Politik

Info Haji

Parlemen

Hukum

Ekbis

Nasional

Peristiwa

Galeri

Otomotif

Olahraga

Opini

Daerah

Dunia

Keamanan

Pendidikan

Kesehatan

Gaya Hidup

Calon Dewan

Indeks

Rudal di Langit Teheran, Sukamta: Waspada, Bisa Melebar Jadi Perang Regional!

Laporan: Halim Dzul
Minggu, 01 Maret 2026 | 10:59 WIB
Anggota Komisi I DPR RI, Sukamta - Humas DPR RI -
Anggota Komisi I DPR RI, Sukamta - Humas DPR RI -

RAJAMEDIA.CO - Jakarta, Legislator - Langit Teheran membara, Sabtu (28/2/2026). Serangan rudal Israel ke ibu kota Iran mengguncang geopolitik kawasan. Ledakan terdengar, ketegangan menebal. Di Jakarta, alarm kewaspadaan langsung menyala.
 

Anggota Komisi I DPR RI, Sukamta, menilai serangan ini bukan sekadar insiden militer biasa. Ia melihat potensi eskalasi terbuka jika sekutu kedua negara ikut terlibat.
 

“Konflik ini bisa berkembang menjadi perang regional. Setiap ketegangan di Timur Tengah selalu berdampak pada pasar energi, investor, dan jalur perdagangan global,” tegas politikus PKS itu.
 

Ancaman Perang Proxy dan Balasan Iran
 

Sukamta memprediksi respons Teheran hanya soal waktu. Opsi pembalasan bisa datang dalam berbagai bentuk: rudal jarak jauh, serangan drone, hingga operasi proxy terhadap kepentingan Israel dan sekutunya.
 

Jika skenario ini terjadi, peta konflik bisa melebar melampaui dua negara. Kawasan Teluk berpotensi memanas. Jalur pelayaran strategis terancam. Harga minyak dunia bisa melonjak.
 

Menurutnya, Indonesia tidak boleh pasif. Jakarta perlu mendorong langkah diplomasi bersama Organisasi Kerja Sama Islam (OKI) guna mencegah api konflik menjalar lebih luas.
 

“Semua pihak harus menahan diri. Eskalasi hanya akan merugikan rakyat sipil dan stabilitas global,” ujarnya.
 

Dampak Energi dan Ekonomi ke Indonesia
 

Wakil Ketua Komisi I DPR RI, Dave Laksono, menyoroti sisi lain yang tak kalah krusial: dampak ekonomi.
 

Indonesia masih bergantung pada impor minyak. Setiap lonjakan harga energi dunia akan menekan APBN, nilai tukar, hingga daya beli masyarakat.
 

“Gejolak di Timur Tengah selalu berdampak langsung ke energi global. Kita harus siapkan mitigasi,” katanya.
 

Ia juga mengingatkan potensi tensi politik domestik akibat isu global ini. Pemerintah, menurutnya, harus konsisten di jalur diplomasi bebas aktif—mendorong penyelesaian damai dan kepatuhan pada hukum internasional.
 

Siaga Evakuasi WNI
 

Dua legislator itu sepakat, keselamatan WNI di kawasan konflik harus menjadi prioritas. Rencana darurat dan skenario evakuasi perlu dimatangkan jika situasi memburuk.
 

Sementara itu, suasana Teheran masih mencekam. Kementerian Pertahanan Israel menyebut serangan tersebut sebagai “pendahuluan” dan diklaim dilakukan bekerja sama dengan Amerika Serikat. Namun, rincian kerusakan di pihak Iran hingga kini belum terungkap jelas.
 

Dunia menahan napas. Jika bara ini tak segera dipadamkan, bukan mustahil Timur Tengah kembali menjadi pusat badai global—dan Indonesia ikut merasakan getarannya.rajamedia

Komentar: