Politik

Info Haji

Parlemen

Hukum

Ekbis

Nasional

Peristiwa

Galeri

Otomotif

Olahraga

Opini

Daerah

Dunia

Keamanan

Pendidikan

Kesehatan

Gaya Hidup

Calon Dewan

Indeks

Rahayu Saraswati Soroti Sulitnya UMKM Kreatif Akses Pembiayaan

Laporan: Halim Dzul
Senin, 31 Agustus 2026 | 16:50 WIB
Wakil Ketua Komisi VII DPR RI Rahayu Saraswati D. Djojohadikusumo - Humas DPR -
Wakil Ketua Komisi VII DPR RI Rahayu Saraswati D. Djojohadikusumo - Humas DPR -

RAJAMEDIA.CO — Bali — Wakil Ketua Komisi VII DPR RI Rahayu Saraswati D. Djojohadikusumo menyoroti masih sulitnya pelaku UMKM, khususnya sektor ekonomi kreatif, memperoleh pembiayaan dari perbankan.
 

Menurutnya, persoalan ini perlu segera dicarikan solusi karena ekonomi kreatif dinilai menjadi salah satu mesin baru pertumbuhan ekonomi Indonesia, sekaligus banyak melibatkan generasi muda.
 

UMKM Kreatif Terkendala Aset
 

Rahayu mengatakan banyak pelaku ekonomi kreatif memiliki kekuatan pada ide dan kreativitas, tetapi tidak selalu mempunyai aset yang bisa dijadikan agunan.
 

“Ini memang masih menjadi catatan kita bersama di Komisi VII, bagaimana untuk ekonomi kreatif yang menjadi salah satu new engine of growth untuk perkembangan ekonomi Indonesia,” kata Rahayu saat memimpin Kunjungan Spesifik Komisi VII DPR di Nuanu Creative City, Tabanan, Bali, Jumat (28/8/2026).
 

Dorong Bank Pahami HAKI
 

Rahayu mendorong perbankan memiliki evaluator yang memahami karakter bisnis kreatif dan mampu menilai risikonya. Salah satu opsi yang perlu diperkuat adalah pembiayaan dengan Hak Atas Kekayaan Intelektual (HAKI) sebagai agunan.
 

Menurutnya, skema tersebut penting karena banyak pelaku kreatif tidak memiliki aset fisik, tetapi mempunyai karya dan kekayaan intelektual yang bernilai ekonomi.
 

Perlindungan HAKI Perlu Diperkuat
 

Selain pembiayaan, Rahayu menyoroti masih lemahnya pemahaman dan penegakan hukum terkait HAKI. Produk kreatif yang beredar belum tentu dipasarkan oleh pemilik HAKI.
 

Karena itu, edukasi mengenai perlindungan kekayaan intelektual harus terus diperkuat, termasuk melalui pembahasan RUU Desain Industri di DPR.
 

Produk Lokal Butuh Strategi Marketing
 

Rahayu juga menilai produk lokal membutuhkan strategi pemasaran yang lebih kuat. Dekranasda di berbagai daerah didorong menjadi salah satu tujuan wisatawan untuk mendapatkan produk dan suvenir khas daerah.
 

Menurutnya, produk yang telah melalui kurasi pemerintah daerah harus didukung pemasaran yang tepat agar mampu menjangkau pasar domestik hingga mancanegara.
 

“Bagaimana mereka melakukan marketing yang tepat, bagaimana untuk semua pengunjung yang datang ke provinsi tersebut, kalau mencari suvenir ya ke Dekranasda,” ujarnya.
 

Rahayu berharap pemerintah daerah menggandeng tenaga pemasaran profesional agar produk lokal semakin dikenal, diminati, dan memiliki daya saing lebih luas.
 

RAJA MEDIA – Cepat, Tegas, Terpercaya.rajamedia

Komentar: