Gubernur Lemhannas Hadirkan Kapolri, Paparkan Transformasi Polri dan Kepemimpinan Nasional
RAJAMEDIA.CO — Jakarta — Gubernur Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhannas) RI Dr. Tb. Ace Hasan Syadzily menggelar kuliah umum bersama Kepala Kepolisian Republik Indonesia (Kapolri) Jenderal Polisi Dr. Suyudi Ario Seto di Auditorium Gajah Mada, Lemhannas RI, Jakarta, Kamis (29/10/2026).
Kegiatan tersebut menjadi bagian dari pembekalan bagi personel Lemhannas dan peserta Pendidikan Penyiapan dan Pemantapan Pimpinan Nasional (P4N) Angkatan LXX Tahun 2026.
Dalam kesempatan itu, Kapolri memaparkan arah kebijakan kepolisian, mulai dari transformasi kelembagaan, penguatan penegakan hukum, peningkatan integritas personel, hingga akuntabilitas institusi dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat.

Forum ini juga menjadi ruang pertukaran perspektif mengenai tantangan keamanan nasional dan pentingnya kepemimpinan yang profesional, berintegritas, serta mampu menjawab dinamika perubahan zaman.
Ace Hasan Perkuat Perspektif Kepemimpinan Nasional
Sebagai Gubernur Lemhannas RI, Tb. Ace Hasan Syadzily memiliki peran dalam penyelenggaraan pendidikan dan pengkajian strategis untuk mempersiapkan kader pemimpin nasional.
Pembekalan kepada peserta P4N menjadi bagian penting dalam memperluas wawasan mengenai berbagai persoalan strategis bangsa, termasuk keamanan nasional, penegakan hukum, stabilitas politik, dan tata kelola pemerintahan.

Kehadiran Kapolri memberikan perspektif langsung mengenai arah transformasi institusi kepolisian serta tantangan yang dihadapi Polri dalam menjalankan tugas sebagai pelindung, pengayom, dan pelayan masyarakat.
Melalui kegiatan tersebut, peserta pendidikan mendapatkan pemahaman mengenai pentingnya sinergi antarlembaga negara dalam menjaga ketahanan nasional.
Kapolri Paparkan Arah Transformasi Polri
Dalam paparannya, Kapolri Jenderal Polisi Suyudi Ario Seto menegaskan bahwa transformasi kelembagaan, penguatan penegakan hukum, serta peningkatan akuntabilitas menjadi prioritas dalam membangun kepolisian yang profesional dan semakin dipercaya masyarakat.
Menurutnya, perubahan institusi tidak cukup hanya dilakukan melalui pembenahan struktur organisasi, tetapi juga harus menyentuh budaya kerja dan integritas setiap personel.

Kapolri menekankan pentingnya membangun organisasi yang memiliki sumber daya manusia berkualitas sekaligus menjunjung tinggi nilai kejujuran dan tanggung jawab.
“Kita tidak hanya butuh orang pintar. Kita butuh orang yang punya integritas,” kata Suyudi.
Ia juga mengingatkan agar setiap pimpinan kepolisian tidak membiarkan pelanggaran yang dilakukan anggotanya. Penegakan disiplin dan tindakan terhadap personel yang menyimpang harus menjadi bagian dari pembenahan institusi.
Pelayanan Humanis dan Kepercayaan Publik
Kapolri turut menyoroti pentingnya perubahan pendekatan pelayanan kepolisian kepada masyarakat.
Personel Polri diminta menghindari tindakan kasar, intimidasi, maupun perilaku yang dapat merusak kepercayaan publik. Penanganan perkara harus dilakukan secara profesional dengan tetap menghormati hak masyarakat.

Perlindungan data pribadi serta hak tersangka, saksi, dan korban juga menjadi perhatian dalam pelaksanaan tugas kepolisian.
Menurut Suyudi, keberhasilan Polri tidak semata-mata diukur dari jumlah operasi atau penangkapan, tetapi juga dari kualitas pelayanan, kepastian penanganan perkara, dan meningkatnya rasa aman masyarakat.
Ia juga meminta seluruh jajaran Polri terbuka terhadap kritik dan masukan masyarakat, termasuk yang disampaikan melalui media sosial maupun saluran pengaduan lainnya.
Struktur Mabes Ramping, Kekuatan Wilayah Diperkuat
Dalam aspek transformasi organisasi, Suyudi menyoroti pentingnya penguatan personel di tingkat kewilayahan, terutama Polsek yang menjadi ujung tombak pelayanan kepolisian.
Ia menyampaikan arahan agar struktur Mabes Polri lebih ramping, sementara kekuatan Polda, Polres, dan Polsek diperkuat sesuai kebutuhan operasional di lapangan.

“Mabes itu harus ramping, Polda harus kuat, Polres harus besar, Polsek harus tangguh,” tegasnya.
Penataan tersebut perlu disertai evaluasi kebutuhan personel dan pembagian tugas agar setiap anggota dapat menjalankan tanggung jawab secara optimal.
Kapolri juga menilai rangkap tugas yang berlebihan perlu dihindari karena berpotensi mengganggu efektivitas pelayanan kepada masyarakat.
Kejahatan Digital Perlu Ditangani hingga Jaringan dan Aset
Selain transformasi organisasi, Kapolri menyoroti perkembangan kejahatan digital dan tindak pidana lintas negara yang semakin kompleks.
Dalam pembekalan tersebut, Suyudi mendorong agar penanganan kejahatan tidak hanya berfokus pada penangkapan pelaku, tetapi juga mengungkap jaringan dan menelusuri aliran dana serta aset hasil kejahatan.

Ia mencontohkan praktik penipuan daring yang dapat melibatkan banyak rekening, aset digital, hingga pemindahan dana ke luar negeri untuk menyamarkan asal-usulnya.
Menurutnya, kerja sama antara Polri, Otoritas Jasa Keuangan (OJK), perbankan, penyedia layanan telekomunikasi, platform digital, serta kementerian dan lembaga terkait diperlukan untuk menghadapi ancaman tersebut.
“Jangan kita cuma sekadar menangkap, tapi tidak kita tracing asetnya. Karena kalau kita tidak miskinkan, dia akan terus bekerja terus, dia mengembangkan jaringannya,” ungkap Suyudi.
Lemhannas Siapkan Calon Pemimpin Nasional
Pembekalan Kapolri menjadi bagian dari upaya Lemhannas memperkaya perspektif peserta P4N Angkatan LXX Tahun 2026 mengenai tantangan strategis bangsa.
Di bawah kepemimpinan Gubernur Tb. Ace Hasan Syadzily, Lemhannas terus menjalankan fungsi pendidikan dan pengkajian strategis untuk mempersiapkan kader pimpinan nasional yang memiliki wawasan kebangsaan serta pemahaman terhadap dinamika ketahanan nasional.
Paparan Kapolri memberikan gambaran mengenai tantangan institusi kepolisian dalam menghadapi perubahan lingkungan strategis, mulai dari tuntutan pelayanan publik, penguatan integritas, hingga perkembangan kejahatan berbasis teknologi.
Melalui forum tersebut, peserta diharapkan memperoleh pemahaman lebih luas mengenai pentingnya kepemimpinan berintegritas, profesionalisme kelembagaan, serta koordinasi antarlembaga dalam menjaga stabilitas dan keamanan nasional.
Transformasi Polri pada akhirnya tidak hanya menyangkut pembenahan struktur organisasi, tetapi juga perubahan budaya kerja, kualitas penegakan hukum, dan kemampuan institusi menjawab kebutuhan masyarakat.
RAJA MEDIA — Cepat, Tegas, Terpercaya.![]()
Politik 3 hari yang lalu
Politik | 5 hari yang lalu
Politik | 4 hari yang lalu
Politik | 5 hari yang lalu
Olahraga | 1 hari yang lalu
Olahraga | 3 hari yang lalu
Parlemen | 1 hari yang lalu
Hukum | 1 minggu yang lalu
Politik | 5 hari yang lalu
Opini | 4 hari yang lalu