Politik

Info Haji

Parlemen

Hukum

Ekbis

Nasional

Peristiwa

Galeri

Otomotif

Olahraga

Opini

Daerah

Dunia

Keamanan

Pendidikan

Kesehatan

Gaya Hidup

Calon Dewan

Indeks

Puan Sentil Minimnya Perempuan di DPR: 130 Kursi Belum Cukup!

Laporan: Halim Dzul
Kamis, 21 Mei 2026 | 19:31 WIB
Ketua DPR RI Puan Maharani - Foto: Humas DPR -
Ketua DPR RI Puan Maharani - Foto: Humas DPR -

RAJAMEDIA.CO — Jakarta, Legislator — Ketua DPR RI Puan Maharani menyoroti masih minimnya keterwakilan perempuan di parlemen Indonesia. Meski jumlah legislator perempuan saat ini meningkat dibanding periode sebelumnya, Puan menegaskan angka itu masih jauh dari ideal.
 

Dari total 580 anggota DPR RI, saat ini hanya terdapat 130 legislator perempuan atau sekitar 22,4 persen.
 

“Itu pencapaian luar biasa. Tapi belum cukup,” tegas Puan dalam Forum Diskusi Nasional Kaukus Perempuan Parlemen RI di Kompleks Parlemen Senayan, Kamis (21/5/2026).
 

Belum Tembus Standar 30 Persen
 

Politikus PDIP itu mengingatkan standar keterwakilan perempuan secara internasional berada di angka minimal 30 persen.
 

Karena itu, menurut Puan, perjuangan perempuan Indonesia di dunia politik belum selesai.


“Kita harus jujur, standar keterwakilan bermakna secara internasional ada di angka 30 persen. Artinya perempuan yang ada di parlemen belum cukup,” ujarnya.
 

Puan menilai saat ini perempuan memang sudah mulai masuk ruang pengambilan keputusan. Namun, belum semuanya benar-benar ikut menentukan arah dan desain kebijakan.
 

“Sudah Masuk Ruangan, Tapi Belum Ikut Mendesain”
 

Dalam pidatonya, Puan melontarkan kritik tajam soal posisi perempuan dalam politik nasional.
 

Menurutnya, banyak perempuan sudah hadir di ruang kekuasaan, tetapi belum sepenuhnya memiliki pengaruh dalam merancang arah kebijakan.
 

“Perempuan sudah ada di ruang pengambilan keputusan. Tapi belum selalu ikut merancang ruangan itu,” kata Puan.

Ia menyebut kondisi tersebut sebagai jarak antara representasi dan transformasi yang harus segera dipersempit.
 

Ketua DPR Dua Periode
 

Puan juga menyinggung posisinya sebagai perempuan pertama di Indonesia yang dipercaya dua kali menjabat Ketua DPR RI.
 

Menurutnya, keberhasilannya itu harus menjadi bukti bahwa perempuan mampu menembus dominasi politik yang selama ini dianggap sulit ditembus.
 

“Setelah saya, Insyaallah siapa pun bisa menjadi Ketua DPR RI lagi,” ujarnya.
 

“Tembok Penghalang Sudah Runtuh”
 

Ketua DPP PDIP itu mengajak seluruh perempuan Indonesia untuk tidak takut bermimpi besar dan berani mengambil peran strategis.
 

Ia menilai hambatan besar bagi perempuan di dunia politik perlahan mulai runtuh.
 

“Tidak ada lagi yang bisa bilang perempuan tidak bisa jadi Ketua DPR. Tembok-tembok penghalang itu sudah runtuh,” tegas Puan.
 

Menurutnya, perjuangan perempuan di politik memang tidak mudah. Namun, solidaritas dan gotong royong antarperempuan menjadi kunci untuk memperbesar ruang kepemimpinan perempuan di Indonesia.
 

“Perempuan Indonesia harus solid, bergotong royong, dan terbang setinggi-tingginya,” pungkasnya.rajamedia

Komentar: