Politik

Info Haji

Parlemen

Hukum

Ekbis

Nasional

Peristiwa

Galeri

Otomotif

Olahraga

Opini

Daerah

Dunia

Keamanan

Pendidikan

Kesehatan

Gaya Hidup

Calon Dewan

Indeks

Gelombang Panas Maut Terjang Prancis! Hampir 6.000 Orang Tewas dalam Dua Pekan

Laporan: Firman
Kamis, 23 Juli 2026 | 20:47 WIB
Foto ilustrasi - RMN -
Foto ilustrasi - RMN -

RAJAMEDIA.CO — Paris — Prancis kembali dihantam bencana iklim yang mematikan. Gelombang panas ekstrem yang menyapu sebagian besar wilayah negara itu selama dua pekan terakhir dilaporkan telah merenggut 5.764 nyawa, menjadikannya salah satu tragedi cuaca paling mematikan dalam lebih dari dua dekade terakhir.


Melansir Xinhua News, data tersebut dirilis Badan Kesehatan Masyarakat Prancis (Santé publique France) untuk periode 17 Juni hingga 2 Juli 2026. Lonjakan suhu yang melanda Eropa disebut memicu peningkatan angka kematian hingga 36 persen dibanding kondisi normal.


Ribuan Korban dalam Hitungan Hari


Otoritas kesehatan Prancis mengungkapkan, sekitar setengah dari total korban jiwa terjadi hanya dalam rentang 25–27 Juni 2026.

Artinya, ribuan orang meninggal hanya dalam waktu tiga hari ketika suhu udara mencapai puncaknya di berbagai wilayah.


Peristiwa ini menjadi episode gelombang panas paling mematikan sejak tragedi musim panas 2003, yang selama ini dikenal sebagai salah satu bencana iklim terburuk dalam sejarah Prancis.


Cuaca Ekstrem Datang Bertubi-tubi


Tahun 2026 menjadi salah satu periode paling berat bagi Prancis.


Pada akhir Mei lalu, negara itu lebih dulu diterjang gelombang panas selama lima hari yang menewaskan sekitar 300 orang.


Belum sempat pulih, gelombang panas kedua pada akhir Juni hingga awal Juli justru menelan korban jauh lebih besar, yakni 5.764 jiwa.


Memasuki pertengahan Juli, gelombang suhu tinggi kembali datang untuk ketiga kalinya, memperparah kondisi masyarakat dan meningkatkan tekanan terhadap layanan kesehatan.


Lampaui Total Korban Tahun Lalu


Besarnya jumlah korban membuat tragedi tahun ini melampaui catatan musim panas 2025.


Sebagai perbandingan, sepanjang musim panas tahun lalu, Prancis mencatat sekitar 5.700 kematian akibat cuaca panas.


Ironisnya, angka tersebut kini sudah terlampaui hanya oleh satu episode gelombang panas yang terjadi pada akhir Juni hingga awal Juli 2026.


Alarm Krisis Iklim Global


Lonjakan korban jiwa akibat suhu ekstrem kembali menjadi pengingat bahwa perubahan iklim bukan lagi ancaman masa depan, melainkan kenyataan yang sedang dihadapi dunia saat ini.


Gelombang panas yang semakin sering, lebih panjang, dan lebih ekstrem kini menjadi tantangan serius bagi negara-negara Eropa dalam melindungi kesehatan masyarakat, terutama kelompok lanjut usia dan warga yang rentan.


RAJA MEDIA — Cepat, Tegas, Terpercaya.rajamedia

Komentar: