Politik

Info Haji

Parlemen

Hukum

Ekbis

Nasional

Peristiwa

Galeri

Otomotif

Olahraga

Opini

Daerah

Dunia

Keamanan

Pendidikan

Kesehatan

Gaya Hidup

Calon Dewan

Indeks

APBD Hampir Rp7 Triliun, Komisi I Sayangkan Kota Bekasi Belum Punya Universitas Negeri

Laporan: Halim Dzul
Jumat, 06 Maret 2026 | 11:49 WIB
Anggota Komisi I DPRD Kota Bekasi, Sarwin Edi Saputra -
Anggota Komisi I DPRD Kota Bekasi, Sarwin Edi Saputra -

RAJAMEDIA.CO - Kota Bekasi– Kota Bekasi dengan APBD yang hampir menyentuh Rp7 triliun dinilai sudah sangat layak memiliki perguruan tinggi negeri. Selama ini, kota metropolitan penyangga ibu kota tersebut justru belum memiliki universitas negeri sendiri.
 

Anggota Komisi I DPRD Kota Bekasi, Sarwin Edi Saputra, menilai kondisi tersebut menjadi ironi bagi daerah dengan kekuatan fiskal besar dan jumlah penduduk yang terus bertambah setiap tahun.
 

“Seharusnya Kota Bekasi yang APBD-nya hampir Rp7 triliun sudah memiliki universitas negeri. Banyak kota yang lebih kecil saja sudah punya,” kata Sarwin.
 

Bekasi Kota Besar, Kampus Negeri Belum Ada
 

Menurut Sarwin, ketiadaan universitas negeri di Kota Bekasi membuat banyak lulusan SMA harus merantau ke kota lain demi melanjutkan pendidikan tinggi.
 

Padahal, sebagai kota metropolitan dengan jumlah penduduk jutaan jiwa, Bekasi seharusnya menjadi pusat pendidikan sekaligus pusat pertumbuhan sumber daya manusia.
 

“Anak-anak Bekasi yang baru lulus SMA terpaksa kuliah ke luar daerah. Ada yang ke Malang, Surabaya, Depok, Yogyakarta, Jakarta hingga Bogor,” ujarnya.
 

Kondisi ini, kata dia, tidak hanya menyulitkan keluarga dari sisi biaya, tetapi juga membuat Bekasi kehilangan potensi berkembang menjadi kota pendidikan.
 

Usul Lokasi Kampus Negeri
 

Sarwin menilai Pemerintah Kota Bekasi sebenarnya memiliki peluang untuk mewujudkan pendirian perguruan tinggi negeri tersebut. Salah satunya dengan memanfaatkan lahan fasilitas sosial (fasos) dan fasilitas umum (fasum) yang tersedia di beberapa kawasan kota.
 

Salah satu lokasi yang dinilai potensial adalah kawasan Summarecon Bekasi yang memiliki sejumlah lahan fasos dan fasum yang dapat dimanfaatkan untuk kepentingan publik.
 

“Lahan fasos dan fasum di kawasan Summarecon bisa saja dipakai untuk kepentingan masyarakat, termasuk untuk pembangunan universitas negeri,” katanya.
 

Bekasi Butuh Kampus Negeri
 

Sarwin menegaskan, kehadiran universitas negeri di Kota Bekasi bukan sekadar soal pendidikan, tetapi juga strategi jangka panjang untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.
 

Menurutnya, kota dengan kapasitas fiskal besar seperti Bekasi sudah saatnya memiliki pusat pendidikan tinggi negeri yang bisa diakses masyarakat luas.
 

“Sudah waktunya Bekasi memiliki universitas negeri sendiri,” tegasnya.rajamedia

Komentar: