Slamet Sorot Hilirisasi Kadin-China: Jangan Korbankan Peternak Lokal Demi MBG!
RAJAMEDIA.CO - Jakarta, Legislator - Anggota Komisi IV DPR RI Slamet menyoroti rencana kerja sama antara Kamar Dagang dan Industri Indonesia (Kadin) dengan sejumlah perusahaan asal China dalam pengembangan hilirisasi industri unggas untuk mendukung program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Menurut Slamet, kerja sama tersebut harus dikaji hati-hati agar tidak justru melemahkan posisi peternak rakyat dalam negeri.
“Program MBG seharusnya menjadi momentum kebangkitan peternak lokal, bukan malah membuka ruang ketergantungan baru terhadap pihak luar,” ujar Slamet dikutip, Sabtu (9/5/2026).
DPR Minta Peternak Lokal Jadi Prioritas
Slamet menegaskan Indonesia sebenarnya memiliki kapasitas besar dalam produksi ayam dan telur.
Karena itu, pemerintah dinilai seharusnya fokus memperkuat tata kelola, distribusi, dan keberpihakan terhadap peternak rakyat dibanding membuka dominasi investasi asing.
Harga Telur Peternak Sedang Tertekan
Ia mengingatkan kondisi peternak unggas saat ini sedang tidak mudah.
Harga telur di tingkat peternak disebut mengalami tekanan akibat lemahnya serapan pasar dan tingginya biaya produksi.
Menurutnya, masuknya skema industri besar dari luar negeri justru bisa mempersempit ruang usaha peternak mandiri dan UMKM peternakan.
Masalah Utama Ada di Biaya Pakan
Slamet menyebut persoalan utama peternak bukan pada kemampuan produksi, melainkan mahalnya biaya produksi dan ketidakstabilan pasar.
Komponen pakan, kata dia, masih menjadi beban terbesar usaha peternakan unggas nasional.
“Solusi yang dibutuhkan adalah penguatan peternak lokal, bukan membuka kompetisi yang semakin berat bagi mereka,” katanya.
Pemerintah Diminta Perkuat Produksi Jagung
Komisi IV DPR RI mendorong pemerintah memperkuat produksi jagung nasional sebagai bahan baku utama pakan ternak.
Selain itu, pengembangan bahan baku alternatif berbasis lokal dan penguatan cadangan pakan juga dinilai penting untuk menjaga stabilitas harga.
MBG Harus Serap Produk Peternak Daerah
Slamet juga meminta program MBG benar-benar terintegrasi dengan rantai pasok peternak lokal di daerah.
Ia menilai penyerapan ayam dan telur dari koperasi serta kelompok peternak rakyat akan memberikan dampak ekonomi jauh lebih besar bagi masyarakat.
Revisi UU Peternakan Disiapkan
Dalam kesempatan itu, Slamet menegaskan perlindungan peternak lokal akan menjadi perhatian penting dalam pembahasan revisi Undang-Undang Peternakan dan Kesehatan Hewan (UU PKH).
Menurutnya, regulasi baru harus lebih berpihak pada peternak rakyat di tengah persaingan industri yang semakin besar.
“Kita ingin revisi UU PKH benar-benar menghadirkan perlindungan dan penguatan peternak lokal,” tegasnya.![]()
Ekbis | 6 hari yang lalu
Olahraga | 4 hari yang lalu
Politik | 5 hari yang lalu
Politik | 4 hari yang lalu
Politik | 4 hari yang lalu
Olahraga | 4 hari yang lalu
Olahraga | 5 hari yang lalu
Politik | 6 hari yang lalu
Parlemen | 4 hari yang lalu