Politik

Info Haji

Parlemen

Hukum

Ekbis

Nasional

Peristiwa

Galeri

Otomotif

Olahraga

Opini

Daerah

Dunia

Keamanan

Pendidikan

Kesehatan

Gaya Hidup

Calon Dewan

Indeks

Mardani Ali Sera: KPU dan Parpol Harus Bersama Tingkatkan Party ID Masyarakat

Laporan: Firman
Senin, 31 Agustus 2026 | 10:54 WIB
Anggota Komisi II DPR RI Mardani Ali Sera menyatakan KPU dan Parpol harus bersama tingkatkan Party ID masyarakat - RMN -
Anggota Komisi II DPR RI Mardani Ali Sera menyatakan KPU dan Parpol harus bersama tingkatkan Party ID masyarakat - RMN -

RAJAMEDIA.CO — Jakarta — Anggota Komisi II DPR RI Mardani Ali Sera menilai rendahnya kedekatan emosional masyarakat dengan partai politik atau party identification (party ID) harus menjadi pekerjaan bersama antara Komisi Pemilihan Umum (KPU) dan partai politik.
 

Menurut Mardani, KPU tidak cukup hanya menjalankan fungsi teknis penyelenggaraan pemilu. KPU juga perlu mengambil peran dalam mendorong masyarakat lebih mengenal partai politik, termasuk visi, misi, gagasan, dan program yang ditawarkan.
 

KPU Diminta Ikut Bangun Party ID
 

Mardani mengatakan salah satu langkah yang dapat dilakukan adalah memperkuat sosialisasi politik secara berkelanjutan dengan melibatkan partai politik dan masyarakat.
 

“Jadi PR bersama. KPU mesti ikut membantu meningkatkan party ID. Di antaranya, bersama dengan parpol membuat sosialisasi dengan masyarakat,” kata Mardani kepada mengutip laman Beritanasional, Senin (31/8/2026).
 

Ia menilai hubungan antara masyarakat dan partai politik tidak semestinya hanya muncul ketika tahapan pemilu berlangsung. Interaksi harus dibangun jauh sebelum pesta demokrasi digelar.
 

Parpol Harus Konsisten Kenalkan Gagasan
 

Menurut Mardani, partai politik perlu lebih aktif memperkenalkan visi, misi, gagasan, serta program kepada masyarakat secara konsisten.
 

Dengan demikian, masyarakat tidak hanya mengenal partai berdasarkan atribut, baliho, atau kampanye menjelang pemilu, tetapi memahami arah perjuangan dan program yang ditawarkan masing-masing partai.
 

“Plus, adakan debat antarparpol dalam bentuk adu gagasan terhadap isu-isu utama di bidang ekonomi, sosial, luar negeri, hingga pendidikan dan kesehatan,” ujarnya.
 

Dorong Debat Antarpartai Politik
 

Mardani juga mengusulkan agar ruang debat politik tidak hanya diberikan kepada kandidat dalam pemilihan presiden maupun pemilihan kepala daerah.
 

Ia mendorong adanya debat antarpartai politik yang mempertemukan gagasan dan solusi masing-masing partai atas berbagai persoalan strategis nasional.
 

“Bukan hanya debat capres dan debat pilkada. Debat parpol diadakan agar masyarakat menilai tiap parpol berdasarkan visi, misi, gagasan, dan kesiapannya memimpin,” kata Mardani.
 

Menurutnya, forum semacam itu dapat menjadi sarana bagi masyarakat untuk mengukur kapasitas sekaligus membandingkan gagasan antarpartai secara lebih terbuka.
 

Party ID Indonesia Masih Rendah
 

Sebelumnya, anggota KPU RI Idham Kholik mengungkapkan tingkat party ID masyarakat Indonesia masih tergolong sangat rendah.
 

Kondisi tersebut menunjukkan belum kuatnya ikatan emosional dan rasa memiliki pemilih terhadap partai politik tertentu.
 

“Party ID di Indonesia ini tergolong sangat rendah. Ada kegelisahan terhadap problem pemilu kita,” kata Idham.
 

Rendahnya party ID menjadi tantangan tersendiri bagi partai politik untuk membangun hubungan jangka panjang dengan masyarakat, terutama di luar momentum pemilu.
 

Swing Voter dan Vote Buying Jadi Tantangan
 

Persoalan tersebut juga berkaitan dengan fenomena swing voter, yakni pemilih yang mudah berpindah pilihan dari satu pemilu ke pemilu berikutnya.
 

Selain itu, praktik jual beli suara (vote buying) dinilai turut menjadi persoalan yang perlu mendapat perhatian dalam penyelenggaraan pemilu.
 

Karena itu, penguatan hubungan antara partai politik dan masyarakat dinilai penting untuk membangun demokrasi yang lebih substantif, di mana pilihan politik didasarkan pada gagasan, rekam jejak, program, dan kapasitas, bukan semata-mata transaksi politik.
 

RAJA MEDIA – Cepat, Tegas, Terpercaya.rajamedia

Komentar: