Politik

Info Haji

Parlemen

Hukum

Ekbis

Nasional

Peristiwa

Galeri

Otomotif

Olahraga

Opini

Daerah

Dunia

Keamanan

Pendidikan

Kesehatan

Gaya Hidup

Calon Dewan

Indeks

Tragedi Nakla di Bulukumba, Puan Desak Pemerintah Benahi Akses Layanan Kesehatan

Laporan: Halim Dzul
Senin, 02 November 2026 | 20:03 WIB
Ketua DPR RI Puan Maharani menyampaikan belasungkawa atas meninggalnya Nakla Syafira, balita berusia satu tahun di Kabupaten Bulukumba, Sulawesi Selatan. - Humas DPR/RMN -
Ketua DPR RI Puan Maharani menyampaikan belasungkawa atas meninggalnya Nakla Syafira, balita berusia satu tahun di Kabupaten Bulukumba, Sulawesi Selatan. - Humas DPR/RMN -

RAJAMEDIA.CO — Jakarta — Ketua DPR RI Puan Maharani menyampaikan belasungkawa atas meninggalnya Nakla Syafira, balita berusia satu tahun di Kabupaten Bulukumba, Sulawesi Selatan. Ia meminta pemerintah mengevaluasi akses layanan kesehatan bagi keluarga rentan agar anak yang membutuhkan pertolongan segera mendapat penanganan.
 

“Dukacita mendalam atas berpulangnya adik Nakla Syafira, balita di Sulawesi Selatan yang meninggal dunia karena komplikasi penyakit,” kata Puan dalam keterangan tertulis, Senin (2/11/2026).
 

Bukan Sekadar Isu Tak Mendapat Makanan
 

Kasus Nakla menjadi perhatian publik setelah beredar kabar bahwa balita tersebut meninggal dunia akibat tidak mendapat asupan makanan dan susu selama 10 hari.
 

Namun, berdasarkan informasi medis yang disampaikan dalam kasus tersebut, Nakla mengalami komplikasi berbagai penyakit dan kehilangan nafsu makan karena kondisi kesehatannya. Ia dilaporkan mengalami radang tenggorokan akut sebelum akhirnya dibawa ke rumah sakit dalam kondisi kritis.
 

Hasil pemeriksaan mencatat sejumlah masalah kesehatan, antara lain gizi buruk, stunting, gangguan pernapasan, kejang berkepanjangan, serta gangguan fungsi otak. Dokter juga mencatat dugaan meningitis dan sejumlah kondisi medis lainnya.
 

Pemerintah Diminta Telusuri Penanganan
 

Puan mendorong pemerintah daerah bersama fasilitas kesehatan menelusuri perjalanan penanganan Nakla secara menyeluruh dengan tetap menghormati keluarga.
 

Menurutnya, perlu dipastikan apakah keluarga mengalami kesulitan mengenali tanda bahaya penyakit, memperoleh informasi medis, menjangkau fasilitas kesehatan, atau mendapatkan bantuan transportasi dan pendampingan.
 

“Pemerintah perlu mendengar pengalaman keluarga dan memeriksa catatan pelayanan sebelum menentukan perbaikan yang dibutuhkan,” ujarnya.
 

Ia mengingatkan, pelayanan kesehatan harus mudah dijangkau, terutama oleh keluarga kurang mampu dan masyarakat yang memiliki keterbatasan pengetahuan mengenai kesehatan.
 

Perangkat Desa Perlu Aktif Mendampingi
 

Puan juga menekankan pentingnya peran pemerintah desa dalam mendeteksi warga yang membutuhkan pertolongan medis. Perangkat desa dinilai dapat bergerak lebih cepat karena berhubungan langsung dengan masyarakat.
 

Kasus Nakla menjadi perhatian karena balita tersebut diasuh neneknya yang hidup dalam keterbatasan ekonomi. Ibunya telah meninggal dunia, sementara ayahnya bekerja di luar Bulukumba.
 

Puan meminta pemerintah memperkuat edukasi kesehatan, pendampingan keluarga rentan, serta kemudahan akses layanan, termasuk bagi warga yang tinggal jauh dari fasilitas kesehatan.
 

“Setiap keluarga perlu mempunyai kepastian bahwa ketika anak sakit, ada pertolongan yang dapat mereka jangkau,” tegasnya.
 

DPR Kawal Perbaikan Layanan
 

Puan menyatakan DPR akan mengawal tindak lanjut pemerintah agar pelayanan kesehatan menjangkau keluarga yang paling membutuhkan.
 

Ia berharap peristiwa di Bulukumba menjadi momentum memperbaiki sistem pelayanan, memperkuat pendampingan, dan memastikan anak-anak dari keluarga rentan memperoleh penanganan medis tepat waktu.
 

Evaluasi, menurut Puan, harus dilakukan dengan menjaga martabat keluarga serta menghargai tenaga kesehatan yang telah memberikan perawatan.
 

RAJA MEDIA — Cepat, Tegas, Terpercaya.rajamedia

Komentar: