Politik

Info Haji

Parlemen

Hukum

Ekbis

Nasional

Peristiwa

Galeri

Otomotif

Olahraga

Opini

Daerah

Dunia

Keamanan

Pendidikan

Kesehatan

Gaya Hidup

Calon Dewan

Indeks

Rp25,3 Miliar Tercatat di Expo Haji dan Umrah, Tantangan Berikutnya Realisasi Bisnis

Laporan: Firman
Rabu, 28 Oktober 2026 | 15:01 WIB
Direktur Jenderal Pengembangan Ekosistem Ekonomi Haji dan Umrah (PE2HU), Jaenal Effendi - Foto: Kemenhaj/RMN -
Direktur Jenderal Pengembangan Ekosistem Ekonomi Haji dan Umrah (PE2HU), Jaenal Effendi - Foto: Kemenhaj/RMN -

RAJAMEDIA.CO — Yogyakarta — Direktur Jenderal Pengembangan Ekosistem Ekonomi Haji dan Umrah (PE2HU), Jaenal Effendi, mendorong penguatan kemitraan antara pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) dengan industri penyelenggaraan ibadah haji dan umrah. 
 

Upaya tersebut diwujudkan melalui Yogya Expo UMKM dan Ekosistem Ekonomi Haji dan Umrah 2026 yang mencatat nilai ekonomi sebesar Rp25,315 miliar berdasarkan rekapitulasi penyelenggara.
 

Kegiatan yang berlangsung pada 23–25 Oktober 2026 di Jogja Expo Center (JEC), Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), mempertemukan pelaku UMKM, penyelenggara perjalanan ibadah, perusahaan, perbankan, dan masyarakat untuk memperluas peluang usaha dalam ekosistem ekonomi haji dan umrah.
 

Expo tersebut menghadirkan 121 tenant dengan beragam agenda, mulai dari pameran dan bazar, temu bisnis (business matching), hingga talkshow, manasik haji, dan Sa'i Walk and Run.
 

"Potensi Lokal Harus Terhubung dengan Pasar"
 

Jaenal Effendi mengatakan, Yogyakarta memiliki potensi besar untuk mendukung kebutuhan jemaah haji dan umrah Indonesia. Potensi tersebut meliputi industri kreatif, kerajinan, fesyen muslim, kuliner halal, hingga produk pangan retort.
 

Menurutnya, potensi produk lokal perlu dihubungkan dengan kebutuhan pasar agar dapat berkembang menjadi peluang usaha yang berkelanjutan.
 

“Yogyakarta memiliki kekhasan dan keunggulan komparatif sebagai pusat industri kreatif, kerajinan dan fesyen muslim, serta inovasi kuliner halal yang berpotensi menyuplai kebutuhan jemaah haji dan umrah Indonesia. Potensi ini perlu kita hubungkan dengan kebutuhan pasar agar dapat berkembang menjadi peluang usaha yang berkelanjutan,” ujar Jaenal.
 

Yogyakarta menjadi tuan rumah penyelenggaraan keempat Expo Ekosistem Ekonomi Haji dan Umrah Nasional, setelah kegiatan serupa dilaksanakan di Madiun, Bali, dan Makassar.
 

Melalui kegiatan tersebut, pemerintah berupaya mempertemukan potensi produksi daerah dengan kebutuhan industri perjalanan ibadah, sehingga UMKM memiliki peluang lebih besar untuk masuk ke dalam rantai pasok haji dan umrah.
 

Rekapitulasi Nilai Ekonomi Mencapai Rp25,315 Miliar
 

Berdasarkan data penyelenggara, total nilai ekonomi yang dilaporkan dalam Expo Haji dan Umrah 2026 mencapai Rp25.315.248.426 atau sekitar Rp25,315 miliar.
 

Nilai tersebut merupakan rekapitulasi sejumlah komponen, mulai dari transaksi perjalanan haji dan umrah, transaksi tenant pameran, potensi transaksi business matching, hingga aktivitas ekonomi sektor pendukung.
 

Berikut rincian nilai ekonomi yang dilaporkan penyelenggara:

Transaksi perjalanan haji dan umrah menjadi komponen terbesar, dengan nilai sekitar Rp19,35 miliar. Sementara itu, transaksi tenant pameran tercatat sebesar Rp949,46 juta.
 

Adapun business matching menghasilkan potensi transaksi sebesar Rp1,004 miliar yang berasal dari 20 letter of intent (LoI) dan tiga nota kesepahaman atau memorandum of understanding (MoU).
 

