Survei IPO: 67 Persen Responden Percaya Prabowo Mampu Selesaikan Masalah Mendesak
RAJAMEDIA.CO — Jakarta — Mayoritas responden masih menaruh kepercayaan terhadap kemampuan Presiden Prabowo Subianto dalam menyelesaikan persoalan mendesak yang dihadapi masyarakat. Hasil survei Indonesia Political Opinion (IPO) menunjukkan, 67 persen responden percaya Presiden mampu menyelesaikan berbagai masalah prioritas nasional.
Temuan tersebut menjadi salah satu gambaran opini publik dalam survei bertajuk Refleksi dan Evaluasi Publik: Dua Tahun Kabinet Merah Putih yang dilaksanakan pada 12–20 Oktober 2026.
Meski demikian, survei yang sama mencatat masih terdapat responden yang meragukan kemampuan Presiden dalam menyelesaikan persoalan tersebut. Kondisi ini menunjukkan bahwa kepercayaan publik tetap perlu diikuti dengan kebijakan yang memberikan dampak nyata bagi kehidupan masyarakat.
30 Persen Responden Menyatakan Tidak Percaya
Berdasarkan hasil survei IPO, sebanyak 55 persen responden menyatakan percaya dan 12 persen sangat percaya terhadap kemampuan Prabowo menyelesaikan masalah-masalah mendesak.
Di sisi lain, 22 persen responden menyatakan tidak percaya dan 8 persen sangat tidak percaya. Sementara itu, 3 persen responden memilih tidak tahu atau tidak menjawab.
Dengan demikian, total responden yang menyatakan percaya mencapai 67 persen, sedangkan yang menyatakan tidak percaya mencapai 30 persen.
Angka tersebut memperlihatkan bahwa mayoritas responden masih memberikan kepercayaan kepada Presiden. Namun, proporsi ketidakpercayaan sebesar 30 persen juga menjadi catatan penting dalam evaluasi kinerja pemerintahan.
Harga Bahan Pokok Menjadi Prioritas Utama
Kepercayaan terhadap kemampuan Presiden tersebut berhadapan dengan sejumlah persoalan konkret yang dinilai mendesak untuk segera diselesaikan pemerintah.
Dalam survei yang sama, pengendalian harga bahan pokok menempati urutan pertama sebagai masalah prioritas masyarakat, dengan persentase 28 persen.
Berikutnya, pemberantasan korupsi dipilih oleh 19,5 persen responden. Sementara itu, pembukaan lapangan kerja dan pengurangan pengangguran menjadi prioritas bagi 14,7 persen responden.
Adapun pengurangan tingkat kemiskinan rakyat memperoleh 10 persen.
Temuan ini menunjukkan bahwa persoalan ekonomi rumah tangga, kesempatan kerja, dan pemberantasan korupsi menjadi bagian penting dari harapan masyarakat terhadap pemerintah.
Karena itu, tantangan pemerintah bukan semata-mata mempertahankan kepercayaan publik, melainkan menerjemahkannya menjadi program dan kebijakan yang dapat dirasakan manfaatnya secara langsung.
Kepercayaan Publik Perlu Dijawab dengan Hasil Nyata
Tingginya tingkat kepercayaan terhadap Prabowo dapat menjadi modal politik bagi pemerintah dalam menjalankan agenda pembangunan. Namun, kepercayaan tersebut juga membawa harapan agar pemerintah mampu memberikan solusi atas persoalan yang paling dekat dengan kehidupan masyarakat.
Pengendalian harga kebutuhan pokok, penciptaan lapangan kerja, pengurangan kemiskinan, serta pemberantasan korupsi menjadi sejumlah agenda yang menonjol dalam temuan survei.
Keberhasilan pemerintah dalam menangani persoalan tersebut akan menjadi bagian penting dalam menjaga kepercayaan masyarakat ke depan.
Hasil survei IPO ini memberikan gambaran bahwa mayoritas responden masih percaya terhadap kemampuan Presiden Prabowo. Pada saat yang sama, pemerintah menghadapi tuntutan untuk memastikan kepercayaan itu sejalan dengan perbaikan kondisi ekonomi dan kualitas pelayanan publik.
Metodologi Survei
Dalam bagian metodologi, IPO menyebut penelitian menggunakan 1.200 responden dengan metode multi-stage random sampling. Survei tersebut memiliki margin of error sebesar ±2,9 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen.
Pengumpulan data dilakukan pada 12–20 Oktober 2026 untuk memetakan opini masyarakat mengenai kinerja pemerintahan, arah kebijakan, kondisi sosial-ekonomi, serta dinamika politik nasional.
RAJA MEDIA — Cepat, Tegas, Terpercaya.![]()
Olahraga | 4 hari yang lalu
Olahraga | 2 hari yang lalu
Opini | 6 hari yang lalu
Hukum | 5 hari yang lalu
Olahraga | 3 hari yang lalu
Olahraga | 3 hari yang lalu
Hukum | 5 hari yang lalu
Opini | 1 minggu yang lalu
Politik | 3 hari yang lalu