AI Ancam Pekerja! DPR Desak Roadmap Reskilling dan Dana Transisi Buruh
RAJAMEDIA.CO — Jakarta, Legislator — Gelombang kecerdasan buatan mulai terasa. Alarm dari parlemen pun berbunyi. Anggota Komisi IX DPR RI, Gamal, menyoroti ancaman serius AI dan otomasi terhadap tenaga kerja Indonesia.
Sorotan itu disampaikan dalam rapat kerja bersama Kementerian Ketenagakerjaan Republik Indonesia di Gedung Nusantara I, Senayan, Jakarta, Kamis (9/4/2026).
AI & Otomasi: Ancaman Nyata di Depan Mata
Menurut Gamal, dampak kecerdasan buatan belum tergambar jelas dalam paparan pemerintah.
Padahal, perubahan di sektor industri berlangsung sangat cepat—dan mulai menggeser tenaga kerja manusia.
“Saat ini terjadi perubahan pesat, baik dalam otomasi maupun proses AI,” tegasnya.
Sektor tekstil dan manufaktur disebut sebagai yang paling rentan terdampak.
DPR Tagih Roadmap Reskilling
Gamal mempertanyakan kesiapan pemerintah, khususnya Kemenaker, dalam menghadapi gelombang ini.
Fokus utamanya: program pelatihan ulang (reskilling) bagi buruh yang terancam tergantikan mesin.
“Bagaimana roadmap konkret untuk reskilling buruh yang akan tergantikan oleh AI dan otomasi?” tanya Gamal.
Tanpa peta jalan yang jelas, transformasi teknologi bisa berubah menjadi ancaman sosial.
Pendekatan Lama Dinilai Tak Lagi Relevan
Gamal mengingatkan, pendekatan konvensional dalam kebijakan ketenagakerjaan sudah tidak memadai.
Indonesia kini berada di era Revolusi Industri 4.0 bahkan menuju fase berikutnya.
Artinya, kebijakan harus:
1. Adaptif
2. Berbasis teknologi
3. Berkelanjutan
Jika tidak, tenaga kerja akan tertinggal.
Usulan “Job Transition Fund”
Sebagai solusi, Gamal mengusulkan pembentukan job transition fund—dana transisi bagi pekerja terdampak.
Skemanya:
1. Bersumber dari perusahaan yang mengganti tenaga manusia dengan AI/robot
2. Digunakan untuk pelatihan ulang dan adaptasi pekerja
“Dana ini bisa membantu transisi pekerja dan mengantisipasi lonjakan pengangguran,” jelasnya.
Belajar dari Korea Selatan
Gamal juga mencontohkan Korea Selatan yang sudah lebih dulu menyiapkan skema antisipasi dampak AI.
Negeri Ginseng itu dinilai berhasil meredam potensi pengangguran lewat kebijakan yang terstruktur.
Indonesia, menurutnya, bisa menjadikan model tersebut sebagai referensi.
Jangan Sampai AI Jadi Bumerang
Di akhir pernyataannya, Gamal mengingatkan satu hal penting: teknologi seharusnya jadi peluang, bukan ancaman.
Jika dikelola dengan benar:
1. Produktivitas naik
2. Kualitas tenaga kerja meningkat
3. Daya saing nasional menguat
Namun jika diabaikan, hasilnya bisa sebaliknya: pengangguran melonjak.
Taruhan Masa Depan Tenaga Kerja
AI tak bisa ditolak. Otomasi tak bisa dihentikan.
Yang bisa dilakukan: bersiap.
Dan kini, DPR mulai menekan pemerintah untuk memastikan transisi itu tidak memakan korban—melainkan melahirkan tenaga kerja baru yang lebih kuat dan siap bersaing.![]()
Olahraga 4 hari yang lalu
Otomotif | 6 hari yang lalu
Opini | 6 hari yang lalu
Info Haji | 6 hari yang lalu
Dunia | 3 hari yang lalu
Keamanan | 4 hari yang lalu
Olahraga | 4 hari yang lalu
Politik | 3 hari yang lalu
Parlemen | 3 hari yang lalu
Olahraga | 4 hari yang lalu