Nilai business matching tersebut perlu dibedakan dari transaksi yang telah terealisasi. LoI dan MoU menunjukkan adanya penjajakan atau komitmen kerja sama, tetapi belum otomatis membuktikan bahwa seluruh nilai yang tercantum telah menjadi transaksi aktual.
 

Selain transaksi usaha, penyelenggara juga mencatat nilai ekonomi dari sektor pendukung, yakni hunian hotel sebesar Rp1,755 miliar, transportasi dan parkir Rp1,432 miliar, perlengkapan kegiatan Rp750,63 juta, serta konsumsi Rp71 juta.
 

122 UMKM Masuk Proses Kurasi Haji dan Umrah Store
 

Penguatan UMKM menjadi salah satu fokus utama penyelenggaraan expo. Berdasarkan data kegiatan, sebanyak 122 UMKM sedang menjalani proses kurasi untuk Haji dan Umrah Store.
 

Kanal pemasaran tersebut diharapkan dapat membuka akses yang lebih luas bagi produk lokal untuk menjangkau konsumen dan kebutuhan industri haji serta umrah.
 

Selain itu, kegiatan business matching melibatkan 42 UMKM dan 136 pelaku bisnis dari kalangan perusahaan. Pertemuan tersebut membuka peluang bagi pelaku usaha untuk menjajaki kerja sama dengan penyelenggara perjalanan ibadah umrah (PPIU), penyelenggara ibadah haji khusus (PIHK), konsorsium penyedia katering dan logistik, serta perbankan syariah.
 

Produk yang berpotensi masuk ke dalam rantai pasok kebutuhan jemaah mencakup perlengkapan ibadah, busana muslim, makanan, minuman, dan berbagai kebutuhan pendukung perjalanan.
 

Namun, proses kurasi dan pertemuan bisnis baru menjadi langkah awal. Keberhasilannya perlu diukur melalui tindak lanjut kemitraan, kesesuaian produk dengan kebutuhan pasar, serta realisasi pesanan setelah kegiatan berakhir.
 

Ribuan Peserta Ikuti Manasik dan Sa'i Walk and Run
 

Selain membuka peluang usaha, Expo Haji dan Umrah 2026 menghadirkan kegiatan edukasi dan aktivitas masyarakat.
 

Data penyelenggara mencatat sebanyak 2.889 jemaah mengikuti manasik haji, sementara 1.500 peserta berpartisipasi dalam Sa'i Walk and Run. Adapun jumlah peserta yang mengikuti pembukaan tercatat sebanyak 572 orang.
 

Kegiatan tersebut diharapkan membantu masyarakat mengenal layanan perjalanan ibadah sekaligus memperoleh informasi mengenai penyelenggara yang kredibel dan legal.
 

Kronologi dan Status Kegiatan: Dari Expo hingga Tindak Lanjut
 

23–25 Oktober 2026: Pelaksanaan expo. Yogya Expo UMKM dan Ekosistem Ekonomi Haji dan Umrah 2026 berlangsung di Jogja Expo Center, Kabupaten Bantul. Kegiatan ini menghadirkan pameran, temu bisnis, talkshow, manasik haji, dan Sa'i Walk and Run.
 

Selama expo: Penjajakan kemitraan usaha. Sebanyak 42 UMKM dan 136 pelaku bisnis dari kalangan perusahaan mengikuti kegiatan business matching. Penyelenggara melaporkan 20 LoI dan tiga MoU dengan potensi transaksi sebesar Rp1.004.900.000.
 

Rekapitulasi capaian ekonomi. Penyelenggara melaporkan total nilai ekonomi sebesar Rp25.315.248.426. Angka tersebut mencakup sejumlah komponen transaksi dan aktivitas ekonomi pendukung. Status realisasi masing-masing komponen perlu dipastikan melalui penjelasan lebih lanjut dari penyelenggara.
 

Tahap tindak lanjut: Penguatan akses pasar. Sebanyak 122 UMKM tercatat menjalani proses kurasi untuk Haji dan Umrah Store. Proses ini diharapkan membuka peluang pemasaran yang lebih luas, tetapi hasil akhirnya bergantung pada kelanjutan kurasi, kesepakatan dengan mitra, dan realisasi transaksi.
 

Dengan demikian, pelaksanaan expo telah selesai, sementara keberlanjutan kerja sama dan realisasi potensi bisnis menjadi pekerjaan lanjutan yang perlu dikawal.
 

RAJA MEDIA — Cepat, Tegas, Terpercaya.rajamedia

Komentar: