Politik

Info Haji

Parlemen

Hukum

Ekbis

Nasional

Peristiwa

Galeri

Otomotif

Olahraga

Opini

Daerah

Dunia

Keamanan

Pendidikan

Kesehatan

Gaya Hidup

Calon Dewan

Indeks

Sekolah Rakyat Diperluas, 265 Gedung Disiapkan Tampung 150 Ribu Anak

Laporan: Halim Dzul
Sabtu, 08 Agustus 2026 | 19:51 WIB
Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya - Foto: Dok. Setkab RI -
Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya - Foto: Dok. Setkab RI -

RAJAMEDIA.CO – Tangerang - Pemerintah terus memperluas program Sekolah Rakyat untuk membuka akses pendidikan bagi anak-anak yang tidak bersekolah maupun mengalami putus sekolah.
 

Sebanyak 265 Sekolah Rakyat di seluruh Indonesia ditargetkan dapat beroperasi secara permanen. Jika seluruh fasilitas rampung, kapasitas program diproyeksikan mampu menampung lebih dari 150 ribu anak.
 

Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya mengatakan pemerintah telah membentuk 165 Sekolah Rakyat pada 2025. Tahun ini, pemerintah menambah 100 gedung baru di berbagai kabupaten dan kota.
 

"Tahun lalu ada 165 Sekolah Rakyat, kemudian tahun ini ditambah 100 gedung baru. Semuanya disiapkan agar beroperasi penuh secara permanen," kata Teddy di Tangerang, Sabtu (8/8/2026).

43 Ribu Anak Sudah Kembali Sekolah
 

Teddy mengungkapkan, program Sekolah Rakyat telah memberikan kesempatan pendidikan kepada lebih dari 43 ribu anak yang sebelumnya tidak bersekolah.
 

Pemerintah menargetkan jumlah penerima manfaat terus meningkat hingga 2027 seiring bertambahnya kapasitas sekolah permanen.
 

Menurut Teddy, pembangunan diprioritaskan di daerah yang memiliki angka anak tidak sekolah tinggi, termasuk kawasan Jakarta dan Banten.
 

Tidak hanya ruang belajar, Sekolah Rakyat juga menyediakan berbagai fasilitas pendukung seperti asrama, makanan, layanan kesehatan, serta perlengkapan pendidikan bagi peserta didik.
 

Gedung Baru Mulai Beroperasi Akhir Agustus
 

Sejumlah gedung Sekolah Rakyat baru dijadwalkan mulai beroperasi pada akhir Agustus 2026.
 

Teddy mengatakan puluhan gedung permanen lainnya diperkirakan selesai setelah rangkaian peringatan HUT ke-81 Republik Indonesia.
 

Dengan pembangunan tersebut, pemerintah secara bertahap memperluas daya tampung Sekolah Rakyat agar semakin banyak anak yang sebelumnya berada di luar sistem pendidikan dapat kembali belajar.
 

Banten Siapkan Dua Gedung Permanen
 

Khusus di Provinsi Banten, Teddy menyebut terdapat dua gedung permanen Sekolah Rakyat yang sedang disiapkan.
 

Selain itu, terdapat enam sekolah rintisan yang menjadi solusi sementara agar anak-anak dapat segera mengikuti proses pembelajaran tanpa harus menunggu pembangunan gedung permanen selesai.
 

Model rintisan tersebut memungkinkan pemerintah bergerak lebih cepat dalam menjangkau anak-anak yang membutuhkan akses pendidikan.
 

Target Setiap Kabupaten/Kota 
 

Menteri Sosial Syaifullah Yusuf (Gus Ipul) mengatakan jumlah siswa Sekolah Rakyat saat ini telah melampaui 43 ribu orang.
 

Setelah seluruh gedung permanen selesai dibangun, kapasitas program diperkirakan dapat mencapai lebih dari 150 ribu siswa.
 

Gus Ipul mengungkapkan target Presiden Prabowo Subianto agar setiap kabupaten dan kota memiliki setidaknya satu gedung permanen Sekolah Rakyat.
 

"Target Bapak Presiden, setiap kabupaten dan kota memiliki minimal satu gedung permanen Sekolah Rakyat dengan daya tampung lebih dari 2.000 siswa," kata Gus Ipul.

Curug Jadi Model Sekolah Rakyat Rintisan
 

Perluasan program tersebut salah satunya ditandai dengan peresmian Sekolah Rakyat Rintisan di Politeknik Penerbangan Indonesia (PPI) Curug, Tangerang, oleh Gus Ipul bersama Teddy Indra Wijaya.
 

Sekolah rintisan tersebut merupakan tindak lanjut arahan Presiden Prabowo untuk memperluas penyelenggaraan Sekolah Rakyat, khususnya di Jakarta dan wilayah sekitarnya.
 

Gedung milik Kementerian Perhubungan yang sebelumnya digunakan sebagai fasilitas pembelajaran PPI Curug dimanfaatkan sebagai tempat belajar bagi anak-anak yang sebelumnya tidak sekolah dan putus sekolah.
 

"Ini menindaklanjuti arahan Bapak Presiden untuk menambah penyelenggaraan sekolah rintisan di Jakarta dan sekitarnya. Salah satu tempatnya adalah di gedung ini milik Kementerian Perhubungan yang sehari-hari digunakan sebagai tempat pembelajaran Politeknik Penerbangan Indonesia," ujar Gus Ipul.

Dengan target 265 sekolah permanen dan kapasitas lebih dari 150 ribu siswa, pemerintah berharap Sekolah Rakyat menjadi salah satu jalan utama untuk memastikan tidak ada anak Indonesia yang kehilangan kesempatan memperoleh pendidikan.
 

RAJA MEDIA - Cepat, Tegas, Terpercaya.rajamedia

Komentar: