Politik

Info Haji

Parlemen

Hukum

Ekbis

Nasional

Peristiwa

Galeri

Otomotif

Olahraga

Opini

Daerah

Dunia

Keamanan

Pendidikan

Kesehatan

Gaya Hidup

Calon Dewan

Indeks

Haedar Nashir Sentil Kaum Kampus! Jangan Cuma Pintar, Turun dan Ubah Masyarakat

Laporan: Tim Redaksi
Senin, 13 April 2026 | 16:34 WIB
Ketum PP Muhammadiyah Haedar Nashir dalam kuliah umum di Universitas Indonesia, Senin (13/4/2026) - Foto: Dok Muhammadiyah -
Ketum PP Muhammadiyah Haedar Nashir dalam kuliah umum di Universitas Indonesia, Senin (13/4/2026) - Foto: Dok Muhammadiyah -

RAJAMEDIA.CO — Depok — Ketua Umum PP Muhammadiyah, Haedar Nashir, melontarkan kritik tajam ke dunia akademik. Ia menegaskan, kaum intelektual tak boleh terjebak dalam “menara gading” yang jauh dari realitas sosial.
 

Pesan keras itu disampaikan dalam kuliah umum di Universitas Indonesia, Senin (13/4/2026), bertajuk Intelektual, Masyarakat Sipil, dan Perubahan Sosial.
 

Jangan Hanya Gelar, Harus Berdampak
 

Di hadapan civitas akademika, Haedar menegaskan satu hal: gelar akademik tak ada artinya tanpa kontribusi nyata.
 

“Intelektual itu harus mencerdaskan, memajukan, dan mencerahkan masyarakat,” tegasnya.
 

Menurutnya, ilmu pengetahuan akan kehilangan makna jika hanya berhenti di ruang kelas atau jurnal ilmiah.
 

Tinggalkan Menara Gading, Turun ke Masyarakat
 

Haedar menilai, peran intelektual sejati adalah hadir di tengah masyarakat—bukan sekadar pengamat, tapi pelaku perubahan.
 

Ia mendorong akademisi menjadi agen pembebasan dan pencerahan di tengah kompleksitas persoalan sosial.
 

“Kalau tidak terlibat, keilmuan akan kehilangan esensinya,” ujarnya.
 

Tantangan Zaman Butuh Pikiran Tajam
 

Menghadapi dinamika global yang terus berubah, Haedar mengingatkan pentingnya intelektual yang adaptif dan relevan.
 

Ia meminta akademisi terus mengasah diri dan tak berhenti belajar.
 

“Hanya dengan itu, intelektual bisa membawa masyarakat keluar dari ketertinggalan,” katanya.
 

Dari Kampus ke Aksi Nyata
 

Di akhir paparannya, Haedar mengajak dunia kampus untuk lebih proaktif menyelesaikan persoalan bangsa.
 

Bukan sekadar diskusi dan teori, tapi aksi nyata yang berdampak luas.
 

Pesannya jelas: ilmu bukan untuk disimpan, tapi untuk mengubah.rajamedia

Komentar: