Muhammadiyah Berlebaran Lebih Awal, Wamendikdasmen: Bukan Pecah Belah Umat
"Silaturahim Ba’da Idul Fitri"
RAJAMEDIA.CO - Bandung – Penetapan Idul Fitri 1447 H oleh Muhammadiyah pada 20 Maret 2026 memicu beragam respons di media sosial. Namun, pemerintah menilai langkah tersebut bukan bentuk perpecahan, melainkan bagian dari ijtihad berbasis ilmu pengetahuan.
Hal itu disampaikan Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Fajar Riza Ul Haq dalam acara Silaturahim Ba’da Idul Fitri yang digelar Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kota Bandung, Minggu (5/4/2026).
Hormati Nyepi, Takbiran di Rumah
Muhammadiyah juga mendapat sorotan karena sikapnya saat Idul Fitri bertepatan dengan Hari Raya Nyepi di Bali.
Mengikuti imbauan Ketua Umum PP Muhammadiyah Haedar Nashir, warga Muhammadiyah di Bali melaksanakan takbiran di rumah sebagai bentuk penghormatan kepada umat Hindu yang menjalani Catur Brata Penyepian.
Apresiasi Wali Kota Bandung
Dalam kesempatan itu, Fajar Riza Ul Haq juga mengapresiasi langkah Wali Kota Bandung Muhammad Farhan yang hadir dalam kegiatan takbiran Muhammadiyah.
Farhan diketahui tetap datang meski merayakan Idul Fitri pada tanggal berbeda.
“Sebagai pemimpin daerah, itu menunjukkan sikap mengayomi dan merangkul semua golongan,” ujarnya.
Bantah Isu Perpecahan
Fajar menegaskan narasi yang menyebut Muhammadiyah memecah belah umat karena perbedaan penetapan hari raya tidak benar.
Ia menjelaskan, penetapan tersebut didasarkan pada metode Kalender Hijriah Global Tunggal (KHGT) yang berbasis perhitungan astronomi.
“Ini bukan ingin berbeda, tapi upaya memperbaiki sistem penanggalan Islam agar lebih akurat,” katanya.
KHGT Dinilai Wujud Islam Rahmatan Lil Alamin
Ketua PWM Jawa Barat Ahmad Dahlan menyebut penggunaan kalender global sebagai bagian dari misi Islam yang inklusif.
Menurutnya, upaya menyatukan kalender Hijriah di tingkat global bukan agenda eksklusif, melainkan untuk kemaslahatan umat.
Peran Muhammadiyah di Pendidikan
Wali Kota Bandung Muhammad Farhan juga menyoroti kontribusi Muhammadiyah di bidang pendidikan.
Ia menilai sistem pendidikan yang dikembangkan Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah telah memberi kontribusi besar terhadap perkembangan pendidikan nasional.
“Banyak yang bisa dipelajari dari Muhammadiyah dalam membangun sistem pendidikan,” ujarnya.![]()
Politik 4 hari yang lalu
Ekbis | 6 hari yang lalu
Otomotif | 3 hari yang lalu
Olahraga | 1 hari yang lalu
Olahraga | 6 hari yang lalu
Info Haji | 3 hari yang lalu
Opini | 2 hari yang lalu
Nasional | 5 hari yang lalu
Keamanan | 1 hari yang lalu
Olahraga | 1 hari yang lalu