Politik

Info Haji

Parlemen

Hukum

Ekbis

Nasional

Peristiwa

Galeri

Otomotif

Olahraga

Opini

Daerah

Dunia

Keamanan

Pendidikan

Kesehatan

Gaya Hidup

Calon Dewan

Indeks

Lagu “Mas Bahlil Ganteng” Viral, Pengamat Sebut Golkar Justru Diuntungkan

Laporan: Firman
Senin, 01 Juni 2026 | 23:52 WIB
Ilustrasi foto Mas Bahlil Ganten - RMN -
Ilustrasi foto Mas Bahlil Ganten - RMN -

RAJAMEDIA.CO — Jakarta — Fenomena viral lagu “Mas Bahlil Ganteng” dinilai membawa keuntungan politik bagi Partai Golkar dan Ketua Umumnya Bahlil Lahadalia.
 

Pengamat politik Adi Prayitno menilai lagu tersebut justru membuat nama Bahlil semakin dikenal luas oleh publik.
 

“Suka tidak suka, ini menguntungkan bagi Golkar,” kata Adi di DPD Partai Golkar Jakarta, Senin (1/6/2026).
 

Disebut Jadi Fenomena Politik Baru
 

Adi menyebut saat ini hampir tidak ada ketua umum partai politik yang namanya terus dinyanyikan publik setiap hari selain Presiden Prabowo Subianto.

“Nyaris tidak ada ketua umum partai di luar Pak Prabowo yang setiap hari dinyanyikan dan dilagukan, kecuali Pak MBG, Mas Bahlil Ganteng,” ujarnya.
 

Awalnya Satire, Kini Jadi Promosi Politik
 

Menurut Adi, lagu tersebut kemungkinan awalnya muncul sebagai bentuk sindiran atau satire terhadap Bahlil.
 

Namun, situasi itu dinilai berhasil dibalik oleh Golkar menjadi momentum promosi politik yang menguntungkan.
 

Ia menilai kemampuan mengelola isu dan viralitas menjadi penting dalam politik modern.
 

Bisa Jadi Modal Menuju 2029
 

Adi menilai fenomena “Mas Bahlil Ganteng” bisa menjadi modal elektoral bagi Golkar menghadapi Pemilu 2029 jika mampu dikapitalisasi dengan baik.
 

Menurutnya, sesuatu yang terus dibicarakan publik memiliki peluang memengaruhi pilihan politik masyarakat.
 

“Kalau ini bisa dikapitalisasi Golkar menuju 2029, bukan tidak mungkin peluang politik Golkar akan meningkat,” katanya.
 

Politik Dinilai Sangat Dipengaruhi Popularitas
 

Adi menambahkan dalam dunia politik, popularitas yang terus berulang di ruang publik akan mudah masuk ke ingatan masyarakat.
 

Ia bahkan menyebut apa yang sering dinyanyikan atau dibicarakan publik bisa terbawa hingga ke bilik suara saat pemilu.
 

“Kalau sudah sering dibicarakan biasanya masuk ke hati, lalu terbawa sampai ke TPS,” ujarnya.
 

Karena itu, Adi menyarankan Golkar menjaga momentum viral tersebut agar tetap melekat di tengah masyarakat.rajamedia

Komentar: