Bamsoet: KEM-PPKF 2027 Prabowo Tunjukkan Keberanian Hadapi Krisis Global
RAJAMEDIA.CO - Jakarta, Legislator - Anggota DPR RI Bambang Soesatyo menilai kerangka ekonomi makro dan pokok-pokok kebijakan fiskal (KEM-PPKF) 2027 yang disampaikan Presiden Prabowo Subianto menunjukkan keberanian pemerintah dalam menjaga kesinambungan pembangunan sekaligus memperkuat perlindungan sosial masyarakat.
Menurut Bamsoet, arah kebijakan fiskal yang disusun pemerintah memperlihatkan upaya membangun fondasi pertumbuhan ekonomi jangka panjang di tengah ketidakpastian global.
“Kerangka ekonomi dan kebijakan fiskal 2027 yang disampaikan Presiden Prabowo memperlihatkan keberanian pemerintah mengambil langkah strategis untuk menjaga kesinambungan pembangunan sekaligus memperkuat perlindungan sosial masyarakat,” kata Bamsoet dalam keterangannya, dikutip Kamis, (21/5/2026).
Target Pertumbuhan Ekonomi Dinilai Realistis
Bamsoet mengatakan pemerintah tetap mampu menjaga optimisme ekonomi nasional meski dunia masih menghadapi perlambatan ekonomi, tensi geopolitik, perang dagang, hingga tekanan suku bunga global.
Dalam KEM-PPKF 2027, pemerintah menargetkan pertumbuhan ekonomi berada di kisaran 5,8 hingga 6,5 persen.
Menurut Bamsoet, target tersebut realistis apabila didukung penguatan sektor industri dan investasi nasional.
“APBN ditempatkan sebagai instrumen perjuangan negara untuk memastikan kesejahteraan rakyat meningkat secara nyata,” ujarnya.
Defisit Dijaga di Tengah Tekanan Global
Ketua DPR RI ke-20 itu juga menilai desain RAPBN 2027 menunjukkan kehati-hatian pemerintah dalam mengelola fiskal negara.
Pemerintah menargetkan defisit APBN berada di kisaran 1,80 hingga 2,40 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB).
Menurut Bamsoet, langkah menjaga defisit tetap terkendali penting untuk menjaga stabilitas ekonomi nasional sekaligus mempertahankan kepercayaan pasar dan rating investasi Indonesia.
“Pemerintah sangat tepat menjaga defisit tetap terkendali,” katanya.
Ia menilai ruang fiskal yang sehat diperlukan untuk menghadapi potensi tekanan ekonomi global yang sewaktu-waktu bisa muncul.
Hilirisasi dan Ekonomi Digital Jadi Andalan
Bamsoet mengatakan target pertumbuhan ekonomi di atas 6 persen memang menantang, namun tetap memungkinkan dicapai jika pemerintah konsisten menjalankan hilirisasi industri dan memperkuat sektor manufaktur.
Selain itu, pengembangan ekonomi digital dan peningkatan konsumsi domestik juga dinilai menjadi faktor penting.
Ia menyebut ekonomi digital Indonesia saat ini menjadi yang terbesar di Asia Tenggara dengan nilai ekonomi digital diperkirakan melampaui USD 130 miliar pada 2025.
Di sisi lain, kebijakan hilirisasi mineral disebut telah meningkatkan nilai ekspor produk berbasis nikel, stainless steel, hingga baterai kendaraan listrik.
“Target pertumbuhan ekonomi di atas enam persen memang menantang tetapi sangat mungkin dicapai apabila industrialisasi nasional berjalan konsisten, hilirisasi diperluas, dan penciptaan lapangan kerja formal dipercepat,” ujar Bamsoet.![]()
Olahraga 3 hari yang lalu
Keamanan | 5 hari yang lalu
Ekbis | 5 hari yang lalu
Keamanan | 5 hari yang lalu
Olahraga | 3 hari yang lalu
Parlemen | 5 hari yang lalu
Daerah | 4 hari yang lalu
Parlemen | 6 hari yang lalu
Daerah | 5 hari yang lalu
Parlemen | 5 hari yang lalu