Dasco Tarik Rem! RUU Pemilu Tak Mau Dikebut, DPR Minta Parpol Uji Coba Sistem
RAJAMEDIA.CO - Jakarta, Legislator – Pembahasan Rancangan Undang-Undang Pemilu tak akan digeber asal cepat. Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad menegaskan, parlemen memilih jalur hati-hati demi menghasilkan regulasi yang benar-benar matang.
Pesan kuncinya: jangan ulang kesalahan lama.
Simulasi Dulu, Baru Bahas
Alih-alih langsung mengetok pembahasan, DPR justru meminta seluruh partai politik—baik di dalam maupun luar parlemen—melakukan simulasi sistem pemilu.
Langkah ini dinilai penting agar setiap opsi sistem benar-benar teruji sebelum diformalkan dalam undang-undang.
“Kita lagi minta partai-partai melakukan simulasi. Jadi jangan diburu-buru,” tegas Dasco di Kompleks Parlemen, Selasa (21/4/2026).
UU Lama Masih Bisa Dipakai
Dasco memastikan, tahapan pemilu tetap bisa berjalan meski revisi UU belum dilakukan.
Proses penting seperti rekrutmen penyelenggara pemilu tetap bisa berlangsung menggunakan payung hukum yang ada saat ini, yakni Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2017 tentang Pemilihan Umum.
“Rekrutmen KPU, Bawaslu, itu bisa jalan tanpa undang-undang baru,” ujarnya.
Trauma Putusan MK, DPR Tak Mau Kecolongan
Salah satu alasan kehati-hatian DPR adalah banyaknya putusan Mahkamah Konstitusi yang sebelumnya membatalkan atau mengoreksi aturan pemilu.
Dasco tak ingin RUU yang disusun tergesa-gesa justru kembali digugat dan kandas di MK.
“Sudah bolak-balik digugat, dibatalkan, diputus lagi. Sekarang kita harus sabar,” katanya.
Jangan Terlambat, Tapi Juga Jangan Terburu
Meski menahan laju, DPR juga tak ingin pembahasan molor hingga mendekati Pemilu 2029.
Menurut Dasco, waktu masih cukup panjang untuk melakukan kajian mendalam, termasuk simulasi berbagai skenario sistem pemilu.
Menunggu Kesepakatan Fraksi
RUU Pemilu baru akan dibahas setelah ada titik temu antar fraksi di DPR.
Sebagai Ketua Harian DPP Partai Gerindra, Dasco mengakui masing-masing partai masih melakukan kajian internal, terutama terkait sistem legislatif dan pemilihan presiden.
Pemilu adalah jantung demokrasi. Terlalu cepat bisa cacat, terlalu lambat bisa kacau. DPR kini memilih satu jalan: pelan, tapi pasti—agar tak lagi bolak-balik diuji di meja konstitusi.![]()
Daerah 6 hari yang lalu
Peristiwa | 6 hari yang lalu
Keamanan | 6 hari yang lalu
Politik | 3 hari yang lalu
Nasional | 3 hari yang lalu
Parlemen | 6 hari yang lalu
Pendidikan | 6 hari yang lalu
Parlemen | 6 hari yang lalu
Peristiwa | 4 hari yang lalu
Opini | 1 hari yang lalu