Politik

Info Haji

Parlemen

Hukum

Ekbis

Nasional

Peristiwa

Galeri

Otomotif

Olahraga

Opini

Daerah

Dunia

Keamanan

Pendidikan

Kesehatan

Gaya Hidup

Calon Dewan

Indeks

BBM Subsidi Disorot! Komisi XII DPR Ingatkan: Jangan Dinikmati yang Tak Berhak!

Laporan: Halim Dzul
Sabtu, 04 April 2026 | 07:58 WIB
Anggota Komisi XII DPR RI, Cheroline Chrisye Makalew - Humas DPR -
Anggota Komisi XII DPR RI, Cheroline Chrisye Makalew - Humas DPR -

RAJAMEDIA.CO — Jakarta, Legislator — Distribusi BBM subsidi kembali jadi sorotan. Di tengah tekanan konflik global yang berdampak ke sektor energi, DPR RI angkat suara keras: pengawasan harus diperketat—atau rakyat yang dirugikan.
 

Anggota Komisi XII DPR RI, Cheroline Chrisye Makalew, menegaskan bahwa celah penyalahgunaan BBM subsidi masih terbuka lebar. Tanpa kontrol ketat, praktik penimbunan hingga salah sasaran akan terus berulang.
 

Pengawasan Lemah, Penyalahgunaan Merajalela
 

Cheroline tak menutup mata terhadap realitas di lapangan. BBM subsidi yang seharusnya dinikmati masyarakat kecil, justru kerap bocor ke pihak yang tak berhak.
 

“Perkuat pengawasan dan distribusi BBM agar tidak terjadi penimbunan dan penyalahgunaan,” tegasnya dalam keterangan tertulis yang dikutip Parlementaria, Jumat (3/4/2026).
 

Menurutnya, sistem distribusi harus benar-benar tepat sasaran. Jika tidak, subsidi hanya jadi “bancakan” segelintir pihak.
 

Energi Terbarukan Jadi Jalan Keluar
 

Tak hanya bicara pengawasan, politisi Fraksi Partai NasDem ini juga mendorong langkah strategis jangka panjang: percepatan energi baru terbarukan (EBT).
 

Ia menilai, ketergantungan Indonesia pada BBM harus segera dikurangi. Apalagi, potensi energi di dalam negeri—terutama di wilayah timur—masih sangat besar tapi belum tergarap maksimal.
 

“Pengembangan EBT untuk listrik harus dipercepat. Papua dan wilayah timur punya sumber daya alam yang melimpah, tapi belum dioptimalkan,” ujarnya.
 

Ketahanan Energi Tak Bisa Ditunda
 

Di tengah ketidakpastian global, Cheroline mengingatkan pentingnya kesiapan nasional dalam menghadapi gejolak energi.
 

Mulai dari penguatan cadangan energi, peningkatan kapasitas produksi, hingga sistem penyimpanan dalam negeri harus jadi prioritas.
 

Transisi Energi, Kunci Masa Depan
 

Cheroline menutup dengan pesan tegas: Indonesia tak boleh hanya reaktif, tapi harus strategis.
 

Transisi menuju energi berkelanjutan bukan lagi pilihan—melainkan keharusan.
 

“Ketahanan energi harus diperkuat dari sekarang agar ke depan kita tidak terus bergantung pada BBM,” pungkasnya.
 

Subsidi tanpa pengawasan ketat adalah bom waktu. Dan tanpa transisi energi, Indonesia akan terus berada di bawah bayang-bayang krisis global. Saatnya berbenah—sebelum terlambat.rajamedia

Komentar: