Politik

Info Haji

Parlemen

Hukum

Ekbis

Nasional

Peristiwa

Galeri

Otomotif

Olahraga

Opini

Daerah

Dunia

Keamanan

Pendidikan

Kesehatan

Gaya Hidup

Calon Dewan

Indeks

80 Tahun Tinggal di Rumah Reyot, Nenek Suwiyah Akhirnya Rasakan Negara Hadir

Laporan: Firman
Jumat, 31 Juli 2026 | 05:14 WIB
Menteri PKP Maruarar Sirait sa meninjau pelaksanaan Program BSPS di Desa Bakalan RT 9 RW 4, Kecamatan Kandeman, Kabupaten Batang, Jawa Tengah, Kamis (30/7/2026) - Foto: Dok Kemen PKP -
Menteri PKP Maruarar Sirait sa meninjau pelaksanaan Program BSPS di Desa Bakalan RT 9 RW 4, Kecamatan Kandeman, Kabupaten Batang, Jawa Tengah, Kamis (30/7/2026) - Foto: Dok Kemen PKP -

RAJAMEDIA.CO – Batang –Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait memastikan Program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) benar-benar menyasar warga yang paling membutuhkan.
 

Hal itu ditegaskan Menteri yang akrab disapa Ara saat meninjau langsung pelaksanaan Program BSPS di Desa Bakalan RT 9 RW 4, Kecamatan Kandeman, Kabupaten Batang, Jawa Tengah, Kamis (30/7/2026), bersama Bupati Batang M. Faiz Kurniawan.
 

Salah satu rumah yang dikunjungi adalah milik Suwiyah (80), warga lanjut usia yang selama puluhan tahun tinggal di rumah yang jauh dari standar kelayakan.
 

80 Tahun Menunggu, Akhirnya Negara Hadir
 

Rumah Suwiyah dihuni tiga orang dan belum pernah sekalipun memperoleh bantuan perbaikan dari pemerintah.

Hasil verifikasi menunjukkan kondisi rumah sangat memprihatinkan. Bangunan belum memiliki pondasi, sloof, kolom maupun ring balok. Dinding masih menggunakan GRC, lantai masih berupa tanah, sementara pencahayaan dan sirkulasi udara belum memenuhi standar rumah sehat.
 

Usai melihat langsung kondisi tersebut, Menteri Ara menegaskan rumah Suwiyah memang layak menjadi prioritas penerima bantuan.
 

"Saya sudah melihat langsung kondisi rumah Ibu Suwiyah bersama Pak Bupati dan Kepala Balai Jawa Tengah. Memang benar rumah ini tidak layak huni. Tidak ada pondasi, sehingga memang sudah seharusnya mendapat bantuan. Ini tepat sasaran," ujar Ara.
 

Menurutnya, kisah Suwiyah menjadi pengingat bahwa masih ada masyarakat yang bertahun-tahun belum tersentuh bantuan negara.
 

“Bayangkan, selama 80 tahun Ibu Suwiyah belum pernah mendapatkan bantuan negara untuk memperbaiki rumahnya. Semoga Program Bedah Rumah dari Presiden Prabowo benar-benar bermanfaat bagi Ibu dan keluarga.”

Ara menjelaskan, selama proses renovasi Suwiyah akan tinggal sementara di rumah anaknya yang berada di sebelah.
 

Rumah tersebut juga akan dilengkapi jendela agar lebih sehat dan nyaman. Bahkan, Menteri Ara bersama Bupati Batang berkomitmen memberikan bantuan tambahan secara gotong royong untuk menyempurnakan pembangunan.
 

Dapat Bantuan Rp22,5 Juta
 

Melalui Program BSPS, Suwiyah memperoleh bantuan pemerintah sebesar Rp20 juta ditambah dukungan swadaya masyarakat senilai Rp2,5 juta.
 

Perbaikan difokuskan pada penguatan struktur bangunan, perbaikan dinding, lantai, serta peningkatan penghawaan agar rumah menjadi lebih kokoh, sehat, aman, dan layak huni.
 

Pekerjaan dijadwalkan berlangsung mulai 17 Agustus hingga 7 Oktober 2026.
 

Rumah Buruh 35 Tahun Tak Pernah Diperbaiki
 

Selain Suwiyah, Menteri Ara juga meninjau rumah Tresno, seorang buruh dengan penghasilan tidak menentu.
 

Selama 35 tahun, rumah Tresno belum pernah mendapatkan bantuan perbaikan.
 

Bagi Ara, kedua rumah tersebut menjadi bukti bahwa negara harus benar-benar hadir bagi masyarakat yang selama ini hidup dalam keterbatasan.
 

"Inilah namanya negara hadir. Bantuan harus diberikan kepada masyarakat yang benar-benar membutuhkan," tegasnya.

Pemda Diminta Kawal Penyerapan BSPS
 

Dalam kesempatan itu, Menteri Ara meminta Pemerintah Provinsi Jawa Tengah dan Pemerintah Kabupaten Batang mengawal penuh pelaksanaan Program BSPS agar seluruh alokasi bantuan terserap optimal.
 

Ia meminta kepala dinas turun langsung ke lapangan untuk memastikan bantuan diterima masyarakat yang berhak.
 

Tak Ada Pungutan! Rekam dan Viralkan Jika Ada
 

Menteri Ara kembali mengingatkan bahwa Program BSPS dilaksanakan secara terbuka dan gratis.
 

Ia menegaskan tidak boleh ada pihak mana pun yang meminta uang kepada masyarakat.
 

"Kalau ada siapa pun yang meminta uang dengan alasan apa pun, foto, rekam videonya, lalu laporkan. Viralkan jika perlu. Kita harus menjaga uang negara, tidak boleh ada korupsi. Rakyat harus berani, jangan takut," tegasnya.
 

Jateng Dapat 34.712 Unit BSPS
 

Pada Tahun Anggaran 2026, Provinsi Jawa Tengah memperoleh alokasi 34.712 unit BSPS, melonjak drastis dibanding tahun 2025 yang hanya 7.532 unit, atau meningkat sekitar 460,86 persen.
 

Rinciannya meliputi:
 

- 27.288 unit untuk wilayah perdesaan. 

- 2.768 unit untuk kawasan pesisir. 

- 2.998 unit untuk wilayah perkotaan. 

Sementara itu, Kabupaten Batang memperoleh alokasi 825 unit yang tersebar di 14 kecamatan dan 48 desa.
 

Transparan Demi Sukses Program Tiga Juta Rumah
 

Sebagai bentuk keterbukaan, seluruh data penerima bantuan, kondisi rumah, rencana perbaikan hingga jadwal pelaksanaan dipublikasikan secara terbuka.
 

Masyarakat juga diminta segera melapor kepada Tenaga Fasilitator Lapangan (TFL) atau instansi terkait apabila menemukan praktik pungutan liar.
 

Melalui pelaksanaan BSPS yang transparan, tepat sasaran, dan mengedepankan semangat gotong royong, Kementerian PKP berharap semakin banyak masyarakat berpenghasilan rendah dapat menikmati rumah layak huni sebagai fondasi meningkatkan kualitas hidup, kesehatan, dan kesejahteraan keluarga, sekaligus mempercepat realisasi Program Tiga Juta Rumah.
 

RAJA MEDIA — Cepat, Tegas, Terpercaya.rajamedia

Komentar: