Iran Balas Serangan AS, Rudal dan Drone Sasar Pangkalan Militer di Timur Tengah
RAJAMEDIA.CO — Timur Tengah — Konflik Amerika Serikat dan Iran kembali memasuki fase paling panas dalam lebih dari sebulan. Iran melancarkan serangan rudal dan drone ke sejumlah sasaran yang dikaitkan dengan kepentingan militer Amerika Serikat di kawasan, setelah Washington kembali menyerang target militer Iran.
Serangan balasan Iran dilaporkan menyasar sejumlah fasilitas di Yordania, Kuwait, Bahrain, dan Irak, meningkatkan kekhawatiran konflik meluas ke negara-negara lain di Timur Tengah.
Empat Negara Jadi Sasaran
Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) menyatakan serangan dilakukan terhadap fasilitas dan aset Amerika di beberapa negara kawasan.
Di Yordania, militer setempat menyatakan mendeteksi 13 rudal balistik dan berhasil mencegat 10 di antaranya. Tidak ada laporan korban jiwa atau luka dari serangan tersebut.
Di Bahrain, Iran mengklaim menyerang fasilitas radar dan bagian dari Pangkalan Udara Sheikh Isa. Bahrain kemudian mengeluarkan peringatan kepada warga untuk berlindung.
Sementara di Kuwait, pemerintah melaporkan pertahanan udaranya menghadapi serangan drone dan rudal Iran. Serangan juga dilaporkan memicu kebakaran di sebuah kawasan permukiman.
Serangan juga menyasar fasilitas yang dikaitkan dengan keberadaan Amerika di Erbil, wilayah Kurdistan Irak. Sejumlah klaim mengenai kerusakan dan korban masih belum dapat diverifikasi secara independen.
Dibalas Setelah Serangan AS
Teheran menyebut serangan tersebut sebagai respons terhadap operasi militer Amerika di wilayah Iran.
Komando Pusat AS (CENTCOM) mengatakan serangan Amerika menargetkan sejumlah infrastruktur militer Iran, termasuk sistem pertahanan udara, radar, aset maritim, kemampuan peletakan ranjau dan infrastruktur komunikasi.
Serangan itu juga dilaporkan mengenai sebuah rumah di Kuhestak, Provinsi Hormozgan, ketika berlangsung acara pernikahan. Otoritas Iran melaporkan sedikitnya lima orang tewas dan puluhan lainnya terluka. Klaim mengenai insiden tersebut menjadi salah satu pemicu kecaman keras Teheran.
Selat Hormuz Kembali Membara
Eskalasi terbaru berlangsung ketika ketegangan di Selat Hormuz belum mereda. Jalur strategis tersebut menjadi salah satu titik utama perselisihan Washington dan Teheran karena sangat penting bagi perdagangan energi dunia.
Kondisi ini juga mulai berdampak terhadap pasar dan aktivitas ekonomi kawasan. Pasar saham negara-negara Teluk melemah setelah pertukaran serangan terbaru antara Amerika dan Iran.
Ancaman Konflik Meluas
Serangan lintas wilayah tersebut menunjukkan bahwa konflik Amerika-Iran tidak lagi terbatas pada wilayah kedua negara.
Yordania, Bahrain, Kuwait, dan Irak kini ikut menghadapi dampak langsung dari eskalasi, meski sejumlah serangan berhasil dicegat.
Situasi ini meningkatkan risiko konflik berkembang menjadi perang regional yang lebih luas. Di tengah meningkatnya serangan, upaya diplomatik untuk menghentikan permusuhan masih menghadapi jalan buntu.
RAJA MEDIA – Cepat, Tegas, Terpercaya.![]()
Olahraga | 6 hari yang lalu
Politik | 5 hari yang lalu
Parlemen | 4 hari yang lalu
Nasional | 1 minggu yang lalu
Olahraga | 2 hari yang lalu
Olahraga | 6 hari yang lalu
Keamanan | 6 hari yang lalu
Politik | 6 hari yang lalu
Daerah | 6 hari yang lalu