Survei Poltracking: Lima Parpol Tembus 5 Persen, Gerindra 23,2 Persen
RAJAMEDIA.CO – Jakarta – Peta elektoral menuju Pemilu 2029 mulai tergambar dari survei terbaru Poltracking Indonesia. Dalam simulasi terhadap 18 partai politik peserta Pemilu 2024, hanya lima partai yang mencatat elektabilitas di atas 5 persen.
Kelima partai tersebut adalah Gerindra 23,2 persen, PDI Perjuangan 11,6 persen, Golkar 10,4 persen, PKB 6,2 persen, dan Demokrat 6,1 persen. Sementara partai lain berada di bawah angka 5 persen.
Jika angka survei tersebut dibaca dengan asumsi parliamentary threshold (PT) 5 persen diterapkan pada Pemilu 2029, maka lima partai itu berada di atas ambang batas dalam simulasi tersebut. Namun, hasil survei bukan proyeksi hasil Pemilu 2029 karena pengumpulan data dilakukan pada Agustus 2026 dan preferensi publik masih dapat berubah.
Gerindra 23,2 Persen, PDIP 11,6 Persen
Dalam simulasi surat suara, Gerindra memperoleh elektabilitas 23,2 persen. Posisi berikutnya ditempati PDI Perjuangan 11,6 persen dan Partai Golkar 10,4 persen.
Peneliti Poltracking Indonesia, Yoki Alvetro, mengatakan tiga partai tersebut menjadi tiga partai teratas dalam pengukuran yang dilakukan lembaganya.
“Ini merupakan tiga partai politik teratas pada pengukuran periode survei kita, Gerindra, PDI-P, dan Golkar,” ujar Yoki dalam pemaparan hasil survei, Rabu (23/9/2026).
Di bawah tiga partai tersebut terdapat PKB 6,2 persen dan Partai Demokrat 6,1 persen.
NasDem, PAN, dan PKS di Bawah 5 Persen
Sejumlah partai yang memiliki kursi di DPR periode 2024-2029 tercatat berada di bawah angka 5 persen dalam survei.
NasDem memperoleh 4,4 persen, disusul PAN 3,4 persen dan PKS 3,3 persen.
Sementara itu, PSI 2,3 persen, PPP 1,9 persen, Perindo 0,6 persen, Partai Buruh 0,5 persen, dan Hanura 0,3 persen.
Adapun Partai Ummat, PBB, Garuda, PKN, dan Gelora masing-masing berada di angka 0,1 persen. Sebanyak 25,3 persen responden menyatakan tidak tahu atau tidak menjawab.
Jika PT 5 Persen Diterapkan
Temuan tersebut menjadi relevan dalam pembahasan mengenai ambang batas parlemen untuk Pemilu 2029.
Sekretaris Jenderal Partai Gerindra Sugiono sebelumnya menyatakan partainya menyepakati angka PT 5 persen dalam pembahasan revisi UU Pemilu. Namun, ia juga menyatakan tidak berbicara atas nama seluruh partai politik lain.
“Sepertinya semua sepakat, tapi saya kira saya tidak bisa berbicara atas nama partai-partai lain. Tapi Gerindra juga sepakat soal PT 5 persen,” kata Sugiono, 16 September 2026.
Dengan demikian, angka 5 persen yang digunakan dalam membaca hasil survei tersebut perlu dipahami sebagai skenario berdasarkan ketentuan PT yang sedang dibahas, bukan sebagai hasil Pemilu atau kepastian komposisi DPR 2029.
Survei Dilakukan di 38 Provinsi
Poltracking Indonesia melakukan survei pada 14-20 Agustus 2026 dengan metode stratified multistage random sampling. Survei melibatkan 1.220 responden di 38 provinsi, dengan wawancara tatap muka.
Poltracking mencatat margin of error sekitar ±2,9 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen. Sampel disusun secara proporsional berdasarkan data DPT Pemilu 2024.
Poltracking juga menegaskan hasil tersebut merupakan potret elektoral pada periode survei dan berbagai kemungkinan perubahan masih terbuka bergantung pada dinamika isu serta langkah strategis masing-masing partai politik.
Peta Elektoral Masih Dinamis
Hasil survei ini menunjukkan posisi elektabilitas partai dalam satu periode pengukuran, bukan prediksi hasil Pemilu 2029.
Dengan waktu menuju Pemilu 2029 yang masih panjang, perubahan pilihan publik tetap mungkin terjadi seiring perkembangan politik, kebijakan, figur yang diusung, serta dinamika masing-masing partai.
RAJA MEDIA – Cepat, Tegas, Terpercaya.![]()
Nasional 3 hari yang lalu
Olahraga | 5 hari yang lalu
Politik | 1 hari yang lalu
Olahraga | 5 hari yang lalu
Parlemen | 6 hari yang lalu
Politik | 3 hari yang lalu
Nasional | 6 hari yang lalu
Nasional | 3 hari yang lalu
Nasional | 4 hari yang lalu
Nasional | 1 hari yang lalu



