Politik

Info Haji

Parlemen

Hukum

Ekbis

Nasional

Peristiwa

Galeri

Otomotif

Olahraga

Opini

Daerah

Dunia

Keamanan

Pendidikan

Kesehatan

Gaya Hidup

Calon Dewan

Indeks

DPR Warning Ekonomi 5,6 Persen: Jangan Terlena Efek Lebaran

Laporan: Halim Dzul
Sabtu, 09 Mei 2026 | 05:31 WIB
Anggota Komisi XI DPR RI Andi Yuliani Paris - Humas DPR -
Anggota Komisi XI DPR RI Andi Yuliani Paris - Humas DPR -

RAJAMEDIA.CO - Pontianak, Legislator – Anggota Komisi XI DPR RI Andi Yuliani Paris meminta pemerintah tetap mewaspadai capaian pertumbuhan ekonomi Indonesia sebesar 5,6 persen pada kuartal awal 2026.
 

Menurutnya, pertumbuhan tersebut berpotensi dipengaruhi faktor musiman pasca-Lebaran yang mendorong tingginya konsumsi masyarakat.
 

Pertumbuhan Bisa Bersifat Musiman
 

“Itu kan baru kuartal awal setelah Lebaran. Jadi mungkin seasonal. Kita harus lihat lagi di kuartal berikutnya,” kata Andi usai menghadiri pertemuan dengan Bank Indonesia, Kementerian Keuangan Republik Indonesia, BPK Kalimantan Barat, dan BPDP di Pontianak, Kamis (7/5/2026).
 

Menurut politikus Partai Amanat Nasional (PAN) itu, lonjakan permintaan masyarakat terhadap bahan konsumsi hingga emas menjadi faktor yang ikut mengerek pertumbuhan ekonomi.
 

Inflasi Daerah Harus Dijaga
 

Andi menegaskan pemerintah perlu menjaga inflasi agar tidak melampaui batas aman nasional.
 

Ia menyebut pengendalian inflasi daerah menjadi kunci penting untuk menjaga stabilitas ekonomi nasional.
 

“Inflasi jangan lebih dari 3 persen. Pemerintah juga harus mengawasi inflasi di masing-masing kabupaten dan kota,” ujarnya.
 

Pertumbuhan Nasional Bergantung Daerah
 

Menurut Andi, target pertumbuhan ekonomi nasional di atas 5 persen hanya bisa tercapai jika seluruh provinsi juga mencatatkan pertumbuhan yang baik.
 

Karena itu, daerah dengan pertumbuhan rendah perlu mendapatkan perhatian khusus dari pemerintah.
 

“Kalau kita ingin pertumbuhan di atas 5 persen, berarti seluruh provinsi juga harus tumbuh sekitar 5 persen,” katanya.
 

Minta Ada Intervensi Khusus
 

Andi mendorong pemerintah melakukan intervensi dan inovasi di daerah-daerah yang pertumbuhan ekonominya masih rendah.
 

Ia menilai pendekatan ekonomi tidak bisa disamaratakan di seluruh wilayah Indonesia.
 

Tiap Daerah Dinilai Punya Karakter Berbeda
 

Menurutnya, setiap daerah memiliki potensi, tantangan, dan target pertumbuhan ekonomi yang berbeda.
 

Karena itu, kebijakan pusat harus disesuaikan dengan kondisi lokal masing-masing daerah.
 

“Pemerintah harus melihat lokal ke lokal, kabupaten ke kabupaten, kota ke kota,” ujarnya.
 

Potensi Daerah Diminta Dioptimalkan
 

Andi juga meminta pemerintah mengoptimalkan potensi ekonomi daerah melalui dukungan APBN yang tepat sasaran.
 

Ia berharap pengembangan ekonomi lokal dapat menjadi penggerak pertumbuhan nasional secara lebih merata.rajamedia

Komentar: