![]()
Olahraga 2 hari yang lalu
Daerah | 6 hari yang lalu
Olahraga | 3 hari yang lalu
Parlemen | 4 hari yang lalu
Olahraga | 3 hari yang lalu
Olahraga | 5 hari yang lalu
Nasional | 4 hari yang lalu
Politik | 5 hari yang lalu
Olahraga | 6 hari yang lalu
Hukum | 3 hari yang lalu