Politik

Info Haji

Parlemen

Hukum

Ekbis

Nasional

Peristiwa

Galeri

Otomotif

Olahraga

Opini

Daerah

Dunia

Keamanan

Pendidikan

Kesehatan

Gaya Hidup

Calon Dewan

Indeks

Slamet: Sila Keadilan Sosial Harus Hadir di Meja Makan Rakyat

Laporan: Halim Dzul
Senin, 01 Juni 2026 | 22:53 WIB
Anggota Komisi IV DPR RI Slamet - Humas DPR -
Anggota Komisi IV DPR RI Slamet - Humas DPR -

RAJAMEDIA.CO — Jakarta, Legislator — Anggota Komisi IV DPR RI Slamet mengingatkan bahwa makna sila kelima Pancasila, Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia, harus diwujudkan melalui pemenuhan hak dasar masyarakat terhadap pangan.
 

Menurutnya, masih tingginya angka ketidakcukupan konsumsi pangan di sejumlah wilayah Indonesia Timur menjadi alarm serius bagi pemerintah.
 

“Masih tingginya angka ketidakcukupan konsumsi pangan dan rendahnya Indeks Ketahanan Pangan menunjukkan akses pangan yang adil dan merata masih menjadi tantangan besar,” ujar Slamet, Senin (1/6/2026).
 

Papua dan Maluku Jadi Sorotan
 

Politisi PKS itu membeberkan sejumlah daerah di Indonesia Timur masih mengalami kondisi pangan yang memprihatinkan.
 

Data tahun 2025 menunjukkan:
 

1. Papua Tengah: ketidakcukupan pangan 32,30 persen

2. Papua Pegunungan: 28,72 persen

3. Papua: 26,11 persen

4. Maluku: 30,54 persen

5. Maluku Utara: 27,83 persen
 

Selain itu, sejumlah daerah juga memiliki Indeks Ketahanan Pangan (IKP) yang rendah.
 

Persoalan Bukan Sekadar Produksi
 

Menurut Slamet, masalah pangan di Indonesia Timur tidak hanya soal produksi, tetapi juga akses, distribusi, dan kemampuan masyarakat memperoleh pangan bergizi.
 

Ia menilai ketergantungan pada beras menjadi salah satu penyebab kerentanan pangan di kawasan timur Indonesia.
 

Ajak Kembali ke Pangan Lokal
 

Slamet mendorong pemerintah menghidupkan kembali gerakan pangan lokal sebagai solusi ketahanan pangan nasional.
 

Ia menyebut Indonesia Timur memiliki sumber pangan lokal yang kaya seperti sagu, talas, umbi-umbian, dan pisang.
 

Menurutnya, pangan lokal telah terbukti menopang kehidupan masyarakat selama ratusan tahun.
 

“Pangan lokal bukan makanan kelas dua,” tegasnya.
 

Semangat Pancasila Harus Hadir dalam Pangan
 

Slamet menegaskan pengembangan pangan lokal merupakan bagian penting dari semangat keadilan sosial dalam Pancasila.
 

Ia meminta pembangunan pangan nasional menghargai potensi dan kearifan lokal setiap daerah.
 

“Semangat Pancasila mengajarkan keadilan, termasuk keadilan dalam pembangunan pangan,” ujarnya.
 

Menurut Slamet, strategi ketahanan pangan nasional tidak boleh hanya terpusat pada satu komoditas, tetapi harus memperkuat keberagaman pangan nusantara.rajamedia

Komentar: