DPR Soroti Ancaman Siber dan Ujaran Kebencian, Intelijen Daerah Diminta Lebih Sigap
RAJAMEDIA.CO - Yogyakarta, Legislator - Komisi I DPR RI mengingatkan ancaman di ruang digital kini tidak lagi sebatas serangan siber, tetapi juga penyebaran ujaran kebencian dan disinformasi yang berpotensi mengganggu stabilitas sosial hingga persatuan bangsa.
Wakil Ketua Komisi I DPR RI, Dave Laksono, menegaskan peran intelijen daerah harus diperkuat agar mampu mendeteksi dan memitigasi berbagai ancaman digital yang berkembang semakin cepat.
"Ujaran kebencian, disinformasi, dan serangan siber di ruang digital dapat dengan cepat memengaruhi opini publik, memperuncing perbedaan, bahkan mengancam persatuan jika tidak dimitigasi secara tepat," kata Dave saat Kunjungan Kerja Spesifik Komisi I DPR RI di Yogyakarta, Kamis (18/6/2026).
Yogyakarta Rentan Terpapar Konten Negatif
Menurut Dave, Daerah Istimewa Yogyakarta memiliki posisi strategis sebagai pusat pendidikan dan intelektual nasional dengan tingkat penggunaan internet yang tinggi.
Kondisi tersebut mendorong tumbuhnya ekosistem digital yang aktif dan dinamis. Namun di sisi lain, tingginya aktivitas digital juga membuka peluang masuknya berbagai konten negatif, mulai dari disinformasi, provokasi, hingga ujaran kebencian.
Karena itu, Yogyakarta dinilai menjadi salah satu daerah yang perlu mendapatkan perhatian serius dalam penguatan sistem deteksi dan pengawasan ancaman digital.
Intelijen Daerah Harus Adaptif dan Responsif
Dave menegaskan tugas intelijen daerah saat ini tidak cukup hanya mengumpulkan informasi. Aparat intelijen juga dituntut mampu membaca pola pergerakan informasi di ruang digital dan melakukan deteksi dini terhadap potensi ancaman.
Menurutnya, kemampuan analisis terhadap penyebaran narasi negatif menjadi bagian penting dalam menjaga stabilitas sosial dan keamanan nasional.
"Intelijen daerah harus semakin adaptif dan responsif terhadap perkembangan ancaman digital yang terus berubah," ujarnya.
BINDA DIY Didorong Perkuat Analisis Siber
Dalam kunjungan tersebut, Komisi I DPR RI juga mendorong Badan Intelijen Negara Daerah DIY untuk terus meningkatkan kapasitas analisis ancaman siber.
Selain itu, koordinasi lintas sektor dinilai perlu diperkuat agar penanganan berbagai persoalan di ruang digital dapat dilakukan secara lebih efektif dan terintegrasi.
DPR menilai tantangan dunia digital saat ini semakin kompleks sehingga membutuhkan kolaborasi antara pemerintah, aparat keamanan, lembaga pendidikan, hingga masyarakat.
Literasi Digital Jadi Benteng
Politikus Partai Golkar itu juga menekankan pentingnya strategi kontra-narasi untuk menangkal penyebaran informasi menyesatkan dan ujaran kebencian.
Selain itu, peningkatan literasi digital masyarakat dinilai menjadi salah satu langkah paling efektif untuk membangun ruang digital yang sehat dan produktif.
Menurut Dave, generasi muda, khususnya pelajar dan mahasiswa, perlu mendapatkan perlindungan dari paparan konten yang berpotensi memecah belah bangsa.
Waspadai Penyebaran Radikalisme
Komisi I DPR RI juga menyoroti ancaman penyebaran paham radikal dan intoleransi yang kini banyak memanfaatkan platform digital sebagai sarana propaganda maupun rekrutmen.
Karena itu, upaya mitigasi harus diarahkan pada deteksi dini terhadap berbagai aktivitas yang berpotensi mengganggu ketahanan ideologi dan harmoni sosial masyarakat.
"Perlindungan generasi muda menjadi prioritas agar ruang digital tidak dimanfaatkan untuk penyebaran paham yang mengancam persatuan bangsa," tegas Dave.
BINDA Paparkan Strategi Pengamanan Siber
Kunjungan kerja tersebut turut diisi pemaparan Kepala BINDA DIY, Firyawan, mengenai langkah-langkah strategis yang telah dilakukan untuk menghadapi ancaman siber dan maraknya ujaran kebencian di wilayah Yogyakarta.
Dalam agenda itu, Dave didampingi Wakil Ketua Komisi I DPR RI, Sukamta, bersama sejumlah anggota Komisi I lainnya, antara lain Mohammad Sohibul Iman, Nurul Arifin, Yulius Setiarto, Gavriel P. Novanto, Yudha Novanza Utama, Elita Budiati, Bambang Heri Purnama, dan Amelia Anggraini.![]()
Olahraga | 4 hari yang lalu
Parlemen | 4 hari yang lalu
Parlemen | 6 hari yang lalu
Parlemen | 4 hari yang lalu
Olahraga | 2 hari yang lalu
Opini | 5 hari yang lalu
Info Haji | 5 hari yang lalu
Nasional | 3 hari yang lalu
Hukum | 4 hari yang lalu