Politik

Info Haji

Parlemen

Hukum

Ekbis

Nasional

Peristiwa

Galeri

Otomotif

Olahraga

Opini

Daerah

Dunia

Keamanan

Pendidikan

Kesehatan

Gaya Hidup

Calon Dewan

Indeks

Perang Dunia III Mengangacam! Daniel Johan Dorong Kemandirian Pangan dan Energi

Laporan: Halim Dzul
Rabu, 21 Januari 2026 | 10:01 WIB
Anggota Komisi IV DPR RI Daniel Johan - Humas DPR -
Anggota Komisi IV DPR RI Daniel Johan - Humas DPR -

RAJAMEDIA.CO - Jakarta, Legislator — Anggota Komisi IV DPR RI Daniel Johan mendorong pemerintah untuk segera memperkuat kemandirian pangan, energi, dan keuangan nasional sebagai langkah antisipatif menghadapi kemungkinan gangguan ekonomi global apabila konflik geopolitik dunia berujung pada Perang Dunia III.
 

Pernyataan tersebut disampaikan Daniel menanggapi kekhawatiran Presiden RI ke-6 Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) terkait dinamika geopolitik global yang dinilai semakin tidak menentu dan berpotensi memicu konflik berskala besar.
 

Antisipasi Skenario Terburuk Global
 

Daniel menilai, kewaspadaan terhadap situasi global saat ini merupakan langkah realistis dan perlu ditindaklanjuti dengan kebijakan konkret oleh pemerintah, khususnya dalam menyiapkan cadangan strategis nasional.
 

“Selain mengambil langkah-langkah antisipasi untuk menghadapi situasi terburuk dengan mempersiapkan kemandirian cadangan pangan, energi, dan keuangan untuk menghadapi kemungkinan gangguan ekonomi akibat perang, termasuk peningkatan kemampuan pasukan dan pengembangan teknologi pertahanan, seperti sistem pertahanan udara dan siber,” ujar Daniel Johan dalam rilis yang diterima Parlementaria, di Jakarta, Selasa (20/1/2026).
 

Perkuat Pertahanan dan Teknologi Militer
 

Selain aspek ekonomi, Daniel menegaskan pentingnya penguatan sektor pertahanan di tengah situasi global yang penuh ketidakpastian. Menurutnya, kesiapan militer dan penguasaan teknologi pertahanan menjadi elemen krusial dalam menjaga kedaulatan negara.
 

Ia menekankan perlunya peningkatan kemampuan pasukan serta pengembangan sistem pertahanan modern, termasuk pertahanan udara dan keamanan siber, sebagai bagian dari strategi perlindungan nasional.
 

Rakyat Perlu Disiapkan Hadapi Situasi Darurat
 

Lebih lanjut, Daniel menilai kesiapsiagaan nasional tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi juga memerlukan keterlibatan dan pemahaman masyarakat. Rakyat, kata dia, perlu dibekali kesadaran akan pentingnya menjaga keamanan nasional dan kesiapan menghadapi situasi darurat.
 

“Pemerintah juga perlu memastikan keamanan atas sumber daya alam dan infrastruktur penting serta memperkuat kerja sama regional dan internasional untuk menghadapi ancaman ini,” tuturnya.
 

Diplomasi Aktif Jaga Stabilitas Global
 

Tak hanya fokus ke dalam negeri, Daniel meminta Indonesia tetap memainkan peran aktif di panggung internasional melalui penguatan diplomasi dan kerja sama global. Posisi strategis Indonesia, menurutnya, harus dimanfaatkan untuk menjaga stabilitas kawasan dan dunia.
 

“Indonesia sebagai negara dengan posisi strategis perlu aktif memperkuat diplomasi dan kerja sama dengan negara-negara lain, terutama melalui ASEAN dan PBB, untuk menjaga stabilitas regional dan global agar perdamaian tetap terjaga sesuai amanat konstitusi, dengan tetap berpedoman pada prinsip nonblok,” tegasnya.
 

Kecemasan SBY Cerminkan Keresahan Publik
 

Politisi Fraksi PKB ini juga menyatakan memahami kecemasan dan kekhawatiran yang disampaikan SBY terkait potensi meletusnya Perang Dunia III. Menurut Daniel, kegelisahan tersebut juga dirasakan oleh banyak warga bangsa di tengah ketidakpastian global saat ini.
 

Ia berharap pemerintah dapat menjadikan peringatan tersebut sebagai momentum untuk memperkuat ketahanan nasional secara menyeluruh, baik dari sisi pangan, energi, ekonomi, pertahanan, maupun diplomasi.rajamedia

Komentar: